Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Sebuah rencana besar



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Satu minggu berlalu, kondisi Azhela perlahan membaik termasuk tangannya yang kini sudah bisa banyak bergerak, dan hari ini Azhela juga akan mulai masuk kuliah lagi.


"Ayolah Pap, aku tidak mau memakai Bodyguard lagi" kata Azhela.


Dia merasa trauma akan sosok Bodyguard yang seperti Arjuna Wiraguna Dinata, tidak mau kembali memiliki Bodyguard yang mesum dan gila.


"No girls, Papa tidak mau ada penolakan apapun lagi, ini semua demi ke baikan mu oke" tegas Rayden.


Bukan dia ingin egois tapi saat ini ini yang dia pentingkan adalah keselamatan Azhela, dia tidak ingin kehilangan putrinya.


Banyak musuh bertebaran di luaran sana yang mengincar keluarganya, dan itu benar-benar membuat dirinya takut apalagi yang ditargetkan menjadi korban adalah Azhela.


"Pap ayolah aku sangat hebat" Azhela masih ke tidak ingin memakai jasa Bodyguard.


"Papa tau, tapi papa akan tetap memperkerjakan Bodyguard untuk menemani kemanapun termasuk ke kampus" balas Rayden tidak ingin di bantah.


"Pap.." Azhela manyun.


"Coba berikan alasan ada Papa kenapa kamu tidak mau memiliki Bodyguard" tanya Rayden.


Dan Azhela terdiam karena tidak mampu menjawab pertanyaan dari Papa nya, bagaimana bisa dia menceritakan kejadian menjijikkan itu pada Papa nya.


Bahkan dalam mimpi pun Azhela selalu mengutuk nama Arjuna Wiraguna Dinata yang mesum, dia masih tidak bisa menerima apa yang telah di lakukan Juna padanya di kamar mandi.


"Sayang menurut lah Mama mohon" Syakira menatap wajah putrinya dengan memohon.


Huh..


"Baiklah aku mau" akhirnya Azhela mengalah.


"Makasih sayang" Syakira langsung membentuk putrinya.


Yang membuat Azhela tertegun karena sebegitu takutnya Mama nya akan keselamatannya.


Azhela pun berangkat dengan disyukuri oleh Bodyguard barunya, untuk yang sekarang yang yang Azhela lihat adalah bodyguard-nya yang sudah berumur 40 tahunan.


Dan itu tentunya sangat berbeda jauh dengan Juna yang masih muda, tapi entah kenapa Azhela lebih menyukai yang mudah dibandingkan yang sudah tua.


Kenapa aku malah menjadi memikirkan pria mesum itu. batin Azhela.


"Sadar Zhee sadar, ngapain kamu mikirin pria itu dia itu mesum" gumam Azhela sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.


"Anda tidak apa nona?" tanya Bodyguard.


"Tidak" balas Azhela singkat.


"Apa perlu berhenti dulu nona?" tanya Bodyguard lagi.


"Tidak usah, sebentar lagi jam pertama kelas akan dimulai" sahut Azhela lagi.


Setelah perjalanan 20 menit akhirnya mobil yang ditumpangi Azhela sampai di area kampus, Azhela langsung keluar setelah Bodyguard itu membukakan pintu untuknya.


"Makasih" ucap Azhela.


Bodyguard itu hanya mengangguk, Azhela mengadakan pandangannya ke parkiran dan dia tersenyum saat melihat ketiga temannya yang melambaikan tangan ke arah nya.


Tanpa banyak bicara Azhela langsung berlari mendekati ketiga temannya, lalu memeluk satu persatu dari ketiga temannya itu.


"Iya, aku juga rindu banget sama kamu Zhee" kata Andini sambil tersenyum.


Bukkk !


Andini menepuk tangan Fara, membuat Fara lambung tersenyum dan ikut manggut-manggut saja.


"Heh malah manggut-manggut aja, orang lagi kangen-kangenan juga" Andini menatap aneh pada Fara.


"Iya maksudnya aku juga rindu banget sama queen Zhee" jelas Fara dengan sambil menatap satu persatu temannya.


Azhela tersenyum mendengar ucapan teman-temannya, dia juga sangat merindukan ketiga temannya itu apalagi selama satu minggu ini Azhela memang hanya mengandalkan ponselnya untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.


sebenarnya teman-temannya sudah meminta alamat rumah Azhela, tapi karena masih khawatir akan terbukanya identitas aslinya Azhela pun hanya bisa mengatakan jika dirinya sedang di luar kota.


"Sorry guys, aku istirahatnya terlalu lama tapi mulai sekarang kita akan kembali seperti semula lagi" ucap Azhela.


"Harus itu, harus kompak lagi seperti dulu" balas Celine.


"Hem, bagaimana kalau malam ini kita pergi ke tempat karoke biar kita happy" usul Andini.


"Jangan kan Zhee baru sembuh" kata Fara mengingatkan.


"No Far, sepertinya boleh juga lagi pula kita sudah lama tidak bersenang-senang bersama kalian" Azhela menjawab dengan semangatnya.


Tanpa ke empat gadis itu sadari percakapan mereka di dengar oleh sosok pria berpakaian hitam yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Setelah selesai mengamati pria itu pun memilih pergi meninggalkan kampus, sedangkan untuk Azhela teman-temannya langsung masuk ke kelasnya karena jam pelajaran sudah mau dimulai.


"Halo"


"Bagiamana?"


"Rencana pertama sudah dilaksanakan"


"Bagus pastikan jika target masuk ke perangkap sudah disiapkan, setelah itu kau sendiri yang harus mengambil jantung itu dari tempat sementara nya"


"Ya"


"Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi kau harus mengingat janjimu pada Ibu mu dan Oma untuk membalaskan dendam mereka pada keluarga Bastian"


"Ya, aku tidak akan pernah lupa akan semua rasa sakit yang pernah kita rasakan"


"Maka dari itu kau harus membawakan jantung gadis itu untuk Oma tanpa mengenal perasaan, karena mereka juga membuat hidup kita susah tanpa memikirkan perasaan kita"


Tut!


Kevin mematikan panggilannya sepihak.



Dia menghembuskan nafasnya panjang, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Bagaimanapun caranya aku harus bisa bebaskan kan Zhee dari kematian, Zhee adalah hidupku yang baru, aku tidak akan mengorbankan Zhee tidak akan"


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏