
Di benua Amerika, tepatnya di negara H. Sebuah mansion dengan luas 7,23 hektare dengan setiap lantainya yang dipenuhi oleh darah dan jasad di mana-mana. Duduk seorang pria mengenakan jas berwarna abu-abu menatap tajam kepada beberapa orang yang sedang bersujud di bawah kakinya.
Kepala keluarga Hagen, Shawn Hagen merutuki dan menyumpahi laki-laki yang duduk di atas kursinya dengan angkuh. Ia begitu membenci laki-laki itu karena telah membuat kedua orang tuanya menderita hingga mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka dengan tragis. Ia ingin membuat laki-laki itu merasakan sakitnya sebuah kehilangan, berkali-kali ia menyuruh anak buahnya untuk membunuh gadis yang dicintainya.
Hingga ambisinya yang telah meninggi untuk menghancurkan laki-laki itu membuatnya nekat menyabotase mesin pesawat yang ia gunakan bersama gadisnya. Betapa bahagianya ia mengetahui bahwa gadisnya mati dalam kecelakaan pesawat itu. Ia begitu menyayangkan bahwa laki-laki itu tak juga ikut mati bersama dengan gadisnya.
Meskipun Cole Harvey menderita karena kehilangan kekasihnya, tapi itu tidaklah cukup. İa ingin Cole Harvey hancur berkeping-keping.
Jika bukan karena pengkhianatan yang dilakukan anak buahnya, hari ini anak-anak dan juga isterinya tidak harus mati di tangan seorang anjing gila yang paling ia benci. Padahal ia telah berhasil menyembunyikan isteri dan juga anak-anaknya beberapa minggu yang lalu.
"Kau tahu bukan apa kesalahanmu, Shawn Hagen?" suaranya begitu mengintimidasi, membuat siapapun yang mendengarnya merasa gentar. "Seret ketiga putrinya!" teriak Cole Harvey membuat Shawn dan isterinya terperanjat.
"Bajingan! Jangan libatkan anak-anakku! Apa hancurnya perusahaanku tidak cukup bagimu? Ambillah nyawaku tinggalkan mereka."
"Bedebah tua sialan! Kau pikir nyawa tunanganku semurah harga sahammu? Bahkan jika kau membayarnya dengan seluruh nyawa keluargamu, itu tidak akan cukup!"
Cole Harvey bangkit dari duduknya. Ia berjalan pelan ke arah Shawn dengan wajah menghitam, "Ah, aku punya sebuah permainan, Shawn. Permainannya cukup sederhana. Kalian akan menjadi papan bidik untukku, aku dengan senang hati akan melempar pisau beracun ke arah kalian. Menarik bukan?" tanya Cole Harvey berbisik di telinga Shawn namun masih bisa didengar oleh siapapun. Kalimat Cole Harvey membuat isteri dan anak-anaknya menjerit ketakutan.
"Aku bersumpah, aku akan membunuhmu bajingan!" sumpahnya geram. Tubuhnya yang terikat memberontak, untuk menghajar wajah Cole Harvey. Keterbatasan Shawn karena tubuhnya terikat hanyalah menjadi lawakan untuk Cole Harvey. Dengan mudahnya Cole Harvey menghindar.
Senyum dinginnya terlihat mengejek, "Bagaimana caranya kau membunuhku kalau aku yang lebih dulu membunuhmu?" tawa Cole Harvey menggema membuat mereka semakin terintimidasi.
Cole menarik salah seorang anak perempuannya, atau lebih tepatnya mencekik sambil menyeretnya untuk menjadi papan bidik pertamanya. Saudaranya menjerit memohon agar Cole melepaskan adiknya. Ibunya hanya bisa menangis tak sanggup melihat apa yang akan terjadi terhadap anaknya. Sedangkan Shawn Hagen berteriak-teriak memaki apa yang dilakukan Cole Harvey terhadap putrinya. Cole merasa semakin senang melihat wajah-wajah putus asa dari mereka.
Ia melepas cekikkannya, menghempas tubuh gadis itu hingga menabrak sebuah guci besar yang berdiri tak jauh dari mereka. Cole mengelap tangannya dengan sapu tangan, seakan merasa jijik kulitnya bersentuhan dengan kulit gadis itu. Ia memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membantu gadis itu berdiri.
Cole telah mengenakan sarung tangan hitam mencelupkan pisau-pisaunya ke dalam wadah beracun. Selama Cole sibuk membalurkan racun tubuh gadis itu bergetar hebat. Ia menangis memohon kepada Cole untuk tidak membunuhnya, bahkan ia berjanji akan memberikan tubuhnya jika Cole sudi melepaskan keluarganya.
Tawarannya membuat Cole Harvey semakin geram sekaligus jijik, ia melempar pisau beracun ke tubuhnya. Seakan tidak cukup hanya dengan satu pisau, Cole Harvey melempar pisaunya lagi dan lagi. Tubuh gadis itu jatuh berkejang hebat di lantai. Efek racun dari pisau bereaksi dengan cepat di tubuhnya. Teriakannya terhalang oleh sesuatu yang mencekik lehernya, membuatnya kesulitan untuk bernafas. Kepalanya seperti ditusuk-tusuk oleh besi panas. Sedangkan tubuhnya menggigil karena hawa dingin yang merambat hingga ujung kakinya.
Penderitaan yang dialami gadis itu membuat siapapun bergidik ngeri. Hukuman kematian dengan jalan penderitaan itu seperti peringatan bagi siapa saja yang berani menyinggung Cole Harvey. Tidak ada yang menyangka bahwa kelemahan Cole Harvey ada pada gadis yang baru dikenalnya tidak sampai satu minggu. Dan gadis itu juga yang menjadi penyebab bangkitnya sisi tiran yang sempat dikubur oleh Cole selama lima tahun belakangan ini.
Cole menyaksikannya dengan senyuman mengerikan. Hingga perlahan senyuman itu memudar bersama dengan hadirnya bayangan Magaly Nyx di hadapannya.
"Cole... Cole Harvey." panggil suara yang begitu paling ia nanti kehadirannya. Wajah yang begitu ia rindukan menatapnya dengan sendu. Suaranya terdengar begitu lirih, membuat Cole begitu tersiksa mendengarnya. Tangannya terulur untuk meraih tubuh wanita yang ia rindukan, namun perlahan bayangan itu menghilang.
Sebelum ia tak dapat menahan beban di tubuhnya, Cole Harvey menggenggam kembali sisa-sisa kesadarannya. İa meremas rambutnya merasa miris dengan keadaan dirinya saat ini, ia terkadang tak lagi mampu membedakan mana ilusinya dan mana nyatanya.
Ia mengalihkan pandangannya untuk menutupi kelemahan jiwanya, "Ah tidak menyenangkan, aku ingin kalian merasakan debaran ketakutan seperti apa yang dirasakan oleh Nyx. Aku ingin melihat kalian merasakan penderitaan sebelum akhirnya kalian mati mengenaskan." Cole melenggang pergi menjauh sebelum akhirnya ia memerintah, "Bakar rumah ini beserta seluruh penghuninya hidup-hidup!"
Jerit tangis dan caci maki memekakkan telinganya, namun ia tak mempedulikannya sama sekali. Hatinya masih terasa sakit walaupun ia telah membunuh semua orang yang terlibat dalam kecelakaan pesawat hari itu. Tak ada yang bisa menyembuhkan lukanya.
Kehilangan Magaly Nyx begitu mengguncang jiwa Cole Harvey. Berbagai cara ia lakukan untuk membunuh frustrasinya, namun tak sedikitpun menenangkan hatinya. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa, ingin rasanya ia melenyapkan dirinya daripada harus hidup dengan perasaan menderita berkepanjangan. Namun suara-suara Magaly Nyx muncul seakan mencegahnya untuk bertindak bodoh.
Hanya ada satu tempat dirinya bisa menemukan sisa-sisa kepingan hangat dari Magaly Nyx. Negara S menjadi tujuan perjalanan Cole Harvey setiap kali rindunya memuncak. Baru beberapa menit Cole Harvey membuka matanya setelah koma karena insiden kecelakaan pesawat, kabar kematian Magaly Nyx membuatnya bagai orang kerasukan, ia langsung pergi ke kediaman Magaly Nyx di negara S. İa tak mempedulikan dokter dan perawat yang mencoba menghentikannya ataupun para pengawalnya. İa menghajar siapapun yang mencoba menghalangi jalannya, ia menyerang dengan membabi buta.
Lebih menghancurkan hatinya lagi saat tak ada seorangpun yang melaksanakan upacara pemakaman untuk Magaly Nyx. Kekasih hatinya dimakamkan tanpa ditemani oleh sanak saudara maupun kerabat dekatnya. Tak ada ucapan bela sungkawa ataupun doa yang mengiringi kepergiannya.
Dari data laporan yang telah dikumpulkan anak buahnya. Magaly Nyx adalah seorang anak adopsi keluarga Cailean, karena Evelyne Cailean didiagnosis tak dapat memiliki keturunan untuk menyenangkan hati isterinya Ruth Cailean membawa Magaly Nyx ke kediamannya. Namun pada umur Nyx yang ke-10 tahun, Ruth Cailean dijebak oleh seorang rekan politiknya hingga akhirnya ia ditetapkan sebagai terdakwa kasus korupsi dana penanganan bencana La Nina di provinsi Bintang Utara.
Ruth Cailean tidak dapat membuktikan dirinya bersih dari tuduhan, sehingga ia dipidana penjara dan dikenakan denda karena melanggar ps.2 ayat 1 Undang-Undang Hukum Pidana. Kejahatan korupsi yang dijatuhkan kepadanya juga menyinggung ayat ke-2 dari ps.2 UU HP yang menyebutkan pemberatan hukuman bagi pelaku apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu terjadi bencana alam nasional, sehingga Ruth Cailean divonis pidana mati oleh kejaksaan.
Tuduhan kejahatan yang diterima oleh keluarga Cailean membuat mereka dikucilkan oleh masyarakat setempat. Tidak hanya itu, terkadang ada beberapa warga yang dengan nekatnya melemparkan batu hingga merusak jendela rumah mereka. Selain hinaan dan caci maki, penderitaan mereka tidak berhenti sampai di sana. Tidak ada satupun orang yang mau menjual dagangan mereka kepada keluarga Cailean semahal apapun mereka menawarnya.
Ke datangan Magaly Nyx ke negara H karena ia ingin kembali membuka kasus yang telah lama ditutup oleh pengadilan dengan ayahnya sebagai terdakwa. Magaly Nyx mengumpulkan kebenaran-kebenaran yang telah didistorsi oleh beberapa kalangan demi kepentingan mereka.
Cole Harvey yang merasa tujuan hidup terakhir Magaly Nyx adalah membersihkan nama baik keluarganya. Membom bardir semua politikus yang terjerat kasus penggelapan dana penanganan bencana alam nasional. İa kembali membuka kasus yang telah lama ditutup langsung di meja pengadilan tertinggi internasional. Dengan bantuan pengacara dunia dan beberapa agen intelijen swasta, Cole Harvey memenangkan kasus dan membersihkan nama baik Ruth Cailean.
Apa yang dilakukan oleh Cole Harvey tanpa sadar telah menggoncangkan seluruh lapisan masyarakat. Semua bukti yang Cole Harvey paparkan di atas meja hijau pengadilan internasional, membuat siapapun yang hadir berkeringat dingin, karena isi dari bukti-buktinya juga membongkar semua kebobrokan lembaga pemerintahan dalam mengelola anggaran pemerintah. Apa yang dilakukan oleh Cole Harvey selain melemahkan sistem hukum yang berlaku di negara S juga meruntuhkan kedaulatan negara.
Awak media yang meliput secara langsung perkembangan pengajuan banding ke tingkat tertinggi di dunia, membuat siapapun dapat mengakses secara mudah hasil keputusan hakim dalam sidang terakhir yang dilaksanakan di Pengadilan Putih negara Z. Kasus banding yang diajukan oleh Cole Harvey menjadi trending topic terpanas di media sosial. Banyak para pengguna media sosial mengkritik habis pemerintah dan juga lembaga hukum yang dianggap tidak kompeten dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya.
Keberanian Cole Harvey yang menuntut keadilannya membuat para mahasiswa di negara S menjadi berani menyuarakan penderitaan rakyat akibat inflansi yang terus meningkat. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di kota Orbit, namun tidak mendapatkan perhatian dari pemimpin tertinggi negara S. Kericuhan terjadi dimana-mana, membuat pemerintah getar getir dalam mengambil kebijakan. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo, tidak hanya itu pemerintah juga dihadapkan dengan situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan, dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam lima puluh tahun terakhir.
Sikap plin-plan itu membuat mahasiswa kota Orbit meminta seluruh mahasiswa di ibu kota dan juga di negara S untuk menyatukan suara mereka di depan istana kepresidenan. Kebobrokan pemerintah yang telah dikupas habis oleh Cole Harvey di meja hijau dan juga sikap pemerintah dalam membuat keputusan yang dianggap merugikan rakyat melahirkan ketidakpastian terkait suksesi kepemimpinan nasional. Rakyat mendesak pemerintah agar melengserkan Presiden Adolf karena dianggap tidak kompeten dalam memimpin negara.
Kerugian terbesar negara berdampak pada nilai mata uang negara S. Nilai tukar mata uang negara S bergerak di luar aturan normal, tidak hanya bergeliat negatif bahkan merosot lebih rendah dari itu. Padahal sebelum tragedi itu terjadi, Negara S masih jauh dari kata krisis. Sebab negara S masih memiliki surplus perdagangan yang sangat tinggi, ditambah juga dengan cadangan devisa yang cukup besar, dan sektor perbankan yang masih stabil.
Krisis moneter diperparah dengan bersujudnya Kantor Bursa Efek Negara S di titik terendahnya. Terpuruknya kepercayaan pasar dan masyarakat ke titik nol membuat mata uang meluncur dengan cepat ke level terendah sekitar € 80/ $ Negara Z, atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan. Krisis yang menandakan kerapuhan fundamental ekonomi tersebut dengan cepat merambah ke semua sektor. Hancurnya euro secara dramatis, menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga gugur, bank-bank nasional mendadak terlilit kesulitan besar. Peringkat internasional bank-bank besar tersebut memburuk, tak terkecuali surat utang pemerintah, peringkatnya ikut lengser ke level di bawah "junk" atau menjadi sampah.
Tak sampai di situ, kemudian ratusan perusahaan, mulai dari skala kecil hingga konglomerat bertumbangan. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal mendadak berstatus insolvent atau bangkrut. Sektor konstruksi, manufaktur, dan perbankan adalah sektor yang terpukul cukup parah. Sehingga risiko lanjutannya adalah lahirnya gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengangguran melonjak ke level yang belum pernah terjadi, yakni sekitar 20 juta orang atau 20 persen lebih dari angkatan kerja.
.
.
.
✌✌✌
**Sorry kalo gw kelamaan update, jangan lupa like cerita gw kalo lo suka sama ceritanya. Jangan lupa tulis kritik dan saran buat gw biar cerita gw bisa lebih baik lagi.
Salam hangat gw,
-L.E.O**