V

V
<[ EPISODE 52 ]>



Cèllina sudah resmi menjadi anggota Dark Shadow, tugas pertamanya adalah mengajukan kerjasama kepada agent Bara agar ia mau beraliansi untuk meruntuhkan kerajaan bawah tanah milik Noir. Zac sudah menjelaskan kepada Cèllina secara garis besar tentang projek mereka, sehingga Cèllina tinggal membujuk agent Bara agar mau bekerja sama dengannya. Tentu saja Cèllina membawa beberapa keuntungan yang bisa didapatkan agent Bara bila ia mau bekerja sama dengan Dark Shadow.


Kehadiran Cèllina sebagai Golden Assasin di apartemennya begitu mengejutkan Bara. Sebab selama ini tak pernah ada yang mengetahui keberadaannya, bahkan V menjamin bahwa pengurus apartemen sekalipun tidak ada yang tahu jika Bara menetap di sana. Melihat Golden Assasin di ruang tamunya dengan beberapa orang berpakaian rapih tentu saja membuat Bara berkeringat dingin. Bara masih belum mengetahui jika Cèllina telah menjadi buronan organisasi Noir.


Bara memperhatikan setiap gerak-gerik Cèllina dengan waspada, ia sudah bersiap untuk mengangkat senjata rahasianya bila Cèllina dan kawan-kawannya menyerang dirinya dengan tiba-tiba. Lebih-lebih ia curiga dengan isi koper berwarna putih yang sejak tadi digenggam oleh Cèllina. İa curiga isi koper itu berupa senjata api. Namun hal yang mencengangkan Bara justru isi dari koper Cèllina. Di dalam koper itu terdapat beberapa map dan juga sebuah tablet pc.


Cèllina tersenyum melihat keterkejutan Bara. İa menyalahkan tablet pcnya yang langsung memulai slide show presentasinya. Cèllina tak perlu susah payah menghabiskan suaranya untuk menjelaskan panjang kali lebar tentang projek yang ia tawarkan. Sebab di dalam tablet itu telah tersimpan rekaman suara sistem yang menjelaskan isi presentasinya.


Bara tersenyum sinis usai sinar hologram di depannya menghilang. "Kau ingin bekerjasama denganku?" tanyanya sambil tertawa lantang, "Kau pikir aku bodoh? Golden Assasin, kau pikir aku tak tahu bahwa kau berada di bawah naungan Noir?"


"Aku tak menyangka setelah lama tak bertemu, kau semakin lemah dalam mengumpulkan informasi." jawab Cèllina dengan tersenyum simpul. Tentu Bara memahami arti sebenarnya dari kalimat Cèllina. Merasa kalah jumlah, Bara hanya bisa mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


"Aku sudah bukan berada di bawah Noir lagi, kau tahu Dark Shadow? Sekarang aku bekerja kepada mereka." kata Cèllina menjelaskan. "Lagi pula bukankah sekarang SİS telah melepas tanggung jawabmu karena kegagalanmu? Akan sayang bukan informasi yang telah kau dapatkan susah payah harus menjadi sia-sia karena keterbatasanmu? Kurasa tak ada salahnya kau bekerja sama dengan kami. Bulan depan akan ada lelang besar-besaran di kapal Merci, Ed akan hadir di sana. Tentu saja bukan untuk menjadi peserta." tambah Cèllina memberitahu, untuk informasi ini tentu ia tak akan pelit untuk berbagi.


Bara sebenarnya sudah lama merasa perlu melemaskan otot-ototnya. Tawaran yang diajukan Cèllina tentu sangat menggiurkan. Apalagi ia boleh bergerak secara independen, tanpa terlibat aturan organisasi. Jika ada seseorang yang mencurigai dirinya terlibat dengan Dark Shadow, akan terbantahkan dengan sendirinya sebab dirinya bergerak secara independen. Kecuali jika mereka berhasil mendapatkan surat kontrak yang telah ia tanda tangani. Lagipula setelah misi selesai dijalankan Dark Shadow berjanji akan membakar bukti kontrak tersebut. Dengan kata lain dalam transaksi ini pihak Bara lebih diuntungkan daripada Dark Shadow.


"Baik, aku sepakat. Kapan kita bisa mulai?" tanya Bara yang mendapatkan senyum kepuasan dari Cèllina.


"Bersiap-siaplah, orang-orangku akan menjemputmu sebentar lagi. Malam ini akan ada rapat besar di markas. İngat, meskipun kau bergerak secara independen tapi kau tetap berkewajiban untuk menjabarkan setiap rencanamu. Tentunya kau tak ingin mati konyol bukan?"


"Ya, ya. Aku tahu." jawab Bara dengan nada malasnya, ia sangat benci bila didikte oleh orang lain. Seakan seperti dirinya anak kecil yang masih perlu arahan orang dewasa.


Jelang beberapa jam Cèllina pergi, datang dua orang berpakaian santai berbeda dengan orang-orang yang mengikuti Cèllina sebelumnya. Mereka terlihat sangat kaku di mata Bara, mereka bahkan tak menunjukan ramah tamahnya saat pertama kali mereka bertemu. Mereka berbicara seperlunya, selebihnya hanya akan diam dengan memasang wajah sangar mereka.


Bara tiba di sebuah tempat yang tak pernah terpikirkan olehnya bahwa tempat ini menjadi markas rahasia Dark Shadow. Sebuah toko mainan terbesar di kota Mikrokosmos yang dilihat dari luar menampakkan ketentraman dan keceriaan bagi anak-anak justru menjadi tempat rahasia berkumpulnya orang-orang berbahaya dari belahan dunia. Saat pertama kali masuk kedalam toko, mereka disambut oleh dua orang dengan kostum beruang yang menjadi maskot toko mereka. Tak lupa mereka mengucapkan sambutan saat ia membuka pintu.


Terlihat beberapa pengunjung dengan anak-anak mereka yang sibuk memilih barang yang akan mereka beli. Mereka bahkan tidak sempat memperhatikan kedatangan tiga orang laki-laki yang dengan santainya mereka masuk kedalam rumah-rumahan raksasa di sudut ruangan. Bukankah hal yang aneh bila orang dewasa masuk kedalam rumah-rumahan yang seharusnya diisi oleh anak-anak?


Tentu saja Bara begitu terkejut, sebab pada dasarnya pintu rahasia selalu berada di balik tembok. Bukan berada di balik lantai yang mereka pijaki. Bara hampir mengutuk laki-laki yang menutup mulutnya itu, jika saja mereka tidak sampai di sebuah ruangan yang lagi-lagi membuat Bara tercengang. Dark Shadow seperti tidak henti-hentinya memberi kejutan kepada dirinya. Entah siasat konyol apa lagi yang ada di dalam kereta tambang yang akan mereka naiki.


Melihat dua orang yang mengawalnya memasang helm, Bara terdoktrin untuk ikut menggunakannya. Kereta melaju dengan kencangnya menyusuri lorong bawah tanah. Tak ada yang bisa dinikmati selain dinding-dinding bebatuan bagaikan tempat pertambangan. Saat sedang menikmati perjalanannya, tiba-tiba Bara dikejutkan oleh dua orang laki-laki yang menjadi tukang antar tiba-tiba melompat begitu saja. Sebelum tertinggal jauh Bara juga melompat tanpa tahu sebab mengapa ia harus melompat. Bara berjalan di belakang mereka, ia tak mencoba bertanya sebab mereka juga tak mencoba menjelaskan.


Mereka berjalan hingga memasuki sebuah celah yang Bara sendiri tak yakin orang bisa muat masuk ke dalamnya. Mereka masuk ke dalam celah yang hanya mampu memuat setengah badan mereka. Bara hanya berharap saat mereka sedang berjalan, tidak terjadi gempa atau mereka akan mati tertimbun di dalamnya. Entah seberapa panjang jalan yang harus di laluinya, Bara bahkan sesekali menempelkan pipinya pada tembok untuk merasakan dinginnya tembok tersebut.


Usai keluar dari celah mereka kembali berjalan menyusuri lorong pembuangan air. Baju Bara telah basah oleh keringat. Entah sudah berapa jam mereka menempuh perjalanan panjang. Mereka tiba di depan sebuah pintu besi berkarat. Salah satu dari mereka memutar knop membuat pintu besi itu terbuka. Kini Bara bisa bernafas lega, sebab ia tak perlu lagi berjalan jauh. İa telah sampai di markas Dark Shadow kota Mikrokosmos.


Bara masuk ke dalam sebuah ruangan dengan cahaya yang lebih terang. Penampilan Bara sudah kacau balau karena harus menempuh perjalanan luar biasa. Cèllina yang melihat kedatangan Bara menatapnya dengan tatapan aneh. Tidak hanya Cèllina bahkan hampir dari mereka yang di sana juga menatapnya dengan aneh. Bara sudah tidak peduli dengan penampilanya yang sudah kotor dan berantakan, ia hanya ingin menenggak segelas air untuk mengisi korongkongannya yang sudah mengering.


Beberapa orang yang ditugasi untuk memimpin misi ini mulai berdiskusi. Mereka juga sudah mendapatkan denah tata ruang kapal Merci, mereka juga sudah mengetahui tentang sistem keamanan yang ada di dalam kapal tersebut. Bara berdecak kagum dengan keakuratan informasi yang mereka dapatkan. Mereka bahkan mendapatkan informasi jumlah dan titik penjaga yang mengawasi keamanan kapal Merci. Selain berdecak kagum, ia juga bergidik. Betapa berbahayanya mereka jika mereka berada dipihak musuh.


Beberapa jam kemudian mereka telah selesai berunding. Cèllina mengajak Bara untuk berangkat ke negara M dengan pesawat pribadi milik organisasi. Perjalanan panjang melelahkannya kembali terngiang dalam pikirannya. Bara menghela nafasnya panjang. Saat sedang berjalan dengan lesu tiba-tiba Cèllina menepuk pundak Bara.


"Kau mau kemana?" tanya Cèllina bingung sebab jalan mereka berbeda.


"Ke bandaralah kemana lagi." jawabnya sedikit kesal karena Cèllina bertanya pertanyaan yang bodoh.


Cèllina tak membalas pernyataan Bara. İa segera menarik tangan Bara untuk mengikuti jalannya. Bara semakin bingung, yang terlintas dalam pikirannya pasti Cèllina memintanya untuk berdiskusi lagi. Bara mengikuti Cèllina dengan langkah malasnya. Mereka masuk ke dalam lift. Saat pintu lift terbuka, satu kata yang keluar dalam mulut Bara.


"Sialan!" keluhnya setelah mengetahui bahwa dua orang yang menjadi tukang antar menjahilinya dengan rute yang begitu sulit. Kini ia paham mengapa orang-orang menatapnya aneh saat ia tiba dengan penampilan semrawut.


Cèllina sebenarnya bingung dengan reaksi Bara saat mereka keluar dari lift. Karena ia tak ingin tahu jadi ia tak bertanya kepada Bara. Salah-salah malah dirinya yang menjadi samsak bagi amarah Bara.