Virgin (True Love)

Virgin (True Love)
Bab 73



"Aku dengar Joe bersama istrinya sedang dalam perjalanan ke luar negeri, ini waktu yang tepat untuk mama masuk ke rumah itu." Ucap Luna dalam sambungan telpon nya.


Setelah memberitahu mamanya, sambungan telpon pun terputus ia menghentikan sebuah taksi untuk menuju ke rumah Joe. Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana, Luna menemui Lingga yang telah menunggunya, keduanya mencoba masuk kedalam rumah itu walau tidak di ijinkan oleh penjaga rumah.


"Apa kau tidak tau siapa saya hah?! berani sekali kamu melarang saya untuk masuk ke rumah anak saya!" Bentak Lingga.


"Tapi tuan dan nyonya muda sedang tidak di rumah, kemungkinan mereka akan kembali satu sampai dua Minggu lagi." Jelas si pelayan rumah.


"Saya gak butuh penjelasan kamu! minggir!" Ucap Lingga yang mendorong pelayan itu.


Keduanya pun berhasil masuk dan mengobrak-abrik ruang kerja Joe hanya untuk mencari semua aset perusahaan. Entah suatu kebetulan atau bukan, karena ada yang tertinggal membuat Joe dengan Michelle harus kembali ke rumah, kedatangannya langsung di sambut oleh pelayan rumah dan memberitahukan tentang kedatangan Lingga bersama dengan Luna. Joe bergegas menuju ruang kerjanya untuk memastikan semuanya, dan benar saja ketika Joe membuka pintu ruangan itu terlihat dua wanita yang sangat di kenalnya sedang mencari sesuatu.


"Mama.. kakak... apa yang kalian cari?" Tanya Joe.


Keduanya begitu tercengang kaget ketika melihat kedatangan Joe yang secara tiba-tiba, Lingga dan Luna sibuk mencari alasan agar tidak di curigai Joe. Di sebuah ruang tamu mereka melanjutkan perbincangan nya, sementara Michelle membereskan kembali ruang kerja suaminya dan memastikan kalau tidak ada satupun berkas penting yang hilang.


"Sejak kapan kalian bebas? kenapa tidak mengabari ku?" Tanya Joe.


"Satu Minggu yang lalu, bagiamana bisa kita memberitahu kamu, setelah apa yang telah kita lakukan di masa lalu." Sahut Luna.


"Mama sungguh malu Joe untuk menampakkan diri di hadapan kalian semua." Ucap Lingga.


"Lalu apa yang mama cari tadi? bukan kah sebuah file penting yang bisa membuat mama bangkit kembali?" Ucap Joe.


Untuk menutupi kesalahannya, kedua wanita itu turun dari tempat duduknya dan berlutut di hadapan Joe. Michelle yang baru datang membantu keduanya untuk bangun dan duduk kembali karena menurutnya itu tidak pantas untuk mereka lakukan.


"Joe, ada apa ini? kenapa mama dan kak Luna berlutut seperti tadi?" Tanya Michelle.


"Gak ada apa-apa sayang, hanya saja sepertinya mereka belum jera dengan hukuman yang telah di lewatinya." Sahut Joe.


"Tidak Joe, mama sungguh minta maaf setelah keluar dari tempat itu kita tidak punya tempat tinggal dan terpaksa mencari rumah sewa untuk di tempati."


"Hidup kita cukup sulit Joe, dan sekarang kita tidak punya tempat tinggal lagi karena pemilik rumah telah mengusir kita." Jelas Luna.


"Apa tamu tak di undang yang datang ke acara pernikahan Carla itu kalian?" Tanya Joe.


"Ya, itu kita." Sahut Luna.


"Tapi kita gak ada maksud apa-apa, mama hanya ingin melihat cucu mama itu saja, apa dia gadis kecil itu?" Ucap Lingga.


"Bukan, mungkin yang mama temui adalah Valeri putrinya kak Ernan, cucu mama seorang anak laki-laki." Jelas Joe.


"Benarkah? kau beruntung Joe bisa mendapatkan penerus perusahaan kelak." Ucap Lingga.


Setelah cukup lama berbincang, Joe menghubungi seseorang untuk menyiapkan sebuah villa di tempat yang cukup terpencil dan jauh dari keramaian kota. Ia juga menyuruh beberapa bawahannya untuk membawa pergi mama serta kakak nya ke tempat yang telah di siapkan tadi dengan penjagaan yang begitu ketat di setiap sudut nya.


"Joe apa yang kau lakukan? aku ibu kandung mu! kenapa kamu tega melakukan semua ini?!" Ucap Lingga yang berontak.


Setelah bawahannya membawa Lingga dan Luna pergi, Joe segera mengubungi rekan bisnisnya yang akan ia temui dan membatalkan semua perjanjiannya karena keadaanya cukup bahaya jika ia harus meninggalkan rumah dan Elang putra semata wayangnya.


"Apa tidak apa-apa kamu membatalkannya begitu saja?" Tanya Michelle.


"Mungkin kita hanya akan sedikit rugi, tapi itu lebih baik di bandingkan kita tetap pergi dan meninggalkan semuanya, karena bagaimanapun juga ada kemungkinan untuk mereka kabur meski di jaga dengan ketat." Jelas Joe.


**


Sementara di rumah lainnya, seorang gadis kecil sedang asik bermain bersama dengan kakak sepupunya keduanya terlihat begitu akrab terutama Valerie yang begitu senang bermain bersama Elang.


"Kakak, apa kau mau berjanji sesuatu?" Ucap Valerie.


"Katakan apa itu?" Sahut Elang.


"Jangan tinggalin aku sendiri sampai besar nanti." Ucap Valerie.


"Aku janji akan selalu bersama mu." Sahut Elang.


Kedua anak kecil itu membuat sebuah perjanjian dengan saling mengaitkan kelingkingnya, kejadian itu dengan tidak sengaja di lihat oleh kedua orang tua Valerie yang baru saja pulang dan hendak menemui keduanya. Vanya dan Ernan hanya saling tatap tanpa sebuah kata yang mereka ucapkan sampai akhirnya Valerie menyadari kehadiran kedua nya dan berlari ke arah mommy Daddy nya.


Sementara dengan Elang hanya tersenyum manis melihat Valerie yang berlari memeluk kedua orang tuanya, Elang mengambil sebuah pita dan membentuknya menjadi sebuah gelang yang cantik ia menghampiri Valerie dan meraih tangan kiri nya yang kemudian memasangkan gelang pita itu.


"Apa itu hanya untuk Valerie? mana untuk Tante?" Tanya Vanya.


"Tante minta aja sama om Ernan." Sahut Elang yang menggemaskan.


"Ah baiklah, wahai tuan Ernan apa kau mau memberikan sebuah gelang pita?" Ucap Vanya.


"Akan ku berikan beserta toko pita nya." Sahut Ernan.


"Ayo, biarkan mereka bermain kembali." Ucap Ernan kembali menarik Vanya masuk ke kamarnya.


Kini tinggal lah dua anak kecil yang masih berdiri di tempat itu.


"Kamu harus berjanji untuk selalu menjaganya, jika aku sudah dewasa nanti akan ku ganti dengan gelang yang lebih cantik dari itu." Ucap Elang.


"Baiklah karena kamu sudah berjanji untuk menggantinya aku akan menjaganya sebaik mungkin." Sahut Valerie.


Keduanya pun saling melemparkan senyuman satu sama lain.


***


Bersambung. . .