V

V
<[ EPISODE 8 ]>



"Tidak ada Master. Aku telah menyuruh mereka untuk membantu para saudara yang lainnya, karena kupikir setelah menemui para tahanan, Master akan langsung membunuhnya." balas Tom "Master, hukum aku atas kelalaianku dalam bertugas." mohonnya sambil membungkukkan tubuhnya. Ia panik Aldrich Éclair akan murka kepadanya, sehingga dengan suka rela ia meminta untuk dihukum.



"Aku tidak tahu sejak kapan V berdiri di sana memperhatikan kita."



"Master, hukum saja aku yang bodoh ini." pinta Tom yang kini sudah bersujud di kaki Aldrich Éclair.



"Bangunlah, aku tidak bermaksud merahasiakan apapun darinya." Aldrich Éclair yang mengenal betul bagaimana Tom yang tidak akan bangun dari sujudnya tanpa menerima hukuman, berjalan meninggalkan Tom tanpa menunggunya membalas kalimat terakhirnya.



Aldrich Éclair menemukan V tengah duduk di bangku nimfeum. Duduknya tidak tenang, terlihat tampak cemas.



"Apa yang tengah kau pikirkan?" tanya Aldrich Éclair yang sudah berdiri di hadapan V. Ia tampak begitu terkejut hingga langsung berdiri dari duduknya. Wajahnya kini diliputi oleh rasa takut.



"Pa-papah, ka-kau di sini." katanya gugup sehingga kalimatnya terdengar seperti pernyataan. Aldrich Éclair tidak menjawab kalimatnya, hanya diam menatap tanpa ekspresi. Membuat V semakin merasa ketakutan.



Ia tidak peduli dengan hukumannya nanti, yang ia pedulikan apa yang harus ia lakukan sekarang, "Pa-papah maaf... maafkan aku..." tangis sudah lebih dulu mengambil kendali.



Aldrich Éclair kini merebahkan dirinya agar tingginya sejajar dengan V, "Jangan lakukan hal seperti itu lagi. Kau tidak perlu mengendap-endap untuk tahu urusanku, kau bisa menanyakannya langsung padaku."



"Papah, aku mana berani melakukannya. Papah, percayalah kepadaku." V mengangkat tangan Aldrich Éclair setinggi dadanya, "Mamah memintaku untuk menemui Papah, Mamah bilang Paman Chad telah menunggu di halaman depan. Mamah sudah berada di dalam mobil menunggu kita." jelas V dengan isak tangisnya.



"Baiklah." Aldrich Éclair telah berdiri mengangkat tubuh V. "Jadi apa yang telah kau dengar?" tanyanya sambil berjalan meninggalkan ruang nimfeum.



"Penyerangan dilakukan oleh sekelompok organisasi Bintang Delapan, mereka merupakan pion dari Zero Corp., salah satu pesaing bisnis Papah. Kemudian Papah memerintah agar Dark Shadow memberi hukuman pada mereka." V menjelaskan apa yang telah ia dengar saat di ruang bawah tanah.



"Perlu Papah ralat sedikit. Papah tidak memberi mereka hukuman, hanya memberikan mereka salam hangat." tukas Aldrich Éclair.



"Apakah itu berbeda pah?" tanya V cepat karena tidak mengerti makna yang tersirat sebenarnya.



"Tentu berbeda. Nanti kau akan mengetahui perbedaannya." balas Aldrich Éclair.



"Papah? Bolehkah aku pergi mencari keadilan?" tanya V setengah berharap sebab Aldrich Éclair memberinya lampu hijau.



Aldrich Éclair menghentikan langkahnya. Menatap V lamat-lamat. Tatapan itu penuh dengan selidik, padahal V berharap jika Aldrich Éclair mengizinkannya untuk menyentuh dunia bawah tanah. Karena hanya dengan begitu ia akan mengerti apa yang telah terjadi sebenarnya.



"Apa kau mengerti keadilan apa yang kau cari?" tanya Aldrich Éclair merasa tidak setuju dengan permintaan V.



V menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan, "Papah, aku mengerti kekhawatiran Papah. Maafkan aku yang telah membuat Papah cemas." balas V, "Tapi Papah, dunia yang sudah tidak lagi menjadikan rasional sebagai tolak ukur. Keadilan bahkan telah mengganti semboyannya, bukan lagi bepegang teguh pada kebenaran, melainkan pada isi dompet setiap orang yang menuntut keadilan." jelas V sorot matanya menampakkan keyakinan.




Aldrich Éclair menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan putrinya, bukan perkara kebenaran yang dikatakannya. Melainkan siapa yang mengatakannya. V masih begitu muda umurnya baru menginjak sembilan tahun, tapi pemikirannya begitu jauh kedepan. 'Entah, penderitaan apa yang telah ia hadapi hingga membuatnya memilih pada pendewasaan. Batin Aldrich Éclair.



Aldrich Éclair tidak pernah menguak masa lalu V yang sebenarnya. Ia tidak pernah mengizinkan V untuk berbicara mengenai siapa dirinya, begitu egois memang. Mengubur identitas seseorang tanpa memikirkan lebih jauh bagaimana perasaannya. Aldrich Éclair hanya memikirkan segala yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya.



V menganggap identitas barunya adalah karunia semesta sebab memberinya kesempatan untuk kembali mengukir sejarahnya dari awal. Bukan tentang melupakan duka yang menjadi mimpi buruknya selama ini, ataupun menafikkan bahwa dulu pernah ada dua orang manusia yang begitu berbahagia menerimanya hadir, melainkan tentang seberapa tabah ia mensyukuri apa yang telah semesta gariskan untuknya. Ia tidak akan pernah mengutuk apa yang telah menjadi takdirnya, karena takdir hadir untuk diterima bukan untuk dihina. Persetan dengan segala euforia dan nelangsa yang saling tumpang tindih, mereka hanyalah bumbu penyedap dari kisah hidup yang dimasak dengan rasa ikhlas dan rasa sabar.



"Baiklah. Sebelum itu, masih ada beberapa pelatihan khusus yang harus kau hadapi sebelum terjun ke lapangan. Aku sendiri yang akan melatihmu." balas Aldrich Éclair mengabulkan permintaan V. Mereka melanjutkan perjalanan mereka.



✌✌✌



Selama mansion rumah utama keluarga Éclair direnovasi, mereka tinggal di sebuah villa yang terletak di pinggir kota Yupiter. Villa Yupiter tidak sebesar mansion rumah utama, bangunan ini berbentuk rumah minimalis yang memadukan gaya modern dengan gaya kuno. Villa Yupiter memiliki tiga lantai dengan dinding yang dominan berlapis kaca. Jika melihat villa ini dari tampak luar, akan terlihat halaman depannya begitu sempit. Namun halaman belakangnya begitu luas membentang.



V melakukan pelatihan intensifnya dengan Aldrich Èclair dan Zac secara berkala. Mereka melatih kecepatan dan kelincahan V dalam bertarung dengan tangan kosong ataupun dengan senjata. Mereka melatih kecerdasan V untuk menghadapi segala kondisi. Seluruh indra yang dimiliki oleh V ditempa siang dan malam. Satu kemampuan yang begitu sulit bagi V yakni, merasakan keberadaan lawan. Mengasah kesadaran akan keberadaan lawan tidak semudah mengasah kekuatan fisik.



Untuk memberi dorongan semangat, Aldrich Éclair memperkenalkan V dengan orang-orang hebat dari Dark Shadow ataupun Light Éclair yang merupakan anak didik Aldrich Éclair. Zac merupakan salah satu anak didik terdekatnya.



Zac hanyalah nama sandi yang ia gunakan tatkala menjalankan misinya sebagai agen pembunuh bayaran. Laki-laki berusia 23 tahun ini memiliki nama lengkap Zac Ewald. Zac memiliki kulit yang coklat eksotis dengan bentuk badan yang proposional. Wajahnya tampan, meski tidak setampan Aldrich Éclair. Rambutnya berwarna abu-abu dipotong pendek tanpa poni.



Tingkat lencananya memang Master Bintang Emas, namun sebenarnya tingkat kemampuannya telah mencapai Grand Master, hanya saja Zac tidak mau lagi mengikuti tes kenaikan tingkat karena mengingat perseteruannya dulu dengan Eduardo Stevenson.



Zac memegang keamanan wilayah barat, sekaligus menjadi Kapten keamanan keluarga Éclair. Aldrich Éclair memaksanya untuk melanjutkan sekolahnya di salah satu Universitas Negeri Mars jurusan Manajemen Bisnis.



Sore menjelang malam, Aldrich Éclair telah duduk di ujung meja berbentuk persegi panjang, bersama dengan anak didiknya. Di sampingnya duduk V mengenakan pakaian kasual dengan pernak-pernik di rambutnya. Zac berada di samping kiri berhadapan dengan V. Tom telah duduk rapih di atas bangku mengenakan kemeja putih dan blezer hitam. Terlihat begitu mempesona dan fashionable. Tom adalah orang yang V temui bersama dengan Aldrich Éclair di ruang bawah tanah beberapa bulan yang lalu. Tom memiliki nama asli Thomas Wycliff berumur 25 tahun, ia yang mengurus bisnis senjata ilegal perusahaan Dark Shadow. Ia juga seorang hacker kelas kakap yang menjadi informan rahasia Dark Shadow.



Seorang wanita di sebelah Tom mengenakan pakaian serba hitam. Rambutnya panjang bergelombang berwarna kuning. Ia tersenyum menatap ke arah V sebab menyadari sepasang mata V yang menatap ke arahnya. Namanya Candy Gaynor berumur 23 tahun, dengan kode Alice. Seorang pembunuh profesional Master Bintang Emas. Ia seorang CTO (Chief Technology Officer) perusahaan Light Éclair.



Wanita di atas meja itu tidak hanya Alice, masih ada satu wanita lagi dengan rambut pendek sebahu. Namanya Umaru Mio Hideko berumur 23 tahun, nama sandi UMR. Seorang pembunuh bayaran Bintang Emas yang memegang jabatan sabagai CFO (Chief Financial Officer) di perusahaan Light Éclair.



Di sebelah V duduk laki-laki muda yang sibuk memakan permen lolinya. Namanya Luka Manfrad berumur 15 tahun, nama sandi Evan. Ia seorang jenius dalam bidang IT, menjadi seorang informan khusus Dark Shadow. Ia yang mengembangkan program divisi game dan divisi telepon genggam perusahaan Light Éclair. Ia juga yang mengatur keamanan server perusahaan bersama dengan Tom.



Aldrich Éclair menatap jarum jam di tangannya, "Baiklah, kita mulai rapat kali ini tanpa RM. Seperti yang telah kita ketahui akhir-akhir ini marak bermunculan sindikat yang mengatas namakan Dark Shadow dalam melakukan tindak kriminal. Hingga nama Dark Shadow terekspos ke seluruh media masa. Aku telah melihat video yang terunggah di beberapa media sosial, meminta kalian untuk menelusuri siapa mereka. Aku mempersilahkan kalian untuk membacakan hasil laporan masing-masing, silahkan." ujar Aldrich Éclair membuka rapat.



"Ah, tentu saja UMR di kecualikan. Ia sedang dibebas tugaskan." tambah Aldrich Éclair



"Master, mereka hanyalah organisasi kecil yang memanfaatkan memeras dan mencuri sebagai penghasilan utama mereka. Mengatas namakan Dark Shadow hanyalah untuk membuat takut korban mereka." Evan bersuara terlebih dahulu. Semua mendengarkan.