V

V
<[ EPISODE 13 ]>



Saat diperjalanan Cole Harvey meminjam telepon genggam V dengan alasan memasukkan nomor selulernya. Alasan klasik untuk menutupi bahwa Cole Harvey memasang sinyal GPS ke telepon genggamnya. Nyatanya Cole Harvey tidak semudah itu melepaskan kepergian wanita yang telah membuatnya jatuh cinta.


V benar-benar menyesal telah membuat laki-laki berbahaya ini tertarik kepadanya. Andaikan ia dapat mengulang waktu, ia tidak akan membuat dirinya muncul dihadapan Cole Harvey. Atau paling tidak ia akan merubah penampilannya agar tidak menimbulkan perhatian banyak orang.


V sampai di negara S pada pukul dini hari pagi. Aldrich Éclair tidak menyediakan pesawat pribadinya di bandara King City, karena bandara ini tidak memfasilitasi terminal penumpang untuk pesawat pribadi. Sehingga Aldrich Éclair memarkir peswat pribadinya di Bandar Udara Internasional Big Beng.


Jarak antara bandara Internasional Big Beng dengan bandara King City cukup jauh karena perbedaan kota madya. V memenggal perjalanannya dengan dua jenis kendaraan umum. Pertama ia akan menggunakan taksi menuju terminal bus, kedua ia akan menggunakan bus untuk sampai ke bandara Internasional Big Beng.


Kantuk masih saja menyergap walaupun ia telah meneguk dua gelas kafein. Dalam keadaan menjalankan misi Ia masih harus selalu waspada kapanpun, karena tidak pernah tahu bahaya apa yang akan ia hadapi jika ia tertidur nanti.


V memasukkan flashdisk dengan fasilitas OTG ke ponselnya. Flashdisk itu berisi virus yang membantu untuk memindahkan seluruh data dalam waktu enam puluh detik. Virus itu diciptakan oleh Tom dan dikembangkan oleh Evan untuk kepentingan Dark Shadow. Sebuah muncul jendela laporan berhasil ia mengatur sistem ponselnya kembali pada setelan pabrik, menghapus seluruh data yang ia miliki.


Dari bandara King City ia pergi ke pusat halte bus kota Andromeda untuk melanjutkan perjalanannya menuju bandara Internasional Big Beng. V duduk dengan seorang wanita yang lebih tua dengannya beberapa tahun. Ia terlihat begitu kurus dengan mata cekungnya. Terlihat bagaikan miniatur tengkorak milik L.


Wanita yang duduk di sebelah V sama sekali tidak mengeluarkan suara. Ia sibuk membaca sebuah buku tebal dengan tulisan yang sangat kecil, membuat V tidak nyaman melihatnya. Membaca buku di dalam bus yang hampir beberapa menit sekali mengalami goncangan akibat jalanan yang rusak, membuat siapapun akan enggan untuk melanjutkan membaca buku. Wanita itu kini merubah pandangannya, tidak lagi berfokus pada tulisan kecil melainkan pada gerak-gerik V. Pelajaran mengintai telah V tamatkan dengan nilai summa cum laude, wanita itu tidak berbakat dalam menyembunyikan niatnya. V sengaja mengeluarkan ponsel miliknya, berpura-pura memainkannya. Telinganya telah ia sumpal dengan earphone bluethooth kedap suara, musik menggema di dendang telinganya. Selain ponsel dan beberapa uang di saku, V menaruh seluruh barangnya di dalam koper yang telah ia masukkan ke dalam bagasi bus.


Selain dua pasang mata di sebelahnya, V merasakan ada lebih dari dua orang sedang mengawasinya. Ia merutuki dirinya sendiri karena baru menyadari bahwa Cole Harvey bukan hanya memasang GPS di ponselnya, melainkan mengirim para pengawalnya untuk mengintai dirinya. Tapi ia juga mensyukurinya dengan pengawasan mereka setidaknya V akan aman selama diperjalanan menuju bandara.


V memejamkan matanya. Ia membiarkan wanita lebih tua di sampingnya dengan hati-hati mengambil telepon genggam miliknya. Toh itu juga membantu rencana V untuk memutuskan hubungan dengan Cole Harvey secara alami. Untuk masalah para pengawalnya, V akan mengutus pasukan khusus miliknya untuk menghabisi mereka semua atau ia sendiri yang akan melakukannya.


✌✌✌


Evan menyelidiki CCTV yang ia pasang di depan kamarnya. Ia mulai mengerti mengapa V lebih dulu meninggalkannya dengan kamar yang berantakan. Evan telah menerima sinyal dari anting V -sinyal yang hanya diketahui oleh anak didik Aldrich Éclair. Hanya V yang memiliki lencana Dark Shadow dengan fasilitas sinyal darurat karena jabatannya sebagai underbos- memantau keberadaan V yang sudah tiba di bandara King City.


Merasa prediksinya tepat, ia menghubungi kapten Fox untuk menjemput V di bandara Internasional Big Beng.


Telepon selulernya berdering.


"Tuan Muda Evan, helikopter anda akan tiba lima belas menit lagi." ucap orang dari seberang telepon.


Evan diam tak mengeluarkan suara. Setelah mendengar orang yang menelponnya sudah selesai berbicara, ia memutuskan panggilan tanpa berkata sepatah kata pun. Siapapun yang sering menghubungi Evan akan paham tabiat menyebalkannya itu. Tak jarang mereka mengutuk agar Evan salah mendengar apa yang mereka ucapkan. Sayangnya kutukan mereka tidak berlaku bagi Evan. Tanpa diketahui orang lain, Evan memasang sistem record pada setiap panggilannya.


Evan telah mengemas barang-barangnya sejak tiga jam yang lalu. Setelah ia mengetahui bahwa V beserta barang-barangnya tidak ada di dalam kamarnya, kecuali senjata di brangkasnya.


Evan menggeret kopernya, ia sempat berhenti lama di depan pintu kamar untuk mencabut CCTV kecil yang telah ia pasang.


Helikopter mengudara dengan suara bisingnya. Evan memasang headphone kedap suara di telinganya. Ia kembali memantau keberadaan V melalui radar keberadaannya.


Tangan Evan kembali sibuk mengetik. Kini ia menembus sistem biro kepolisian negeri H untuk mencari identitas seseorang. Sebab informasi yang dimiliki Dark Shadow tidak memuat tentangnya. Ia juga tidak berhasil menemukannya. Hingga Evan terpaksa memanfaatkan sistem informasi Badan Intelijen Internasional.


Sebuah jendela dengan satu kolom berisi foto laki-laki mengenakan jas dan kolom satunya lagi sedang memutar banyak foto. Sistem sedang beroperasi mengenali wajah seseorang. Ia hanya memiliki waktu satu menit sebelum server Intelijen Internasional menyadari keberadaanya. Pencariannya terhenti pada sebuah nama yang membuat Evan bagaikan tersambar petir.


"Cole Harvey"


Evan mengumpat dalam hatinya. V benar-benar dalam masalah besar berurusan dengan orang yang bernama Cole Harvey. Seorang pengusaha yang juga masyhur di dunia bawah tanah. Tidak banyak informasi yang memuat tentang dirinya, menandakan Cole Harvey mampu mengendalikan sistem teknologi dan informasi berkala besar. Akan sangat menguntungkan apabila Cole Harvey dijadikan sebagai kolega bisnis, namun Evan tidak tahu pasti apa yang dilakukan V hingga bisa berurusan dengan orang berbahaya seperti Cole Harvey.


V berada dalam bahaya. Anak buah Cole Harvey mungkin sedang mengintai V dan mencari tahu identitas aslinya. Evan tidak akan membiarkan rekan kerja pertamanya berada dalam kesulitan. Tangannya mengetik di atas keybord dengan cepat. Memasuki server Dark Shadow, mencari agen yang sedang bertugas di dekat wilayah V saat ini. Akan memakan waktu cukup lama untuk menyuruh satu regu mendatangi negara S. Hal ini juga bisa menimbulkan kesalah pahaman antar fraksi. Akan sulit melawan mereka. Sebab Dark Shadow belum melakukan ekspansi ke wilayah Asia, wilayah itu masih di luar teritorial mereka.


Evan mengumpat dan memaki kondisi saat ini. Karena ia tidak bisa menolong V, hanya keberuntungan yang dapat menyelamatkan V untuk keluar dari sarang Harimau. Beberapa agen yang sedang bertugas telah melaporkan status misi mereka dan telah kembali ke markas beberapa hari lalu. Fakta terbaru itu membuat Evan terus mengumpat tak henti-hentinya.


✌✌✌


V membuka matanya akibat goncangan yang begitu dahsyat. Bus yang ia tumpangi mulai terguling di jalanan. Tubuhnya terhempas ke segala arah menyebabkan banyak benturan. Setelah mobil berhenti terguling, V melihat keadaan sekitar. Semua penumpang dalam keadaan tidak sadarkan diri, bahkan ada yang sudah mati karena luka tembak. V menduga telah terjadi baku tembak saat ia tidur.


Ia bangkit dari posisi telungkup di atap bus, sebab bus kini telah terbalik. Akibat goncangan itu, V merasa begitu pusing saat bangun. Gelap menyeruak beberapa detik, membuatnya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya tidak terjatuh karena ada sebuah tangan yang menopang tubuhnya.


"Nona... Nona!" panggil sekumpulan laki-laki.


V merasa dirinya selamat kali ini, karena berhasil ditemukan oleh para saudaranya. Ia membuka matanya, betapa terkejutnya ia saat mengetahui seorang laki-laki tanpa rambut dengan luka berbentuk silang di pipinya. Ia mengenakan kemeja hitam tanpa dasi ataupun jas. Ia juga tidak mengenakan kaca mata. Mereka pasti bukanlah dari keluarga Dark Shadow, melainkan utusan Cole Harvey yang telah memata-matainya sejak tadi.


"Siapa kalian? Aku tidak mengenal kalian." V bangkit dari posisinya. Terhuyung-huyung ia berjalan meninggalkan mereka.


"Nona Nyx, perkenalkan nama saya adalah Jacob. Saya utusan Tuan Harvey, saya yang memimpin keamanan Nona untuk sampai tujuan." laki-laki tanpa rambut itu memperkenalkan dirinya. V terperanjat mendengar kalimat terakhirnya.


V memegangi kepalanya yang terasa pening, ia mengabaikan kalimat Jacob. Memilih melanjutkan perjalanannya, 'Ya Tuhan! Sulit sekali berkelit dari si brengsek Harvey. batinnya.


"Nona tidak perlu takut. Kami adalah pengawal yang menjaga anda selama dalam perjalanan. Anda tidak perlu takut." jelas Jacob mengekor di belakang V.


V menghentikan langkahnya, "Orang bodoh juga tahu yang menyebabkanku dalam bahaya itu kalian. Jika bukan karena musuh kalian menyadari keberadaan kalian, mereka tidak mungkin menyerang kalian!" ketus V.


Jacob tercengang mendengar kalimat V yang penuh nada umpat. Bukan karena tersinggung dituding sebagai orang bodoh, melainkan karena V memiliki kepekaan yang sangat tinggi dalam melakukan investigasi.


Menebak akar masalah ini bukan perkara yang sulit bagi V. Pengalaman membuatnya semakin peka terhadap masalah yang datang kepadanya. Menilik bahwa Cole Harvey memiliki kekuatan yang cukup besar, tidak menutup kemungkinan bahwa ia memiliki banyak musuh seperti Aldrich Éclair. Kejadian ini membuat V semakin hati-hati dengan laki-laki yang bernama Cole Harvey. Jika ia melakukan kesalahan dalam bertindak, ia tidak bisa menjamin nyawanya akan selamat.


"Kenapa? Kalian bingung warga sipil biasa sepertiku bisa mengetahuinya? Warga sipil biasa juga bukan orang bodoh. Jika mereka adalah orang-orang dari serikat perdagangan manusia, mereka juga pasti berpikir dua kali untuk tetap menjadikanku target. Mereka lebih memilih kehilangan satu target mereka daripada kehilangan beberapa regu mereka dengan cuma-cuma." mereka diam dengan wajah pucat mendengar paparan V.


V tersenyum puas, "Jika kalian diam, berarti analisaku benar."


Jacob menundukkan kepalanya, diikuti rekan-rekannya yang lain, mereka memohon maaf kepada V. Tingkah laku mereka membuktikan bahwa nyawa mereka terancam setelah mereka kembali ke markas. V menghela nafas panjang.


Kecelakaan yang terjadi cukup parah hingga menyebabkan rusaknya fasilitas umum. V memperhatikan pintu bus yang telah hilang. Entah di jalan mana pintu bus terlepas dari engselnya. Sebuah mobil sedan hitam telah terparkir tak jauh dari bus.


"Pinjamkan aku ponsel kalian." ujar V. Jacob memberikan ponsel V yang berhasil ia rebut dari seorang pencuri wanita.


V menghela nafas panjangnya, menekan nomor darurat untuk mencari bantuan medis. Jacob yang melihat V menghubungi nomor darurat meraih ponsel V dengan cepat, memutuskan panggilan.


"Aku tidak sebodoh itu menelpon aparat kepolisian. Karena kau yang memegang ponselku, segera hubungi rumah sakit terdekat agar para korban mendapat penanganan sebelum terlambat." ucap V sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobil.


"Kemana kalian akan membawaku?" tanya V menahan amarah. Tak habis pikir dengan tingkah Cole Harvey yang suka sekali ikut terlibat urusan orang lain.


"Villa keluarga Harvey, Tuan menyuruh kami untuk mengantar anda. Besok pagi Tuan sendiri yang akan mengantar anda pulang." jelas Jacob.


Mobil melaju dengan cepat. Di belakang mereka dikawal oleh beberapa ajudan keluarga Harvey. V menekan antingnya membentuk sandi, mengirimkan sinyal hijau agar Evan tidak mengirim pasukan ke negara S. Akan sangat berbahaya jika Dark Shadow menyerang di wilayah asing. V juga belum mengetahui dengan pasti siapa Cole Harvey.


Mereka telah sampai di Villa keluarga Harvey. V di sambut hangat oleh para pelayan.


"Dimana ruang baca?" tanya V setibanya di sana. Seorang ketua pelayan mengantar V ke ruang baca. V tidak berkata apapun setelah bertanya. Bahkan saat ditanya mengenai makan siang V hanya diam tanpa menjawab.


V tidak menyentuh makan siangnya. Ia hanya diam membaca dan terus membaca tanpa mempedulikan para pelayan yang membujuknya untuk makan. Seorang dokter keluarga memeriksa keadaan V pasca kecelakaan. Dokter itu bertanya mengenai apa yang dirasakan oleh V. Ia tidak menjawab sepatah katapun. Masih tetap fokus membalik halaman buku yang ia pegang.


Meski lapar dan haus V tidak menyentuh makanan dan minuman yang disediakan oleh pelayan, melirikpun ia enggan. Waktu makan malam pun ia lewatkan, masih sibuk menghabiskan buku yang ia genggam. Kekanakkan memang ia marah dengan cara menyiksa dirinya sendiri. Sampai matanya terasa lelah membaca, ia memutuskan untuk tidur di ruang baca.


✌✌✌✌✌


**Terima kasih untuk kalian yang udah ikutin novel gw dan terima kasih untuk kalian yang udah support gw untuk terus tulis cerita V. Jika kalian suka dengan cerita gw, jangan lupa klik, "👍" di bar paling bawah. Untuk kalian yang ini dapet notif cerita selanjutnya, klik "💜" atau favorite. Jika kalian gak suka sama cerita gw, kalian biasa tulis kritik dan saran untuk gw di kolom komentar. Agar next time gw bisa bikin cerita yang lebih baik lagi. Gw tunggu ⭐5 dari kalian (:


Cukup kambing, domba, kerbau, sapi, dan unta aja yang jadi korban. Perasaan kalian jangan ikutan jadi korban. Gw Leo mengucapkan "Kurban Bayramınız Mübarek Olsun Arkadaşlar!" bagi para sobat yang merayakan, dan Selamat hari minggu buat kalian yang tinggal di bumi.


Sorry ya gw copy-paste gak ada kata-kata lagi. Jangan bully gw, oke. 😆


Salam hangat gw,


-Leo.**