
Mereka menjadikan celana berwarna putih selutut sebagai pakaian bawahan. Kaki mereka dibalut dengan sepatu sneakers berwarna putih dengan kombinasi navy. Jam tangan navy terlilit di tangan kanan mereka. Mereka tampak begitu fashionable.
Akan sangat memalukan bukan, jika keluarga mereka memiliki perusahaan fashion terbesar namun mereka tidak pandai dalam memadupadankan warna dan model pakaian mereka? Latar belakang ini yang menuntut mereka untuk pandai dalam mencocokkan pakaian mereka.
Di dunia ini telah ada 6 taman bermain The Fun Light. Dua terdapat di benua Eropa, dua di benua Asia, satu di benua Afrika dan terakhir di benua Amerika. Taman bermain The Fun Light menyediakan fasilitas dan wahana yang dapat memanjakan mata para pengunjung. Aldrich Éclair membaginya menjadi delapan area dengan masing-masing area terdiri atas empat wahana.
Mereka menghabiskan waktu mereka dengan menaiki seluruh wahana yang dapat dinaiki semua umur. Meskipun mereka mampu menggunakan koneksi untuk terhindar dari antrian panjang, namun mereka tidak memanfaatkannya. Hal ini karena ajaran hidup dari kedua orang tua mereka, sehingga mereka tidak menggunakan kekuasaan dengan sembarangan.
Kini mereka berada di Area Alte Stadt Éclair-Dynastie. Setiap pengunjung yang datang akan disuguhi oleh pemandangan dan suasana kota pada zaman dinasti. Di area ini tersedia empat wahana yang berbeda. Wahana pertama yakni 'Menyelamatkan Kaisar Aldrich', wahana yang menceritakan tentang Jenderal Zac beserta pasukan khususnya dalam melindungi Kaisar Aldrich dari penyerbuan para pemberontak.
Para pengunjung akan diberikan sebuah pedang berwarna perak yang didesain secara khusus, sehingga aman untuk digunakan. Mereka akan menaiki sebuah kuda elektromagnetik yang akan berjalan mengelilingi Istanah Kaisar. Kuda elektromagnetik ini telah diatur agar bergerak layaknya kuda sungguhan. Para pengunjung dapat mendengar suara derap kaki kuda hingga suara ringkikan kuda.
Saat kuda berjalan sangat pelan, mereka akan melawan para pemberontak yang berbentuk hologram. Untuk dapat membunuh para pemberontak mereka harus menghunuskan pedang mereka ke tubuh para pemberontak. Pemberontak yang terhunus pedang akan menghilang menjadi debu-debu berwarna putih yang bertebaran di sekeliling para pengunjung, hingga akhirnya menghilang. Semakin banyak para pengunjung menghunuskan pedang ke tubuh lawan, warna pedang akan berubah dengan memancarkan sebuah cahaya putih.
Di akhir cerita, Kaisar Aldrich akan mengucapkan rasa terima kasihnya dengan memberikan beberapa hadiah peti emas. Ketika peti-peti itu terbuka akan menampilkan sebuah pemandangan magis yang sangat spektakuler.
Wahana kedua yaitu 'Perahu Cinta'. Wahana ini menceritakan tentang Kaisar Aldrich yang membuat sebuah kencan romantis dengan Permaisuri Lynelle. Kaisar Aldrich mengajak Permaisuri Lynelle untuk berkeliling melihat pemandangan ibu kota dengan sebuah perahu. Perahu mereka akan mendapat sambutan meriah dari para penduduk di tepi sungai Luvi, karena Permaisuri Lynelle dikenal dengan wanita yang begitu mencintai rakyatnya dan sangat dicintai rakyatnya.
Wahana ini menyediakan 4 perahu. Setiap perahunya dapat menampung penumpang dengan kapasitas 50 orang. Pengunjung akan menikmati pemandangan ibu kota pada masa dinasti Éclair dengan nuansa romantis.
Wahana ketiga yaitu 'Petir Kaisar'. Sebuah wahana thrill ride yang mengelilingi dua pagoda yang memiliki tinggi 92 meter. Permainan roller coster ini akan membawa penumpang meluncur dengan kecepatan 85 kilometer perjam. Penumpang akan diajak untuk merasakan tanjakan dan turunan yang curam dan menukik serta sensasi berputar 360 derajat dalam rel.
Wahana terakhir adalah Menara Pagoda Kaisar dan Permaisuri. Masing-masing pagoda memiliki 12 lantai dengan ketinggian 92 meter. Di dalam pagoda Kaisar Aldrich terdapat teater pertunjukkan mengenai Kekaisaran Éclair. Para pengunjung akan diajak berkeliling ke dua belas lantai di pagoda sambil menikmati pertunjukkan 4D. Pengunjung tidak perlu berjalan kaki atau menaiki tangga. Karena lantai di pagoda ini dirancang agar dapat berjalan dengan sendirinya.
Di dalam pagoda Kaisar Aldrich terdapat studio foto yang difasilitasi dengan atribut pada masa kerajaan. Pengunjung dapat merasakan sensasi menjadi tokoh-tokoh penting dalam kerajaan. Selain itu di pagoda ini terdapat game arcade yang dapat diakses oleh semua umur.
Sedangkan di pagoda Permaisuri Lynelle. Pengunjung akan memainkan sebuah game virtual yang menceritakan perjalanan Kaisar dan Permaisuri yang mendapatkan misi khusus dari Dewa-Dewi Olympus untuk menyelamatkan dunia dari Dewa Hades. Kaisar dan Permaisuri berlatih agar mendapatkan kekuatan Mutiara Petir.
Setiap lantainya pengunjung akan menjalankan suatu rintangan yang dapat menaikkan level mereka. Ketika mereka berhasil menaikkan level, mereka akan mendapatkan beberapa item yang mampu membantu mereka di level selanjutnya. Bagi pengunjung yang telah mencapai level 12 mereka akan melawan Dewa Hades. Di lantai 12 ini terdapat sistem anti gravitasi yang membuat para pengunjung dapat melayang-layang di udara.
Tidak semua pengunjung dapat naik sampai level 12. Karena tingkatan ujian kenaikan level yang sangat sulit, membuat banyak pengunjung gagal dalam ujian tingkatan. Tingkat kesulitan ini yang membuat para pengunjung merasa tertantang. Setelah bermain pengunjung akan mendapatkan sebuah ID Card berupa akun avatar mereka. Sehingga mereka dapat mengakses kembali akun mereka jika mereka kembali berkunjung ke pagoda Permaisuri Lynelle.
Seusai puas bermain di Menara Pagoda Kaisar dan Permaisuri, mereka beristirahat di Paviliun Pangeran Ellios. Paviliun Pangeran Ellios merupakan food court terdekat dari mereka. Tempat makan untuk pengunjung didesain berbentuk gazebo. Sambil menunggu makanan dihidangkan, V meminta L untuk menjaga Q. Karena ia ingin pergi ke kedai ice cream yang tidak jauh dari gazebo mereka.
"Kak aku ingin ice cream cup rasa coklat dengan saus coklat di atasnya. Topping-nya aku mau pakai oreo." ucap L cepat sambil menyentuhkan bahunya ke pundak Q menawarkan, sebab Q tidak memperhatikan perkataan V. Ia sibuk memainkan permainan di layar hologram ponselnya.
"Aku mau yang rasa strawberry, topping-nya aku mau almond flake." ujar Q ikut menambahkan.
Antrian cukup panjang saat V tiba di depan kedai ice cream. Setiap hari libur pengunjung Fun Light memang akan membludak, jadi tak heran jika terdapat antrian dimana-mana. Sambil ikut menunggu di baris antrian, V mengawasi apa yang dilakukan kedua adiknya. Bukan karena takut penjahat akan mencelakai mereka, ilmu bela diri mereka sangat cukup jika digunakan hanya untuk menjaga diri. Yang membuatnya takut adalah mereka yang mencari masalah dengan orang lain.
V mempercayai bahwa Q tidak akan mungkin memulai perkelahian. Tapi sifat Q yang tidak pernah bisa melihat Kakaknya dalam kesulitan, pasti akan ikut membantu melawan. Akar masalahnya adalah sifat L yang sangat mudah tersinggung dengan perilaku orang lain. Baginya cara menyelesaikan masalah secara efisien adalah dengan bertarung. Ia mempercayai hukum rimba dan sangat mengagung-agungkannya.
Q yang awalnya hanya diam, melihat laki-laki itu mendorong L hingga mundur selangkah saja, menjadi turut andil melawan remaja laki-laki itu. Buah karya mereka menyebabkan remaja laki-laki itu koma di rumah sakit. Orang tua korban merasa tidak senang anak laki-lakinya dipukuli, hingga ia mencari keadilan melalui hukum. Tentu hukum membebaskan L dan Q karena umur mereka yang masih belia.
V memperhatikan kedua adiknya. Q masih sibuk melihat tutorial menggambar di ponselnya, sedangkan L sibuk membaca bukunya. L memang tidak pernah lupa membawa buku bacaannya. Meskipun ponselnya mampu mengakses buku-buku bacaannya secara elektronik, namun L masih lebih nyaman membaca melalui buku manualnya.
Kini pandangan V teralihkan ke sosok pemuda berjaket kulit hitam yang berdiri selisih sepuluh orang di depannya. Pemuda itu sedang sibuk melakukan aksi kriminalnya tanpa disadari oleh pemilik tas magenta. Seorang bapak-bapak di belakangnya sempat memergokinya mencuri, kemudian berpura-pura tak melihat. Rasa takut membuatnya memilih berpura-pura tidak tahu.
Pemuda itu melangkah pergi meninggalkan barisan setelah berhasil mencuri dompetnya. V berjalan cepat mengekor di belakangnya. Secepat kilat tangan V menarik dompet yang telah di kantongi pemuda itu. Pemuda itu melawan mencoba mengambil kembali dompetnya. Tentu V tidak membiarkannya begitu saja.
Dengan polosnya pemuda itu berteriak, "Pencuri! Ada pencuri!" teriakannya berhasil mengambil alih perhatian banyak orang.
V berdiri diam tanpa rasa takut ataupun cemas. Karena memang ia tidak mencurinya, meskipun adegan terakhirnya tampak bahwa ia seperti seorang pencuri yang tertangkap basah. Namun ia sama sekali tidak memiliki motif untuk melakukan pencurian, ia bisa dibebaskan karena alibi ini.
"Paman, berhentilah bertindak seperti ular." ujar V.
"Anak kurang ajar, sudah jelas-jelas tertangkap basah mencuri, masih saja mengelak." balas pemuda itu.
"Jelas-jelas paman yang mencuri dompet milik bibi tas magenta itu. Masih saja melemparkan kejahatannya kepada anak kecil." V tidak mau kalah dalam berdebat.
Pencuri itu menatap ke arah wanita pemilik dompet, "Nona, anak ini mencuri dompetmu."
Wanita itu memeriksa dompetnya sebelum berteriak, "Dasar pengemis! Berani-beraninya mencuri dompetku." Ia melayangkan sebuah pukulan ke arah V. Secepat kilat V menarik tubuh pencuri yang sebenarnya untuk dijadikan perisai. Sebuah tamparan dengan kecepatan tinggi dan juga tenaga maksimal mendarat di wajah si pencuri. Pipinya langsung menampakkan memar biru. Air mukanya berubah menghitam.
Tak terima dirinya menerima pukulan, matanya menatap tajam ke arah V, "Bawa si brengsek ini ke kantor polisi!" erangnya meluarkan seluruh amarahnya.
Dari balik kerumunan yang memperhatikan mereka, berjalan dengan santai sekelompok orang menerobos masuk ke dalam kerumunan. Tiga orang pengawal pribadi wanita itu berjalan mendekat dengan seorang anak laki-laki seumuran L di depan mereka. Anak laki-laki itu berjalan dengan pongahnya. Para pengawal yang berjalan di belakangnya memiliki badan yang begitu besar. Besarnya bahkan mampu menutupi tubuh V.
"Hajar pencuri kecil itu. Jangan beri dia ampun!" perintah pemilik dompet mengacungkan jari telunjukkanya ke arah muka V dan L.
Kesalah pahaman ini menjadi semakin rumit, V tak punya kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya. Ketiga pengawal pribadi itu berusaha menangkap V. Tubuhnya yang lebih kecil, membuatnya terlihat begitu lincah saat berkelit. V menimpuk wajah laki-laki berpostur pendek dengan dompet. Baku hantam terjadi di antara mereka. Ilmu beladiri laki-laki itu jelas di bawah V. Sehingga V dengan mudah dapat menjatuhkannya kurang dari dua menit.
✌✌✌✌✌
Terima kasih untuk para pembaca yang udah setia mengikuti jalan cerita novel gw. Jangan lupa klik, like jika kalian suka sama cerita gw. Bagi kalian yang gak suka atau punya saran untuk gw, kalian bisa isi uneg-uneg kalian di kolom komentar.
*Jangan lupa ikutin terus kisah selanjutnya, jangan lupa like dan komentarnya guys. Like* dan komentar itu gratisssss gratissss guys.
Salam hangat gw,
-L.E.O**