
V bangun setelah mendengar suara alarm dari jam weker milik Daffa. İa merasa ada yang aneh pagi ini. Tanpa pikir panjang V beranjak dari tempat tidurnya. Tentu saja mencari sesosok laki-laki yang hobi membangunkannya sebelum alarm berbunyi. V begitu terkejut saat ia tak berhasil menemukan Daffa di setiap ruangan. Dugaannya dibenarkan oleh lemari pakaian Daffa yang sudah kosong. V diam terduduk menatap lemari kosong milik Daffa. Tak ada sepatah katapun saat ia pergi.
Berkali-kali V mencoba menghubungi Daffa namun panggilannya sudah tidak tersambung. Daffa telah menonaktifkan ponselnya. V beranjak kembali ke kamar Daffa, mencari-cari jam tangan yang pernah ia berikan kepada Daffa. Jam tangan digital yang telah ia susupi dengan pemancar GPS sehingga ia selalu tahu dimana Daffa berada. V mencari-cari kesetiap sudut ruangan, hatinya berdoa agar Daffa mengikut sertakan jam digitalnya.
Doa V terkabulkan, setelah mencari-cari kesetiap penjuru ruangan ia tak berhasil menemukan jam digitalnya. V mencari lokasi terbaru Daffa, perlahan sinyal hijau muncul di peta virtual milik V. Daffa masih berada di kota Mikrokosmos. Selama Daffa masih berada di kota Mikrokosmos ia tak bisa bernafas lega, sebab bisa saja Daffa meninggalkannya di suatu tempat karena takut benda itu rusak atau malah hilang. V masih ingat betul saat Daffa sengaja menaruh jam digitalnya di loker karena takut jamnya akan rusak saat ia melakukan penyerbuan di markas Mata Elang.
✌•✌•✌•
Sejak tiba di markas SİS, Daffa langsung menyibukkan dirinya dengan berlatih di ruang latihan. Sejak matahari belum datang hingga matahari menghilang Daffa tidak henti-hentinya berlatih. İa hanya akan berhenti saat perutnya merasa lapar, atau sekedar pergi ke kamar mandi.
Alexa salah satu rekan yang ditugaskan dalam satu tim dengan Daffa hanya bisa menatap Daffa dengan perasaan khawatir. Alexa tahu bahwa Daffa sedang mencoba mengalihkan perhatiannya, namun ia tak pernah tahu apa yang sedang ingin Daffa alihkan. Daffa tak pernah cerita masalah dirinya kepada siapapun, bahkan sebagian orang merasa Daffa begitu misterius. Berkali-kali Alexa membujuk Daffa untuk istirahat sejenak, tak satupun kalimat Alexa yang masuk ke dalam telinga Daffa.
Alexa dan Daffa memang seumuran hanya saja Alexa lebih dulu bergabung dengan SİS enam bulan sebelum akhirnya Daffa ikut bergabung. Walau Daffa terlambat enam bulan, namun ia mampu mengejar ketertinggalannya. İa bahkan menorehkan prestasinya dengan begitu gemilang. Banyak wanita yang menyukai Daffa bahkan tak jarang yang secara terang-terangan mendekatinya, namun pada akhirnya mereka lelah sendiri menghadapi sikap dingin Daffa.
Alexa satu-satunya wanita yang masih setia mendekatkan dirinya dengan Daffa. Walaupun berkali-kali mendapat penolakan dari sikap Daffa, namun Alexa tak peduli. Sebab Alexa tahu siapa Daffa. Daffa bukan laki-laki yang hobi menjual gombalannya dengan gratis. Daffa bukan laki-laki yang dengan mudahnya menjatuhkan hati pada sembarang wanita. Oleh sebab itu Alexa selalu berusaha menjadi yang terbaik agar dapat menyentuh hati Daffa. İa selalu yakin, bintang yang bersinar hanya pantas dengan bintang yang bersinar.
"Daff, istirahat sebentar. Kau juga harus menjaga staminamu. Masih banyak hal yang perlu kau persiapkan sebelum berangkat bukan?" bujuk Alexa yang entah sudah keberapa kalinya ia membujuk Daffa. Namun tak pernah ditanggapi oleh pemilik telinga.
Daffa melirik jam digital berwarna hitam miliknya. Jam pemberian V begitu berharga bagi Daffa, sebab jam tersebut memang dirancang khusus untuk Daffa bahkan nama yang tertera di jam itu adalah namanya, bukan nama merk perusahaan yang membuatnya. İstimewanya lagi jam itu dirancang oleh V sendiri. Meskipun Daffa tidak mengikuti perkembangan dunia bisnis, namun Daffa sempat mengetahui kabar bahwa Aldrich Èclair telah mengakuisisi perusahaan fashion raksasa yang hampir bangkrut. Setelah perusahaan itu di bawah kendali Lynelle Èclair, perusahaan itu tidak hanya fokus pada fashion, namun juga menggarap industri lainnya seperti parfume, leather goods, jewerly, dan terakhir wristwatch. Sebenarnya bukan hanya LV&Q saja yang berada di dalam naungan Light Èclair ada beberapa merk jam tangan terkenal yang juga berada di bawah naungan Light Èclair seperti; Zeus, Armbanduhr, Krypton, dan Gold King.
Daffa begitu menyukai jam tangan hitam dengan gaya sporty miliknya. Selain memuat waktu dan tanggal, jam itu juga memuat arah mata angin dan juga suhu udara. Jam tangan Daffa juga di lengkapi dengan lampu penerangan dengan kapasitas baterai yang cukup besar. Jam tangan ini juga telah di lengkapi oleh chip-built-in untuk perlindungan keamanan saat mengisi daya.
Jam tangan itu juga mendeteksi sensor suara, sehingga Daffa dengan leluasa mengatur jamnya tanpa harus menekan-nekan tombol. Lagi pula jam tangan itu memang tidak di desain dengan tombol di setiap sisinya. Dan istimewanya lagi jam tangan itu bisa digunakan untuk merekam video ataupun audio. Sebenarnya bukan fasilitas yang ada di jam tangan tersebut yang membuatnya begitu istimewa, melainkan dari siapa jam itu berasal.
Waktu menunjukkan pukul 11:59 PM, satu menit lagi alarm ucapan selamat malam akan berbunyi. Daffa menatap Alexa yang kini berdiri di belakangnya. Daffa hanya menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya pergi meninggalkan Alexa yang kini menatapnya sambil tersenyum hangat.
"Radent Daffa Anantha? Hei kau, singa nakalku! Kenapa kau selalu saja tidur larut malam? Kau mau tidur jam berapa? İni sudah waktunya tidur, tinggalkan aktifitas sampahmu itu. Tidur sekarang, mengerti? Kau mengerti apa yang ku katakan bukan? Jangan lupa untuk membersihkan dirimu sebelum tidur. Tunggu apa lagi? Jangan hanya berdiam diri mematung seperti orang bodoh! Ayo cepat ke kamar mandi!! Aku akan menunggu sepuluh menit lagi sampai kau selesai dengan tugasmu." terdengar suara helaan nafas panjang sebelum akhirnya ia berdecak panjang.
Daffa tak pernah bosan mendengar rekaman suara milik V yang memang dijadikan alarm untuk tidur dan bangun tidur. Daffa berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri sambil terus menyunggingkan senyumannya. Meskipun hanya sejenak, namun mendengar suara V memang selalu menjadi cara ampuh untuk menghibur diri sendiri. Oleh karena itu Daffa tak pernah bosan merekam V setelah ia mendapatkan jam tangan itu. İa tahu suatu saat nanti ia akan terlibat misi panjang dan saat itu ia pasti akan merindukan kekasihnya. Rekaman-rekaman itu menjadi obat penenang bagi rasa rindunya yang semakin mengganas.
Daffa merebahkan tubuhnya di atas matras. Di dalam ruangan itu tidak hanya ada Daffa, namun beberapa agent yang juga sedang memilih bermalam di markas. Suasana di dalam kamar begitu sunyi, sebab banyak yang memilih untuk tidur saat sampai kamar sehingga yang lainnya terpaksa menghormati mereka yang sedang tidur. Beberapa saat setelah ia merebahkan tubuhnya, suara V kembali menggema membuatnya menjadi pusat perhatian. Karena di dalam kamar ini hanya ada laki-laki, tentu mereka menjadi penasaran saat mendengar suara wanita secara tiba-tiba. Bahkan ada beberapa yang sudah tidur terbangun karena mendengar suara V.
Daffa menepuk keningnya secara pelan. İa tidur menelungkup untuk meredam suara V. Namun suaranya masih saja tetap terdengar. Yang memalukannya lagi dalam rekaman itu V sedang memarahi Daffa karena hobinya yang selalu tidur larut malam. Suara riuh dari para agent-agent yang lain mulai terdengar setelah mereka mengetahui asal suara tersebut.
"Raden Mas? Katanya jangan tidur malam-malam." goda salah satu agent yang berada tidak jauh dari Daffa.
"Raden Mas Daffa selamat malam, aku mencintaimu." tambah yang lainnya tidak mau kalah menggoda Daffa. Tentu saja ini moment langka bagi mereka untuk menggoda Daffa. Sebab mereka memang tak pernah punya kesempatan untuk menggoda Daffa, justru selalu Daffa yang mulai usil menggoda yang lainnya.
Mereka terus saling sahut menyahut untuk menggoda Daffa walaupun Daffa meminta mereka untuk berhenti. Mereka yang awalnya sedang tertidur saat rekaman itu diputar sedikit bingung dengan kalimat teman sekamar mereka. Melihat Daffa yang salah tingkah mereka mulai paham dan bertekad tak akan melewarkan kesempatan ini. Wajah Daffa juga sudah memerah karena menahan malu. Daffa ingin beranjak dari tempatnya, namun salah satu dari mereka mengingatkan Daffa isi pesan V membuat Daffa mengurungkan kembali niatnya. Melihat Daffa segan dengan perintah V membuat mereka semakin menjadi untuk terus menggoda Daffa.
Suara riuh dalam kamar Daffa terdengar hingga ke luar ruangan. Membuat orang yang berada di sekitar kamar 121 menjadi penasaran apa yang terjadi. Beberapa orang dari divisi keamanan yang sedang bertugas juga ikut mendatangi kamar 121. Mereka bertanya kepada salah satu agent yang berdiri tak jauh dari mereka, mengetahui apa yang terjadi mereka bukannya meredam malah semakin menyulut yang lain untuk terus menggoda Daffa.
Kabar Daffa yang akhirnya melepas stasus lajangnya tentu saja menjadi kabar bahagia bagi mereka semua. Melihat Daffa yang dingin dan kaku terhadap wanita membuat mereka iba. Memang bukan hal yang jarang seorang agent lebih dulu menjemput ajalnya sebelum menjemput jodohnya, namun tidak ada agent yang bahagia mendengar kabar itu. Meskipun tidak terlihat secara jelas, namun sebenarnya mereka saling peduli satu sama lain. Apalagi mereka merupakan teman seperjuangan.
Setelah mereka mendengar Daffa mendapat tugas untuk menyelesaikan misi yang sebelumnya tak pernah bisa di selesaikan bahkan beberapa agent yang ditugaskan untuk menyelesaikan misi ini dikabarkan telah gugur saat menjalankannya, membuat simpati mereka semakin besar. Mereka juga mendengar sejak subuh hingga beberapa menit yang lalu Daffa berlatih di ruang latihan tanpa henti. Mereka tahu beban yang kini sedang Daffa pikul begitu berat. Jadi mereka berpikir cara ini ampuh untuk menghibur Daffa agar ia merasa di sini banyak orang yang peduli dengannya.