
Tak ada luka berat yang diderita V pasca kecelakaan pesawat. Hanya beberapa luka ringan dan memar di tubuhnya. V membuka matanya karena suara tangis L dan Q. Samar-samar ia melihat dua sosok tubuh mungil di samping kanan ranjangnya. Di belakang mereka berdiri kedua orang tuanya. Melihat V yang membuka kedua matanya, mereka mendekatkan diri untuk memastikan. V menyambut mereka dengan senyum lemahnya. Jemarinya dengan lemah mengusap kepala kedua adiknya secara bergantian.
"Kakak, katakan pada L bagian mana yang sakit?" binar di mata biru lautnya terlihat hangat dan menentramkan. Wajah L begitu mirip dengan Aldrich Éclair, gurat ketampanan telah terpancar di wajahnya. L mewarisi sikap dingin dan tak acuh dari Papahnya. Kehangatannya hanya ia berikan kepada keluarganya, ia tak pernah berniat membagi-bagikannya kepada orang lain.
Selain rasa pusing, V merasa sekujur tubuhnya terasa ngilu. Perasaan itu diperburuk oleh rasa mual di perutnya, "Kakak baik-baik saja." balasnya mengelus tangan adiknya. Ia tak ingin membuat orang lain semakin khawatir dengan kondisinya. Sehingga ia tidak melaporkan apa yang ia rasakan secara jujur.
V menatap wajah Q dengan bola mata hitam arangnya yang memancarkan kehangatan. Jemarinya mengelus lembut anak rambut Q. Berbeda dengan L, Q memiliki kepribadian yang lemah lembut dan pemalu. Wajah tampannya memang mewarisi wajah Aldrich Éclair dan kehangatan dalam dirinya diwarisi oleh Lynelle Éclair. Senyum tipis yang tak pernah lepas dari wajahnya memberi kesan hangat bagi siapa saja yang memandangnya.
Kecerdasan keduanya tidak diragukan lagi. L dan Q begitu haus akan ilmu pengetahuan. Q begitu menyukai ilmu astronomi, meskipun ia belum dapat membaca dengan lancar tapi ia bisa membaca gambar konstelasi serta menjelaskannya secara detail. Q sangat mengagumi seni lukis. Dengan melukis ia bisa memvisualkan apa yang ada di dalam imajinasinya.
Aldrich Éclair begitu mahir dalam melukis, pada waktu senggang ia selalu menghabiskannya dengan melukis. Awalnya Aldrich Éclair hanya memberikan Q beberapa cat minyak yang biasanya akan ditumpahkan ke lantai.
Q merasa senang melihat tumpahan cat minyak di lantai membentuk guratan warna yang berbeda dalam satu gumpalan. Karena rasa penasaran ia menggabungkan dua unsur warna yang mampu menghasilkan satu warna baru. Hingga akhirnya tangan kecilnya mengambil sebuah koas bersih, ia menumpahkan warna hasil eksperimennya di atas kanvas. Betapa terkejutnya Aldrich Éclair melihat Q mampu melukis langit senja dengan sempurna.
Berbeda dengan L yang lebih tertarik dengan ilmu sains. Rasa ingin tahu akan asal muasal membuatnya hobi bertanya tentang teori pembentukan segala sesuatu. Tak jarang Aldrich Éclair memberikan L dan Q berbagai macam buku ensiklopedia sebagai bahan referensi mereka dalam belajar.
L yang tidak begitu pandai dalam menyampaikan isi hatinya. Menjatuhkan cintanya pada dunia musik. Menurutnya musik mampu menampung seluruh rasa emosionalnya, menyalurkannya melalui harmonisasi nada-nada yang begitu indah. Kecintaannya kepada musik diprakarsai oleh hobi Lynelle Éclair yang selalu memainkan piano di ruang keluarga. L sering duduk di sampingnya memperhatikan jari jemarinya bergerak gemulai di atas tuts piano. Lynelle Éclair memperkenalkan tangga nada kepada L, menuntun jemari kecil L menekan balok piano.
"Maafkan kami yang terlalu sibuk sehingga tidak bisa selalu berada di sisimu. Maafkan kami yang melalaikan tugas untuk menjaga kalian." tutur Lynelle Éclair dengan isak tangisnya. Ia begitu tak kuasa menahan tangisnya walau Aldrich Éclair telah mencoba menenangkannya. V merasa tidak enak hati melihat Mamahnya menyalahkan dirinya atas musibah ini.
"Tidak Mah. Ini salahku yang tidak pandai dalam menjaga diri. Aku sangat mengerti kesibukan Papah dan Mamah, aku tidak pernah menyalahkan kalian. Jangan berkata seperti itu Mah." balas V. Ingin rasanya ia memeluk tubuh Mamahnya untuk menenangkannya. Tapi ia tak berdaya melawan rasa ngilu di sekujur tubuhnya. V sama sekali tidak mempermasalahkan kesibukan mereka. V sangat memahaminya.
Pada saat V berusia 11 tahun, Aldrich Èclair mengakuisisi sebuah perusahaan menengah di bidang fashion. Ia mengubah nama perusahaan tersebuh menjadi Lv&Q yang ia serahkan kepemimpinannya kepada isteri tercintanya. Sebab memang bisnis ini sangat cocok dengan Lynelle Èclair yang merupakan lulusan Fashion Designer. Di bawah kepemimpinannya Lynelle Èclair berhasil membuat Lv&Q dinobatkan sebagai Raja Fashion di negara Z.
Keberhasilannya tidak hanya sampai di situ. Lynelle Èclair telah membawa Lv&Q ke pasar fashion global setelah ia mengakuisisi perusahaan Victory 2000 yang telah memiliki pangsa pasar Asia. Perusahaan ini awalnya milik keluarga Lynelle Èclair yang telah dirintis oleh ayahnya, Shine Watson semenjak ia masih kecil. Setelah Ayahnya wafat perusahaan dikendalikan oleh Troy Radcliffe, suami dari saudari tirinya Violline Watson. Mereka gagal dalam memanajemeni perusahaan, sehingga membawa perusahaan Victory 2000 pada jurang kebangkrutan.
Sebelum akhirnya pengadilan ketuk palu dan aset-aset saham belum berada di pelelangan. Lynelle Èclair mengajukan proposal pembelian seluruh aktiva perusahaan Victory 2000 ke bursa saham. Tentu kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Troy Radcliffe, ia mengajukan persyaratan konyol kepada adik iparnya. Ia akan menyetujui pembelian aktiva perusahaan dengan harga 1.5 triliun apabila Lynelle Èclair bersedia menutupi kontrak obligasi perusahaan dengan beberapa bank, membayar hutang-hutang perusahaan yang telah mencapai 3.8 triliun dan terakhir membiarkan Troy Radcliffe untuk tetap memiliki setengah dari kepemilikan saham. Betapa tidak tahu malunya Troy Radcliffe.
Aldrich Èclair tidak membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Ia mengutus Tom untuk menyudutkan Troy Radcliffe menggunakan kekuatan mafianya. Ia juga meminta media menyorot isi perjanjian mereka, menjadikan isi perjanjian tersebut sebagai headline setiap kantor berita. Berita itu berhasil menjatuhkan harga saham ke titik terendah. Desakan dari Dark Shadow dan juga dari beberapa para investor yang menuntut hak mereka, membuat Troy Radcliffe dengan terpaksa menjual seluruh aktiva perusahaan kepada Lynelle Èclair dengan harga yang lebih murah dari sebelumnya.
Dengan dukungan finansial dari Aldrich Èclair, Lynelle Èclair berhasil membeli 100% saham perusahaan Victory 2000 dan juga telah membayar seluruh hutang-hutang perusahaan. Lynelle Èclair menjadikan Victory 2000 sebagai anak cabang dari Lv&Q.
Semakin berkembang perusahaan keluarga Èclair, semakin sibuk pula pasangan suami isteri ini. Sangat jarang sekali mereka menghabiskan waktu mereka di rumah, mereka lebih sering melakukan perjalanan bisnis di luar kota atau di luar negeri. Tak heran jika Lynelle Èclair begitu terpukul dengan musibah yang menimpa putri sulungnya.
"Jangan berkata seperti itu. Menurut Papah kau lebih dari mampu untuk menjaga dirimu sendiri. Tak ada yang perlu kita salahkan atau kita kutuk bersama karena musibah ini. Tak ada manusia yang bisa menghentikan ataupun menghindari musibah yang telah ditakdirkan akan terjadi padanya. Kita hanya perlu bersikap kuat dan berani menghadapinya. Tuhan selalu menghadirkan keindahan setelah kepedihan. Bersabarlah."
'Ah Papah. Perangaimu yang bijaksana, hati siapa yang tak tergerak untuk mengagumi pesonamu, Pah. Aku selalu mensyukuri takdir Tuhan yang memberiku kesempatan untuk menjadi anakmu, Pah. Batin V merasa begitu takjub.
Setelah pasca kecelakaan hari itu, V tidak terlibat secara langsung dalam bisnis Dark Shadow. Untuk sementara waktu ia mempercayakan Sky untuk memimpin pasukan elitnya dalam menjaga keamanan pendistribusian senjata api ke tangan klien.
Sebuah cahaya hologram melayang di atas sebuah kapsul perak. Tangan V dengan gemulai menggeser-geser jarinya di atas hologram. Memantau keberadaan paket yang akan didistribusikan kepada pelanggan. Tangannya menyusutkan sebuah jendela yang merepresentasikan angka penjualan, membuat jendela yang di belakangnya membesar. Sebuah peta dunia bergerak-gerak dihadapannya. Di setiap wilayahnya terdapat sebuah pin yang menandakan keberadaan paket dan para agennya. V memantau status pengiriman paket melalui tablet PC-nya di rumah.
Sebuah bintang merah muncul di ikon pesannya. V membacanya dengan perlahan. Ada rasa sakit yang ia sendiri tak mengerti penyebabnya. Evan melaporkan status protokol terakhir telah berhasil dijalankan, ia melampirkan beberapa data berisi laporan kematian Magaly Nyx. Selain berita kematiannya semua data yang berkaitan dengan Magaly Nyx telah terenkripsi, agar tak ada yang bisa menelusurinya lebih dalam.
V tersenyum kecut karena rasa sakit yang membuatnya terasa sesak. Ia tak mengenali rasa yang hadir dalam hatinya, karena ia memang tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya. V memang pernah kehilangan kedua orang tuanya, tapi hari itu hatinya belum setajam saat ini dalam mengenal sebuah kehilangan. V tidak bisa menahan rasa sakit yang terus menghancurkan bendungan air matanya. Ia menangis dalam kebingungan.
V bagaikan bintang yang kehilangan sinarnya. Jiwanya perlahan rapuh digerogoti oleh rasa hampa. Kekecewaan yang tak bertuan membuatnya kehilangan arah. Tak ada hasrat untuk melangkahkan kakinya. Sekali lagi ia menangis, mengutuk dirinya yang lemah tak berdaya.
Melihat V yang bagaikan seonggok daging bernyawa namun tak berjiwa, membuat L merasa iba. Liburan musim panas akan segera berakhir. Tapi belum ada hal spesial yang mereka lakukan bersama. Seminggu pasca V telah sadarkan diri, Aldrich dan Lynelle Éclair kembali sibuk dengan rutinitas mereka. Sehingga hanya ada V yang sibuk bermuram durja dan Q yang sibuk dengan lukisan-lukisannya.
Pada hari minggu L mengajak kedua saudaranya untuk berlibur ke taman bermain Fun Light. Awalnya V ingin menolak, tapi setelah melihat kedua adiknya begitu bersemangat, V menjadi segan menolaknya.
V mengenakan t-shirt berwarna putih polos dengan jaket jeans biru muda terikat di pinggangnya. V mengenakan celana pendek berwarna putih senada. Sendal sepatu yang ia pakai membuatnya terlihat santai. Rambutnya terkuncir kuda kesamping dengan aksesoris jepitan warna-warni. Penampilannya seperti anak kecil, karena memang itu tujuannya. Saat ia menjadi V Éclair ia akan menampilkan sosok dirinya yang kekanak-kanakkan, sedangkan saat ia menjadi Dionysus ia akan menampilkan sosok dirinya yang dewasa.
Dalam urusan pakaian L dan Q memiliki selera fashion yang sama. Sehingga mereka lebih sering menyelaraskan model pakaian mereka. Mereka mengenakan kemeja tak berkancing dengan t-shirt putih di dalamnya.
✌✌✌✌✌✌
*Terimakasih kepada teman-teman sekalian yang udah menyempatkan diri untuk mampir ke novel gw. Terima kasih untuk kalian yang udah like* setiap episodenya dan terimakasih juga buat kalian yang udah tinggalin jejak di kolom komentar.
Buat kalian para netizen yang bilang gw gak bisa apa-apa, sekarang gw mau memproklamirkan kehebatan gw ke kalian semua. Gw Leo yang dulunya gak bisa apa-apa sekarang gw udah bisa ngetik cepet di gadget gw. Gw gak akan diremehin lagi sama kalian. Gw sekarang bukan sampah yang suka nyepam di balon chat orang, sekarang gw bakalan nyepam di bar tambahkan episode selanjutnya. Sekarang gw hebatkan?
Meine Gruß Liebe,
-Leo.**