
Dingin malam membuat loli sangat kedinginan dengan rasa kemanuasiaan yang tinggi andra berhenti di tepi jalan dan membuka jaketnya untuk di berikan kepada loli karna andra tidak ingin loli bertambah sakit dan setelah itu dia melanjutkan perjalanan dan tak lama kemudian sampailah mereka di rumah toni.
Sesampainya di rumah andra menuntun loli menuju kamar dan andra dengan baik nya menyuruh loli untuk beristirahat, anda pun keluar dan mengobrol dengan dengan para temannya, mereka membicarakan bagaimana selanjutnya rencana mereka karna andra tak ingin gegabah andra berniat untuk membicarakannya terlebih dahulu dengan buk anna dan suaminya.
Setelah lama mereka membicarakan tentang masalah dengan toni andra berpamitan untuk kembali karna malam sudah semakin larut.
" oke gue balik dulu udah malam soalnya"ucap andra bersalaman dengan teman temannya
Andra langsung pergi dengan motornya, dengan kecepatan begitu cepat tak lama berselang waktu tiba lah ia di rumah tempat ia tinggal, tak di sangka andra salah seorang pembantu di rumah itu telah lama berdiri di depan pintu menunggu andra pulang, karna di suruh oleh majikannya untuk menunggu andra karna ia kesal andra yang pulang begitu sangat lama.
Andra masuk kedalam rumah dengan menundukkan kepala karna merasa takut dengan wanita yang di anggapnya sangat badas
" permisi bik" ucapnya namun tak mampu untuk menatap wajah bibi tersebut
"Silah kan tuan, saya di suruh nunggu tuan "
Jelasnya dan andra pun dengan bergegas naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya, andra terlihat begitu kelelahan dan ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sudah menunggunya.
"Ia non, tuan udah udah masuk kemar non" ucap bibik dan berlalu pergi
Andra berbaring menatap ke atap kamarnya dan dia terlihat merenung entah apa yang di pikirkan namun dia terlihat sedih, andra mengambil ponsel genggamnya dengan niat ingin menghubungi viza namun ia melihat waktu sudah tak memungkinkannya untuk menghubungi viza karna malam sudah sangat larut.
" jangan sekarang deh, gak mungkin juga viza mau angkat pasti dia udah tidur" gumamnya dan andra mengirimi pesan untuk viza namun pesannya tak kunjung di balas dan andra pun meletakkan ponselnya dan mencoba melelapkan matanya sehingga beberapa menit andra sudah terdiam dan tertidur dengan pulas.
Sekitar pukul 03:00 andra terbangun dari tidurnya, ia terbangun karna mendengar sesuatu yang aneh dari balik jendelanya, setelah memastikan suara yang membuatnya semakin curiga andra mencoba melihat dari balik jendela tersebut dan dengan terkejutnya ia melihat seorang laki laki melompat karna mendengar gerik andra, dan tak ingin terjadi sesuatu andra langsung mengejarnya dan berlari ke lantai bawah rumah nya dengan suara larian andra semua seisi rumah terbangun
"Eh ndra lu kenapa? Tanya wanita itu yang bernama naura, namun andra tak menghiraukannya, setelah berlarian keluar andra mengejarnya sehingga dapat menghentikan sang laki laki yang mencurigakan itu, namun perut andra di pukuli sehingga dia berhasil kabur
"Aaaggghhh sial..." teriak anda dengan kesal, naura mengikuti andra keluar rumahnya dan andra menceritakan bahwa ada laki laki mencurigai mencoba memasuki rumahnya
"Yaudah masuk aja lagian udah kabur juga" jawab naura dengan santainya, andra pun menggelangkan kepalanya dan meninggalkan naura sendirian, karna ketakutan naura mengikuti andra masuk ke rumahnya kembali dan masuk ke kamarnya masing masing, andra pun melanjutkan kembali tidurnya.