
Viza yang akhirnya di rawat di rumah sakit dan telah di tangani oleh seorang dokter sementara buk anna yang sdang menunggu viza di ruangan tempat viza di rawat dan pak abbas dan andra pergi untuk mencari toni dengan loli yang sudah membuat viza menjadi jatuh sakit, karna tak ingin buk anna mengetahui tentang rencana andra dan pak abbas mereka mencoba menyembunyikan.
Sebelum mereka berangkat mencari toni dan loli andra menyempat kan untuk pulang ke rumah buk anna terlebih dahulu untuk mengambil ponsel genggam milik viza dan dari ponsel genggam tersebut andra bisa melacak dimana keberadaan toni dan loli.setelah itu andra langsung mengatur strategi untuk mendapatkan alamat toni dan loli karna tak ingin berlama lama andra mencoba untuk berpencar dengan pak abbas dan andra menyuruh pak abbas untuk melihat ke alamat lama tempat toni tinggal sedangkan andra mencari alamat mereka melalui GPS dari ponsel genggam viza.
"Bagaimana pun gue harus bisa menemukan kalian, gue bakal balas kan dendam kepada kalian yang sudah berani menyakiti viza" gumamnya
Dengan perasaan yang begitu tak karuan atas kemarahan yang meredam di dadanya membuat andra semakin bersemangat untuk menemukan keberadaan toni dan loli, dan timbul sebuah ide di fikiran andra untuk menghubungi nomor telpon loli dengan memakai nomor pribadi miliknya
Andra melihat seorang seorang wanita yang seumuran dengan viza kemudian andra meminta tolong kepada nwanita tersebut untuk membantunya dan wanita tersebut tanpa berfikir panjang langsung meng iyakannya dan andra langsung menghubungi nomor loli tersebut tentunya dengan cara yang sudah di rancang nya
Tut tut tut
"Halo lol lu dimana gue mau ketemu sama lu nih kebetulan gue lagi ada di dekat rumah lu nih??"
"Eeh eh tunggu dulu lu udah lupa kan rencana kita yang udah kita rencana sama sama tentang viza" ucapnya yang sudah di karangnya, dengan mendengar ucapan sang wanita tersebut loli dengan sigapnya langsung memberitahukan dimana keberadaanya karna dia fikir wanita tersebut adalah temannya dan loli langsung mematikan telponnya.
Andra sangat berterima kasih kepada wanita baik yang sudah rela membantunya
"Makasih ya mbak, sudah bantu saya berkat mbak saya bisa tau dimana dia(loli)" dan dengan di balas senyuman wanita tersebut berlalu pergi.
Andra pun pergi ke alamat yang di tunjuk kan oleh loli sesampainya di dekat rumah mereka andra terlebih dahulu memata matai mereka karna andra tak ingin mengambil langkah yang salah dan andra hanya memastikan apakah mereka benar benar berada di dalam rumah tersebut setelah lama menunggu andra melihat seorang laki laki berjalan di depan rumah ulitu dan ternyata adalah toni yang sedang berbicara melalui ponsel genggamnya dan andra bersembunyi agar tak di ketahui oleh toni.
Beberapa menit melihat gerak gerik toni andra langsung menghubungi pak abbas yang mana sebelum mereka berpencar mereka sudah bertukar nomor telpon dan andra menyuruh pak abbas untuk diam diam pergi ke alamat tempat tinggal toni dan loli, setelah lama menunggu pak bas pun sampai di dekat andra dengan bergegas pak abbas langsung melangkah ke rumah mereka namun langkahnya di hentikan oleh andra karna andra tak ingin mengambil jalan yang salah setelah mengatur strategi pak abbas dan andra dengan tiba tiba kembali ke rumah sakit dimana viza di rawat.