
Semua makanan telah habis di lahap dan tak sedikit pun yang tersisa di piring mereka, perut yang sudah sangat kekenyangan membuat viza tak sanggup lagi untuk melanjutkan perjalanan, ia merengek kepada ibunya agar cepat pulang dan di karenakan juga waktu yang sudah berlalu dan menunjukkan pukul 20:00 malam setelah itu buk anna langsung membayarkan makanan yang sudah mereka habiskan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat parkir sesampainya di tempat parkir yang tak jauah dari mobil tersebut viza berlarian dan meninggalkan buk anna dan pak abbas menuju mobil karna ia merasa sangat mgantuk namun sesampainya di mobil ia membuka pintu mobil dan ternyata kunci mobil yang masih di pegangi oleh pak abbas dan sontak membuat pak abbas dan buk anna tertawa terbahak bahak dan karna kesal viza langsung memasang wajah cemberut dan tak berlama lama pak abbas sampai di mobil dan langsung membuka pintu mobil menyuruh istrinya dan viza masuk ke dalam mobil.
Viza menyuruh buk anna untuk duduk bersamanya di kursi belakang karna niat ingin tidur di pangkuan ibunya setelah mobil keluar dari parkiran viza mulai merebahkan tubuhnya yang sangat mengantuk di pangkuan ibunya dan tertidur tak sadarkan diri sampai mereka tiba di rumah.
Viza yang tidur buk anna tak tega untuk membangunkan viza lalu buk anna menyuruh suaminya untuk menggendong viza masuk kekamar dan sesampainya di kamar buk anna menemani viza masuk dan ikut tertidur di sampingnya.
Ponsel genggam viza berdering namun viza yang sangat pulas tak mendengar suara ponselnya setelag beberapa kali ponsel tersebut diam dan tak berdering lagi hingga pagi menjelang.
Viza langsung memanggil pak annas dan buk anna dan buk anna berlarian keluar yang kebetulan beliau berada di dapur dan buk anna syok sesampainya di luar ia melihat keadaan andra yang luka luka lumayan parah,karena sangat cemas buk anna langsung memanggil suaminya yang sedang berada di belakang rumahnya dan berlarian pak abbas mendekati istrinya dan buk anna membawa suaminya keluar dan pak abbas sempat merasa sesak safas karena terlalu cemas, pak abbas langsung mengeluarkan mobilnya dan membantu andra membawa ke rumah sakit terdekat, pak abbas melarang viza dan istrinya untuk ikut dan beliau berlalu pergi meninggalkan mereka.
Viza yang tak tenang selalu mondar mandir dan buk anna mencoba menenagkan viza dan membawanya untuk sarapan namun viza menolak dan ia kembali masuk ke kamarnya dengan air mata yang berlinangan di matanya, viza merasa bersalah terhadap andra karena andra begitu sangat mempedulikan nya.