Virgin (True Love)

Virgin (True Love)
Bab 49



Di sebuah altar pernikahan, seorang pria telah berdiri menunggu mempelai wanitanya. Dengan berpakaian jas putih serta tataan rambut yang begitu rapi membuat ia mengeluarkan auranya tersendiri. Tak lama seorang wanita berbalutkan gaun putih dengan wajah yang tertutup berjalan menuju Lucas yang telah menunggunya.


"Sial! kenapa semua ini harus terjadi? aku gak boleh kalah darinya!" Gumam Lingga yang geram dengan apa yang terjadi.


Ia pun menyuruh Luna untuk melakukan sesuatu bersama dengan kekasihnya itu untuk menggagalkan pernikahan itu. Keempat orang yang telah siap dengan tugasnya masing-masing selalu mengawasi gerak-gerik ketiga orang licik itu. Pada saat janji suci pernikahan akan terucap dengan secara tiba-tiba seorang wanita asing datang dan menghentikan semuanya.


"Tunggu! pernikahan ini gak boleh terjadi!" Ucap wanita itu.


"Siapa kamu?" Tanya Lucas.


"Kenapa kau tega melakukan semua ini Lucas?! aku bahkan sedang mengandung anak kamu, kenapa kamu malah menikahi wanita lain?!" Ucap wanita itu.


Semua orang tercengang ketika mendengar sebuah pernyataan dari wanita itu. Dengan cepat Ian melaksanakan tugasnya, ia segera mengenakan seragam perawat dan menghampiri wanita itu serta menyeretnya pergi.


"Maaf semuanya, dia hanya pasien gangguan jiwa yang kabur." Ucap Ian sambil membawa paksa gadis itu.


"Yak! lepaskan aku, aku tidak gila!" Ucap wanita itu berontak.


"Jika kamu tidak gila, siapa yang menyuruh kamu melakukan ini?" Ucap Ian.


"Jika kau berani berbohong, aku gak segan untuk menarik pelatuknya." Bisik Ian menodongkan pistol mainan di punggung gadis itu.


Dengan tubuh yang gemetar dan ketakutan, akhirnya gadis itu mengakui kalau semuanya atas suruhan Luna dan kekasihnya. Mendengar pernyataan itu, Luna mencoba membantah dan membela dirinya kalau dia di fitnah, namun mereka tidak bisa mengelak lagi ketika Ernan datang bersama dengan semua bukti dan beberapa orang polisi.


Sebuah rekaman video dan rekaman suara diputarnya, hingga membuat Lingga tidak bisa untuk mencari alasan lain lagi. Polisi yang telah siap, segera menangkap Lingga dan yang lainnya kecuali Lucas. Bagaimana bisa? Ya, karena Lucas selama ini hanya berpura-pura berada di pihak Lingga, awalnya ia memang berniat untuk merebut posisi Ernan, namun setelah kejadian yang menimpa kakak sepupunya itu, ia lebih memilih untuk menjaga semua yang seharusnya menjadi milik Ernan dan mengembalikan pada pemiliknya.


Keyakinan Lucas yang di pendam selama ini ternyata benar, kalau Ernan masih hidup dan bersembunyi di suatu tempat sampai akhirnya asistennya sendiri yang menemukan keberadaan Ernan dan mempertemukan keduanya.


Flashback. . .


Malam sebelum hari pernikahan tiba, Lucas mendatangi rumah persembunyian Ernan bersama dengan asistennya. Sempat tidak percaya kalau Ernan benar masih hidup tapi itulah kenyataannya.


"Lucas, bagaimana bisa kau ada disini?" Tanya Vanya setengah kaget.


"Besok hari pernikahan kita, kenapa kau masih disini bersama dengan pria lain?" Tanya Lucas.


"Siapa yang kau sebut pria lain?" Tanya balik Ernan.


"Ow, apa ini kak Ernan sepupu ku?" Ucap Lucas.


"Apa lagi yang kau inginkan? bukankah kau telah memiliki segalanya?" Tanya Ernan.


"Masih kurang satu, dan itu adalah dia." Ucap Lucas menunjuk Vanya.


Dengan wajah yang penuh amarah membuat Ernan tidak bisa menahan emosinya lagi, ia mengepalkan tangannya dan hendak memukul wajah adik sepupunya, namun tangannya terhenti ketika Lucas tertawa begitu kencang.


"Yak! apa yang kau tertawaan?" Tanya Vanya.


"Ckckck, tenanglah kakak aku datang kesini bukan untuk mencari keributan, tapi untuk meluruskan masalah aku ingin bekerjasama dengan kalian." Ucap Lucas.


Flashback off


"Kau tidak bisa mengelak lagi Tante! walau aku tau kamu adalah tantenya Ernan tapi aku gak bisa melepaskan mu begitu saja, terlebih kau telah membunuh kedua orangtua ku!" Bentak Vanya.


"Kalian semua akan mendapatkan balasan lebih dari ini! termasuk kamu Joe! dasar anak tidak tau diri!" Teriak Lingga yang terus berontak.


Polisi pun segera membawa mereka pergi dari tempat itu. Lalu bagaimana dengan pernikahannya? Ya, semua tidak kacau begitu saja, Vanya yang telanjur mengenakan gaun pengantin melangsungkan pernikahan nya bersama dengan Ernan yang telah siap dengan segalanya.


Ikrar janji suci pernikahan pun terucap dari keduanya, suara gemuruh tepuk tangan terdengar begitu meriah, semua orang tidak percaya dengan kemunculan Ernan yang secara tiba-tiba namun itulah kenyataannya. Kini mereka telah sah menjadi pasangan suami istri, ucapan demi ucapan pun silih berganti di ucapkan para tamu undangan.


"Terimakasih telah menjaga semuanya." Ucap Ernan pada Lucas.


"Sudah menjadi tugas ku sebagai seorang adik." Sahut Leo.


"Hei kakak! bagiamana kamu bisa selamat? dimana kau selama ini bersembunyi?" Tanya Carla.


"Kau siapa?" Tanya Ernan.


"Yak! apa kau amnesia? aku adik mu gadis kecil paling imut, paling cantik dan paling seksi." Sahut Carla.


Ernan tertawa kecil melihat tingkah adiknya semakin dewasa namun terkadang masih kekanakan, ia memeluk Carla dengan penuh kasih sayang.


"Selamat ya, akhirnya kapal kalian berlabuh juga setelah terhalang beberapa masalah." Ucap Carla.


"Ernan.. selamat untuk pernikahan kalian, segera buatkan cucu untuk mama, oke?" Ucap nyonya Liu.


"Makasih ma, maaf aku udah buat mama sakit." Sahut Ernan.


"Jadilah suami yang baik, dan untuk kamu Vanya mama harap kamu mampu melahirkan banyak cucu untuk mama." Ucap nyonya Liu.


"Satu aja proses nya lama, gimana banyak?" Batin Vanya seraya tersenyum.


Setelah berkumpul, kini saatnya Vanya untuk melemparkan bunga yang di genggamnya, dengan membelakangi para tamu dalam hitungan tiga gadis itu melemparkan bunganya hingga jatuh dalam genggaman Michelle.


"Kyaaa... Joe cepat lamar Michelle..." Teriak Vanya.


Lamar... lamar... lamar... Teriakan dari beberapa tamu yang di iringi tepuk tangan akhirnya membuat Joe berlutut di hadapan kekasihnya nya dan mengucapkan kata cinta yang begitu manis yang di akhiri dengan sebuah lamaran. Seketika Michelle tersipu malu dan mengangguk menerima lamaran Joe.


Resepsi pernikahan di gelar dengan begitu meriah, semua tamu ikut bahagia dalam pesta yang di adakan sampai larut malam, beberapa jamuan serta minuman berkelas menjadi pelengkap pesta tersebut. Namun di balik kebahagiaan mereka terselip rasa sakit yang mendalam dalam diri seseorang yang ikut hadir dalam ruangan itu.


Tap.. tap.. tap... Suara langkah kaki seseorang menghampiri Vanya yang sedang berbincang dengan sahabatnya. Ia mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat


"Selamat ya, akhirnya mimpi kamu menikahi pria kaya terwujud, semoga kalian bahagia." Ucap Shita tersenyum miring.


"Makasih loh, udah repot-repot datang kesini. Gimana dengan kabar hati mu? masih aman kan?" Sahut Vanya yang berbalik menyeringai.


Akan kah pernikahan Vanya berlanjut bahagia? atau bahkan sebaliknya?


***


Bersambung. . .