Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Nambah anak lagi



"Sayang ku aku pulang!" teriak Juna.


"Aku di kamar mandi!" teriak Zhee.


Juna yang baru masuk hanya menggelengkan kepalanya, dalam bayangan nya dia akan di sambut dengan senyuman anak istrinya, tapi nyatanya tidak semudah itu.


"Apa masih lama?" tanya Juna di balik pintu.


"Apa mau masuk? aku sedang pop dan baru keluar satu kali" balas Zhee.


Yang mana hal itu membuat Juna langsung menutupi hidung nya, Zhee benar-benar tidak bisa menjaga privasi emas nya.


"Kemarilah, kalau mau masuk" lanjut Zhee sedikit tertawa.


"Tidak, aku akan ke kamar Guzelle saja" sahut Juna memilih pergi ke kamar putrinya.


Kamar baby Guzelle hanya terhalang dengan pintu, hal itu memang mereka sengaja karena saat malam hari Zhee selalu merasa kesakitan di bagian payuda** nya, dia harus memberikan Asi nya pada sang putri.


"Halo cantik" Juna sudah memangku putri cantik nya.


Baby Guzelle yang selalu melihat wajah sang Daddy mengenali Juna, dia tersenyum dan juga meraba wajah sang Daddy.


"Kau semakin berat sayang, Daddy tidak bisa membayangkan jika satu bulan lagi kamu makan, pasti tambah gendut" lanjut Juna sambil mengecup pipi putrinya.


Baby Guzelle hanya tertawa dan membuat Juna semakin gemas dengan putrinya, Juna terus berbicara seolah putrinya bisa mendengar cerita nya.


Azhela yang kebetulan sudah keluar kamar mandi tidak melihat suaminya, dia langsung ke kamar putrinya dan melihat suaminya yang sedang bermain dengan sang putri.


"Honey apa Guzelle pop?" tanya Zhee.


"Tidak, dia sedang tertawa" balas Juna.


"Huh, dia belum pop siang ini" jelas Zhee sambil duduk di samping suaminya.


Azhela melihat baby Guzelle yang sedang di pangkuan suaminya, dia mengusap pipi putrinya dan mencium tangan nya.


"Dia semakin berat, pinggang ku rasanya mau rontok" Kata Azhela.


"Apa perlu menambah pengasuh?" tanya Juna.


Azhela menggeleng pelan, di rumah nya sudah ada dua pengasuh dan Zhee tak mau membuang uang.


"Tidak perlu, aku hanya butuh waktu mu saja" sahut Azhela.


Memang akhir-akhir ini Juna sangat sibuk bahkan terkadang pulang larut malam, beruntung hari ini suaminya pulang sore dan mungkin ini adalah keajaiban.


"Aku bekerja untuk kalian sayang" kata Juna memberikan pengertian.


"Aku punya warisan besar dari Opa dan juga Papa, dan harta mu juga sudah cukup untuk apa kerja keras lagi?" cerocos Azhela.


Membuat Juna gemas, dia mengecup pipi istrinya, dan Azhela hanya mengembungkan pipi nya sebal.


"Semua itu tidak akan pernah cukup karena aku ingin hidup istri dan anak ku berkecukupan" jelas Juna sambil tersenyum.


"Inilah sifat manusia yang selalu kurang dan kurang, huh" Azhela menghembuskan nafas nya panjang.


Dan Juna hanya tersenyum menanggapi nya, bukan dia selalu merasa tak cukup, tapi pekerjaan nya memang adalah tanggung jawab nya, yang nantinya akan dia berikan pada anak-anak nya.


Malam hari nya..


Azhela masih memakai skincare rutin nya, saat hamil dia memiliki beberapa jerawat dan sekarang sudah menghilang karena perawatan nya yang mahal.


"Honey kau tau Andin mau menikah" kata Azhela.


"Aku juga berpikir seperti itu tapi tenyata tidak, Andin di jodohkan" jelas Azhela.


Kemarin Andini curhat padanya dan Fara, dan Zhee benar-benar merasa prihatin dengan Fara yang harus di jodohkan dengan bos perusahaan tempat ayah nya bekerja.


"Kalau begitu siapkan kado nya" kata Juna.


"Ogah ahk, ngapin di kasih kado orang Andin nggak cinta" balas Azhela sewot.


Juna menggelengkan kepalanya mendengar penuturan istrinya, dia ingat kalau awal pernikahan nya juga tanpa cinta dan Juna yakin jika Andini juga akan bernasib sama seperti pernikahan nya dan Azhela.


"Sayang sini aku punya sesuatu" panggil Juna.


Azhela yang baru selesai memakai skincare rutin nya langsung berjalan mendekati suaminya, dia duduk di tepi ranjang.


"Apa? kamu bilang kalau mau ngado mobil? nggak ya" sewot Azhela.


"Dia teman kamu" balas Juna.


"Ya teman, tapi gara-gara Andin nikah sama pria itu kan aku jadi kalah taruhan sama Fara, huh." batin Azhela.


"Ini semua gara-gara Om Kenzie, dia sih pelit jadi nggak punya kesempatan dapatin Andin" kesal Azhela.


"Bukan Kenzie yang salah, tapi takdir tak membuat mereka berjodoh" kata Juna.


"Ya ya, sayang banget padahal mereka cocok" Zhee menghembuskan nafas nya panjang.


Setelah beberapa menit keduanya terdiam, Zhee masih memikirkan nasib Andin, lain dengan Juna yang memeluk istrinya.


"Nambah anak yuk" ucap Juna sambil mencium bahu istrinya.


"Guzelle masih kecil" balas Azhela.


"Satu tahun satu, aku mau punya banyak anak dari kamu" sahut Juna lagi.


"Oke, aku lahirin tiga kamu tiga ya" celetuk Azhela.


Yang berhasil membuat Juna langsung terdiam.


"Dari mana lubang nya sayang" beo Juna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Pikirin aja, sebel ahk mau tidur, bye love you" Azhela memilih tidur.


"I love you too, yakin nggak mau bikin anak dulu?" tanya Juna.


Azhela membuka matanya,


"Honey! tidur?" teriak Azhela.


Huh..


"Aku kan nawarin" Juna masih berusaha.


"Libur sebulan! titik!" kesal Azhela lalu memberikan penghalang guling di tengah-tengah antara dirinya dan sang suami.


Juna yang melihat itu hanya pasrah, dia akan mencari cara untuk membuat istrinya setuju menambah anak lagi.


...T~A~M~A~T...


Terimakasih untuk semua dukungan nya, cerita Azhela di tamatin karena tidak ingin ceritanya menjadi kemana-mana, dan untuk cerita Andini akan ada di cerita Om Daffin dan Jessy ya, di cerita ^^Gadis Virgin Untuk CEO^^