V

V
<[ EPISODE 10 ]>



Beberapa bulan setelah pembalasan penyerangan yang dilakukan oleh Dionysus, Lynelle Éclair kembali melahirkan seorang putra. Regis Levent Alv Murat Kenneth Ryu Swain Armstrong Blythe Lucky Moruca O'Neil Abelano Rikkard Urbane Vince Éclair Ynyr Carlos Faer Ehner. Mereka memanggilnya Q. Tangisan pertamanya memberinya gelar Tuan Muda Éclair dan juga Tuan Muda Dark Shadow.


Nama Dark Shadow memang tidak tersohor di khalayak ramai seperti sindikat mafia Red Dragon yang telah menginjakkan kakinya selama 60 tahun belakangan ini. Atau mafia Black World yang telah menguasai pasar dunia gelap selama 10 tahun belakangan ini, selama 80 tahun masa eksistensinya di dunia bawah tanah.


Meski namanya tidak terlalu terkenal namun kekuatannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dark Shadow tidak gentar sedikitpun melawan kekuatan yang lebih besar darinya. Dengan kecerdasannya menyusun strategi, ia melahap seluruh lawannya tanpa tersisa. Tentu saja kehadiran Dark Shadow menjadi ancaman atas eksistensi mereka di dunia bawah tanah. Sehingga mereka sering melakukan konspirasi untuk menghancurkan Dark Shadow.


Dionysus bersama pasukan elitnya menaklukkan sindikat mafia yang berani melawan mereka. Jika mereka tidak mau tunduk pada Dark Shadow, ia tidak segan-segan untuk memusnahkan mereka.


Kabar angin berbicara bahwa Dionysus adalah Jendral pasukan yang menyusun seluruh strategi berperang mereka. Ditambah fakta bahwa Master Dark Shadow tidak pernah diketahui wujudnya oleh dunia luar. Membuat Dionysus menjadi tempat dendam kesumat para kolega dari beberapa oknum yang dibunuh sadis oleh Dionysus.


Penyerangan dilakukan secara sembunyi-sembunyi ataupun secara terang-terangan dihadapannya. Tekanan ini tidak membuat Dionysus tunduk pada mereka, melainkan memburu mereka satu persatu. Tanpa Dionysus sadari tindakannya berekspansi pada Dark Shadow. Namanya membuat semua orang respek terhadap dirinya dan Dark Shadow.


Aldrich Éclair tidak mampu menghentikan Dionysus. Pemburuan dilakukan secara senyap dan cepat. Aldrich Éclair bahkan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Dionysus jika bukan karena ia memasang kamera tersembunyi di balik kancing bajunya. Dionysus menjelma menjadi manusia yang haus akan darah. Hal ini begitu berbahaya bagi mentalnya jika semakin dibiarkan. Pikir Aldrich Éclair.


Zac merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh Aldrich Éclair. Meskipun di luar halaman rumah V berubah menjadi Dionysus yang kejam berdarah dingin, namun di dalam rumah ia masih menjadi V yang ramah dan penyayang terhadap siapapun. Zac merasa Dionysus yang membantai tanpa kenal ampun hanya seorang gadis kecil yang menuntut keadilannya. Selama V tidak merubah karakter dirinya menjadi Dionysus sepenuhnya, tentu hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Zac percaya bahwa V mampu bersikap dewasa dan bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan.


Zac punya caranya tersendiri dalam bersikap menghadapi V. Ia mengerti dengan jelas apa yang tengah dirasakan oleh V. Bagi sebagian orang yang tidak pandai menghibur diri dari bekas-bekas luka yang tak kian membaik. Menjelmakan dirinya bak manusia batu tanpa afeksi, hanyalah untuk menutupi jiwanya yang rapuh hampir binasa.


Zac pernah berada diposisi V saat ini. Ia pernah merasakan banyaknya fraksi yang melakukan konspirasi dalam meniadakan dirinya. Saling menampilkan keindahan yang mampu membutakan mata demi menutupi apa yang akan timbul nantinya. Nelangsa menariknya kedalam jurang tak berujung, meluluhlantakkan hatinya yang menaruh banyak rasa percaya. Baginya kepercayaan adalah sebuah rasa sakral dengan jutaan emosional yang sulit ditempa. V membuka kembali ruang yang tak ingin disentuhnya. Menciptakan dunia baru tempat berpulang kala ia letih bersandiwara.


Melihat V semakin dekat dengan Zac menimbulkan sedikit rasa gusar di hati Aldrich Éclair. Meskipun hubungan antara anak dan ayah itu bisa dibilang sangat hangat dan harmonis, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kecemburuan mampu bertahta di hatinya. Aldrich Éclair begitu takut kehilangan V, meskipun V bukanlah anak kandungnya tapi baginya, V adalah mentari paginya. Aldrich Éclair selalu memanjakan V, ia sering membelikan V barang-barang mewah, tapi satupun tidak ada yang disentuhnya. Senyuman yang V pancarkan memang terlihat tulus, tapi itu hanyalah sebagai ungkapan terima kasihnya. Bagi Aldrich Éclair hal itu tidaklah cukup, ia ingin menjadi seluruh pusat perhatian V. Terdengar egois memang, tapi itulah yang dirasakan olehnya.


Rasa cemburu terkadang membuat Aldrich Éclair sering menggebu-gebu, bahkan tanpa alasan ia sering menghajar Zac dihadapan V. Aldrich Éclair merasa bahwa sikap Zac menunjukkan bahwa ia-lah yang paling mengerti apa yang diinginkan V. Itu sangat mengganggunya.


Amarah Aldrich Éclair memuncak pada malam hari bertepatan dengan ulang tahun V yang ke-15 tahun. Tanpa memberitahunya Zac menyiapkan pesta ulang tahun V di rumah utama. Padahal saat sore hari Aldrich Éclair telah menyiapkan pesta ulang tahun yang begitu megah dan mewah. Bahkan berita itu menarik para wartawan untuk datang melihat kemewahan pesta ulang tahun termegah dan termewah sepanjang abad ini. Aldrich Éclair merasa bahagia melihat V di kelilingi banyak orang dengan tatapan iri. V menjadi pusat perhatian seluruh orang. Bagi Aldrich Éclair wajah V yang terlihat ramah dan selalu tersenyum sepanjang pesta hanyalah sebuah kebahagiaan palsu, V tidak benar-benar bahagia dengan pesta ulang tahunnya.


Sebuah pesta kecil dengan satu kue tart coklat bertuliskan "Selamat Ulang Tahun Nona Muda Éclair", dan lilin-lilin kecil tersusun melingkari kue tart tersebut, mampu membuat V memeluk Zac dan mencium pipinya dengan hangat. Aldrich Éclair merasa V lebih bahagia dengan pesta yang dibuat oleh Zac daripada pesta yang ia buat. Ia begitu marah. Ia menghajar Zac hingga tubuhnya limbung. Kue tart yang Zac pegang hancur berantakan di atas lantai. Lynelle Éclair menyuruh pelayan membawa L dan Q masuk kedalam kamarnya. Karena ia tahu sebentar lagi akan ada perkelahian luar biasa di basemen.


Tidak ada yang berani menghalangi Aldrich Éclair menghajar Zac hingga tak berdaya. Lynelle Éclair mencoba memisahkan mereka namun sia-sia. V hanya bisa menangis dan memohon kepada Aldrich Éclair untuk menghentikan perbuatannya.


Melihat V menangis begitu keras membuat hati Aldrich Éclair semakin panas. Ia masih terus memukuli tubuh Zac hingga pakaiannya dipenuhi banyak darah Zac.


"Papah, ku mohon hentikan. Kenapa Papah menjadi seperti ini?" tanya V dalam tangisnya. Ia memeluk kaki Aldrich Éclair dan menarik-nariknya. Meski ia tahu itu tidak akan membuat kakinya bergerak, setidaknya Aldrich Éclair tahu bahwa ada tenaga kecil yang memintanya beranjak.


V melihat semua kejadian malam itu. Tubuhnya menggigil ketakutan karena Aldrich Éclair menampakkan sosoknya yang bengis. Banyak para pelayan dan pengawal yang memutuskan mengalihkan pandangan mereka kehadapan yang lainnya. Lynelle Éclair menarik tubuh V agar melepaskan genggamannya dari kaki Aldrich Éclair. Baginya apa yang dilakukan suaminya bukanlah hal yang baik untuk dilihat oleh V. Karena tubuhnya tidak beranjak, Lynelle Éclair hanya mampu menutup mata V dengan tangannya.


"Papah, sekali saja izinkan aku untuk menyela perbuatanmu. Maafkan aku yang tidak beradab ini Papah." ujar V masih dalam tangisnya, tapi tidak ada jawaban.


"Sayang, ayolah. Tidakkah kau kasihan melihat V menangis di kakimu?" ujar Lynelle Éclair, "Pantaskah ia melihat hal seperti ini?" kalimat terakhirnya dibenarkan oleh Aldrich Éclair.


"Papah, ku mohon jangan tiadakan kehadiranku Papah. Kabulkan permintaanku, kau sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku." pinta V tidak tahu harus dengan cara apa lagi ia menghentikan Papahnya.


Aldrich Éclair menghentikan pukulannya. Ia melihat V menangis di kakinya. Ia melepaskan genggaman Lynelle Éclair dengan lembut, mencium keningnya. Tanpa sepatah kata ia mengangkat tubuh V, membawanya pergi. Lynelle Éclair berjalan mengikuti di belakang Aldrich Éclair tanpa berkata apapun. Para pelayan dan pengawal yang tadinya hanya menonton, datang berduyun-duyun membantu Zac ke kamarnya.


V begitu takut jika Aldrich Éclair akan marah, ia mulai mengendalikan emosinya agar mampu menghentikan air matanya. Ia memeluk bahu Aldrich Éclair, menenggelamkan kepalanya. V tidak mengetahui apa yang telah terjadi di antara mereka berdua.


"Papah?" panggil V dengan suara serak namun tenang. Aldrich Éclair menanggapinya dengan suara mendeham.


V tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi di antara mereka berdua. Ia memutuskan untuk tidak mencampuri urusan Aldrich Éclair, takut jika nanti akan salah menghakimi dan membuat Aldrich Éclair lebih murka. Lynelle Éclair yang menganal dengan betul tabiat Aldrich Éclair, hanya bisa memaklumi apa yang ia lakukan. Ia paham kecemburuan Aldrich Éclair sering membutakan matanya.


"Papah, maafkan aku yang tidak sopan berbicara kepada Papah dengan cara seperti ini." ujar V memohon ampun, cara berbicaranya memang tidak sopan, tapi ia tidak mempunyai cara lain untuk berkomunikasi dengan Papahnya, "Bolehkah aku menyiapkan baju bersih untuk Papah? Baju Papah kotor, akan sangat tidak nyaman nantinya. Aku akan menunggu Papah sampai selesai membersihkan diri." pinta V masih menenggelamkan kepalanya di pundak Papahnya. Ia tidak berani menatap mata Papahnya secara langsung.


Aldrich Éclair tertegun mendengar perkataan putrinya. Melihat V yang tidak melakukan kontak secara langsung saat berbicara, membuat hatinya sedikit sungkan karena telah membuat V merasa takut. Tadinya ia menduga bahwa mungkin akan ada ribuan pertanyaan yang keluar dari mulut putrinya. Ia menduga cepat atau lambat putrinya akan menginterogasinya. Tapi V malah tidak mempertanyakannya. Hal ini sungguh di luar ekspektasinya.


✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌


Terima kasih untuk kalian yang udah ikutin cerita gw hingga sekarang. Jangan lupa klik, "👍" jika kalian suka sama cerita gw. Jangan lupa klik, "💜" atau favorite agar kalian dapet notif setelah gw up cerita terbaru. Ditunggu juga ⭐5 dari kalian. Jika kalian gak suka sama cerita gw, kalian bisa klik, "🗯" atau comment, **tulis kritik dan saran untuk gw.


.


.


Jangan lupa bahagia hari ini, temukan kebahagiaan kalian dalam partikel atom terkecil sekalipun. Kalo kalian gak temuin, bilang gw, oke?


💜 Purple you guys.


-Leo.****