
Suasana tegang yang menyelimuti Vanya kini perlahan mulai menghilang ketika tangan Ernan menggenggam nya kembali. Ia pun mengeluarkan senyumnya dan mendekat ke arah Shita.
"Sepertinya mimpi ku belum berakhir, bahkan semuanya baru di mulai bersiaplah untuk jatuh ke jurang yang lebih dalam nona Shita." Ucap Vanya dengan suara yang begitu menekan.
"Ekhem.. perhatian semuanya, maaf jika kejadian yang tidak di inginkan seperti ini harus kalian lihat." Ucap Vanya.
"Perkenalkan nama ku Vanya, aku salah satu mahasiswi jurusan desainer, wanita yang ada dalam foto itu benarlah aku, tapi aku datang ke tempat itu tidak sendiri, aku selalu di temani oleh kekasih ku kemanapun aku pergi dan semua pria yang ada dalam foto itu temannya Ernan, bukan begitu sayang?" Ucap Vanya dengan sebuah alasan dan tersenyum ke arah pria di sampingnya.
"Ahh.. satu lagi, bahkan nona Shita pun pernah pergi bersama ku, benarkan nona Shita yang terhormat?" Sambung Vanya.
"Yak! atas dasar apa kau menuduhku seperti itu?!" bentak Shita yang tidak terima.
Dengan segera Vanya mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto Shita yang tengah mabuk, semua orang tercengang melihat foto itu mereka tak percaya dengan Shita yang seorang wanita terhormat dari keluarga terpandang memiliki kelakuan yang seperti itu.
"Cukup Vanya! jangan membawa orang lain kedalam masalah mu! om tidak percaya jika Ernan pergi ke tempat seperti itu kecuali kamu yang menggodanya hanya demi uang!" Ucap Richard.
Sakit, sesak, begitulah kira-kira perasaan yang dialami Vanya untuk saat ini, ingin rasanya ia menjerit dan menangis namun semua itu tidak bisa ia lakukan terlebih lagi di hadapan semua orang. Gadis itu hanya bisa menguatkan diri sebisa mungkin agar tidak di pandang sebagai wanita lemah.
Michelle yang melihat semua kejadian itu tidak bisa hanya tinggal diam, ia hendak melangkah ke arah Vanya namun langkahnya di hentikan oleh Joe yang melihat kedatangan Leo menghampiri Ernan.
"Joe, apa yang kau lakukan? aku hanya ingin membantunya dan menjelaskan semuanya." Ucap Michelle.
"Diam lah, aku yakin kak Ernan tidak akan tinggal diam." Sahut Joe.
"Ow, jadi sekarang kamu memanfaatkan Ernan untuk menjadi sandaran hidup kamu? apa kau telah lelah menjadi seorang wanita malam?" Ucap seorang pria yang datang bersama dengan Luna.
Sontak Vanya pun terkejut melihat sosok pria yang tidak asing baginya itu, ia tidak percaya kalau dirinya akan bertemu lagi dengan seorang pria baj!ngan yang telah berselingkuh di belakangnya dan bahkan bercinta di hadapannya.
Ya, dia adalah Regan mantan kekasih Vanya yang kini menjalin hubungan bersama dengan Luna adik sepupunya Ernan dan kakak kandung dari Joe.
"Hentikan ucapan mu dasar pria brengsek!!" Ucap Vanya yang telah di kuasai amarah.
Karena sudah terlanjur terbongkar, Vanya pun mengatakan semua kebenaran nya ia menceritakan kehidupannya dan juga masa lalunya bersama dengan Regan. Alih-alih percaya, semua orang disana semakin membenci Vanya atas tuduhan pada Regan yang menurut mereka tidaklah benar, karena dalam pandangan mereka Regan adalah sosok pria yang begitu baik.
Lingga yang tidak terima atas ucapan Vanya mengangkat sebelah tangannya dan hendak menampar gadis yang telah terpojokkan itu karena telah memfitnah calon menantunya, namun dengan sigap Ernan menahannya dan memberikan sebuah dokumen pada papa dan juga mamanya.
"Kalian buka dokumen itu, dan lihat kebenarannya." Ucap Ernan.
Dengan cepat tuan Richard dan nyonya Liu pun membuka dokumen itu dan terlihatlah sebuah foto bersama dengan kronologis kejadian di masa lalu yang menyebabkan kematian kedua orangtua Vanya.
"Kenapa mereka menyebutkan nama mama dan papa?" Batin Vanya.
"Darimana kamu mendapatkan semua ini? bahkan semuanya sudah berlalu selama bertahun-tahun." Ucap Richard.
"Tentu saja aku mendapatkan dari putrinya." Sahut Ernan.
Mendengar apa yang di katakan Erman membuat Vanya semakin tak mengerti, bagaimana bisa dia kenal dengan mama dan papanya?
Ya, Edric dan Milly adalah salah satu kerabat dekat Richard dan juga Liu, bahkan Edric menanam saham di perusahaan Richard sebesar 10%. Kejadian malam itu adalah hari terakhir dimana mereka bertemu sebelum akhirnya keluarga Edric dinyatakan meninggal termasuk dengan Vanya. Namun seseorang telah menutup kasus itu hingga di klarifikasi bahwa itu murni kecelakaan.
"Jika selama ini kita mengira kalau Vanya telah meninggal dalam kejadian itu, semuanya salah besar!" Ucap Ernan.
"Vanya selamat dari kecelakaan itu, ia di sembunyikan oleh seseorang yang identitasnya sampai sekarang belum di ketahui siapa, dia melakukan segala macam cara untuk bekerja hanya demi bertahan hidup, apa itu salah?" Jelas Ernan.
Vanya yang sedari tadi membendung air matanya akhirnya pertahanan itu bobol, buliran air mata perlahan menetes dan membasahi pipi gadis itu. Lingga yang awalnya terlihat begitu marah kini berjalan mundur dan menggelengkan kepalanya seolah ia tak percaya jika Vanya adalah putri dari tuan Edric.
"Bagaimana kau bisa kenal dengan orangtua ku?" Tanya Vanya.
"Dari pertama aku melihat kamu, semuanya tidaklah terlalu begitu asing, dan apa kamu ingat waktu aku ingin tidur di kamar mu? aku menemukan bukti kalau kamu gadis kecil yang selama ini aku cari." Ucap Ernan.
"Setelah kecelakaan itu, aku gak langsung percaya kalau kamu tidak selamat, dan selama itu aku selalu mencari keberadaan kamu, entah dengan kebetulan atau bukan Leo mempertemukan kita kembali, ternyata felling aku gak salah kalau kamu adalah gadis kecil itu." Jelas Ernan.
Kini Vanya telah paham kenapa pria itu tidak mau melepaskannya dan mengakhiri perjanjian kontrak untuk Vanya menjadi pacar bayarannya dan memilih untuk menjalin hubungan yang begitu nyata. Ia pun mulai mengingat samar-samar kalau dulu pernah memiliki seorang teman laki-laki yang usianya jauh berada di atasnya bahkan bertemu sebelum kejadian itu terjadi.
"Sekarang aku mengerti dengan kenyamanan yang selalu aku rasakan ketika bersama mu, ternyata kamu orang yang aku kagumi semasa aku kecil, kamu telah banyak berubah Ernan sampai aku tidak bisa mengenali mu sama sekali." Ucap Vanya yang menatap wajah Ernan.
Suasana yang awalnya terasa tegang kini berubah menjadi haru, setelah mengetahui siapa Vanya sebenarnya, nyonya Liu dan tuan Richard pun menghampiri Vanya dan memeluknya dengan begitu erat, mereka bersyukur kalau ternyata Vanya masih hidup dan akan menjadi pendampingnya Ernan.
"Jika itu bukan kecelakaan, lalu siapa yang sengaja mencelakainya dan siapa yang telah menyembunyikan Vanya?" Tanya nyonya Liu.
"Aku akan segera mencari tau dan mengungkap semuanya." Ucap Ernan.
Acara yang sempat terhenti beberapa saat karena ulah Lingga dan Shita kini berjalan dengan semestinya, Ernan telah resmi menjadi pemegang perusahaan utama dan rencana pernikahannya dengan Vanya pun telah di putuskan.
***
Bersambung. . .