Virgin (True Love)

Virgin (True Love)
Bab 71



Tiga tahun kemudian. . .


"Aunty Rumi... bisakah kau membantu ku?" Ucap Valerie yang telah pandai bicara.


"Kenapa sayang?" Sahut Arumi.


"Tolong ikatkan rambut ku, aku mau terlihat cantik di acara pernikahan aunty Carla." Ucap Valerie.


"Baiklah, sini aunty ikat rambut mu."


Arumi pun mulai mengikat rambut panjang Valerie dan menempelkan sebuah jepitan cantik sebagai pelengkapnya. Setelah selesai dengan riasannya, Valerie berlari menuju kamar orangtuanya.


"Sayang bisa bantu aku mengikat tali nya?" Ucap Vanya yang meminta bantuan Ernan untuk mengikat tali baju bagian belakangnya.


"Baiklah." Sahut Ernan yang mulai mengikat tali tersebut.


Melihat punggung mulus istrinya membuat pikiran Ernan sedikit jadi nakal, dengan sengaja ia menyentuh punggung Vanya dengan sentuhan lembutnya serta kecupan yang ia berikan di pundak istrinya itu membuat tubuh sensitif Vanya sedikit bergetar karena rasa geli yang ia rasakan. Tak hanya itu, Ernan kemudian melingkarkan tangannya di pinggang langsing istrinya dan terus menggodanya.


"Hei.. apa yang kau..." belum selesai Vanya bicara, dengan cepat Ernan melahap habis bibir mungil istrinya itu.


Di tengah ciumannya, pintu yang kebetulan tidak terkunci tiba-tiba terbuka lebar dan nampak lah seorang gadis kecil di yang berdiri di ambang pintu, Vanya langsung melepaskan ciumannya dan menoleh ke arah pintu bersamaan dengan suaminya.


"Mommy.. Daddy.. kalian ngapain?" Tanya Valerie.


"Mommy lagi siap-siap sayang, kamu udah selesai?" Sahut Vanya.


"Em, aku udah cantik bagaikan putri kerajaan." Ucap Valerie yang berputar mengambangkan dress-nya.


"Oow... putri Daddy begitu cantik, persis seperti mommy nya." Ucap Ernan yang menggendong Valerie.


"Daddy juga tampan, bagaikan seorang raja yang gagah." Sahut Valerie.


"Kamu tau darimana kata itu sayang?" Tanya Vanya.


"Aunty Rumi sering bacain aku dongeng mom." Sahut Valerie.


Setelah selesai mereka pun bergegas turun dan memasuki mobil yang telah di siapkan leo. Dengan sengaja Ernan mengemudi mobilnya sendiri untuk memberi ruang pada Leo dan Arumi. Sesampainya di sebuah gedung, kedatangan Ernan bersama dengan keluarganya di sambut oleh beberapa tamu undangan yang telah hadir dalam acara pernikahan Carla dan Ian,


Terlihat sosok pengantin wanita yang di gandeng oleh papanya berjalan menuju sebuah altar yang dimana seorang pria tampan telah menunggunya untuk mengucapkan sebuah janji pernikahan. Tuan Richard pun memberikan putrinya pada pria yang telah ia percaya sebagai menantunya, sebuah janji suci pernikahan berhasil keduanya ucapkan dan sepasang cincin pun melingkar di jari manisnya masing-masing, terdengar suara gemuruh tepuk tangan dari semua orang yang menyaksikan acara sakral itu dan di akhiri dengan sebuah ciuman dari pengantin yang baru sah menjadi suami istri.


"Aunty Carla..." Teriak Valerie yang turun dari sebuah kursi dan berlari ke sebuah pelaminan.


"Hello.. my little princess." Sahut Carla mencubit pelan pipi Valerie.


"Aunty cantik, aku jadi ngiri." Ucap Valerie.


"Kamu juga tak kalah cantik sayang." Sahut Ian.


"Apa uncle menyukai ku?" Tanya Valerie.


"Tentu saja uncle menyukai mu dari dulu dan untuk selamanya." Sahut Ian.


"Woahh.. ternyata aku banyak penggemar di keluarga ini, mereka semua bilang menyukai ku." Ucap Valerie.


Setelah berbincang dengan Carla dan Ian, Valerie berlari ke arah Oma opa nya untuk mendapatkan pujian yang sama.


"Tentu sayang, cucu Oma selalu yang paling cantik." Sahut nyonya Liu.


"Opa bagaimana menurut mu?" Tanya Valerie.


"Biasa saja." Sahut tuan Richard sengaja menggoda cucu nya.


"Yak! opa jahat, aku gak suka!"


"Hahaha.. kau begitu lucu, terlihat lebih cantik manyun seperti itu." Ucap tuan Richard.


Senyum Valerie pun kembali melebar, ia berlari kembali menghampiri Elang yang telah menjadi teman bermainnya di usia dini, kedua anak yang begitu akrab serta sepupuan itu kini bermain bersama di acara pesta pernikahan tantenya sampai akhirnya Valerie berlari keluar ruangan dan tak sengaja ia menabrak seseorang yang baru saja tiba.


Dengan perlahan Valerie mendongak dan melihat orang yang telah di tabraknya, terlihat lah seorang wanita yang tidak lagi muda bersama dengan seorang wanita yang kira-kira seusia dengan mommy nya.


"Maaf Oma, aku gak sengaja." Ucap Valerie meminta maaf dan membungkuk.


Wanita itu membungkuk dan mengusap pipi Valerie serta tersenyum akrab, sementara dengan gadis kecil itu hanya terdiam menatap wanita yang kini berada di hadapannya yang sedang membelai rambut dan kepalanya, sampai akhirnya suara teriakkan Elang yang memanggilnya menyadarkan Valerie dan menoleh ke belakangnya.


"Yak, kamu ngapain disini? ayo masuk, mommy Daddy kamu nyariin." Ucap Elang yang menarik Valerie dan kembali masuk kedalam ruangan itu.


Sesampainya di dalam, Valerie menceritakan semuanya pada orangtuanya, dengan cepat Ernan mengutus bawahannya untuk melihat siapa yang telah mengajak Valerie bicara 5 menit lalu, namun mereka tidak bisa mendapatkan apapun karena orang itu telah pergi setelah Valerie masuk ke dalam.


"Maaf tuan, kami tidak bisa menemukan siapapun di luar, kemungkinan dia telah pergi setelah non Valerie masuk." Jelas salah satu bawahan Ernan.


"Baiklah, kalian boleh kembali awasi setiap sudut jangan sampai ada orang asing masuk, karena saya tidak ingin ada yang merusak acara ini." Tegas Ernan.


"Siap tuan."


*


"Vale sayang, kalau ada orang yang tidak kamu kenal mengajak bicara, jangan asal akrab ok? terlebih itu orang dewasa."


"Baik dadd, tapi kelihatannya orang tadi begitu baik." Sahut Valerie.


"Setiap orang pasti mempunyai sebuah cara untuk mereka memasang topeng nya dengan begitu rapi, dan mulai sekarang kamu harus tau kawan dan mana lawan." Ucap Ernan.


"Apa itu sulit?" Tanya Valerie.


"Tidak, akan Daddy ajarkan nanti." Sahut Ernan.


Selesai bicara dengan Valerie, Ernan menyuruh istrinya untuk menjaga putri kecil semata wayangnya itu sementara dengan nya, ia bergegas keluar.


"Apa tadi kalian menemukan seorang tamu tanpa sebuah kartu undangan?" Tanya Ernan pada petugas yang menjaga keamanan di dalam.


"Benar tuan, tdi ada dua orang wanita yang memaksa masuk, namun dengan kedatangan non Valerie, mereka pergi begitu saja." jelas sang petugas.


"Jika bukan tamu undangan Carla, lalu siapa mereka? gumam Ernan yang kemudian kembali kedalam dan menikmati pestanya.


****


Bersambung...