Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Harapan baru



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai membaca pesan dari keempat kakaknya Azhela langsung keluar dari kamar nya, kakinya melangkah untuk menuruni satu persatu anak tangga.


Saat sedang menuruni tangga Azhela melihat keluarganya yang sudah berkumpul di ruangan bersantai, hal itu membuat Azhela seketika menghentikan langkahnya.


"Tahan Zhee, kamu tidak boleh menangis, kamu harus memperlihatkan wajah ceria mu" batin Azhela dalam hati.


Azhela mencoba tenang sampai akhirnya ia punya keberanian untuk menyapa keluarganya.


"Siang semuanya, maaf aku telat" ucap Azhela sambil menuruni tangga dengan langkah yang sangat cantik.


Mendengar sapaan dari Azhela seketika membuat semua mata menjadi melihat ke arahnya, mereka tersenyum haru saat melihat Azhela dengan penampilan cantiknya.


"Siang Queen kesayangan Opa" balas Opa Bastian.


Azhela mencoba untuk bersikap biasa saja meski sebenarnya dia tahu jika semua keluarganya nya itu berkumpul karena mendengar kabar akan pencopotan jantungnya.


Sebisa mungkin ia akan menahan kesedihan yang menjadi ketakutannya sekarang ini, karena dia ingin semua keluarganya tidak ikut sedih dengan apapun takdir yang akan terjadi.


"Kok pada bengong sih? laper nih makan yuk" ucap Azhela sambil menatap Mama dan Papa nya.


"Ahk iya ayo kita semuanya makan, Opa juga udah laper" sahut Opa Bastian terlihat seperti menahan kesedihannya.


Semuanya berjalan ke ruang makan di sana mereka langsung menarik kursinya masing-masing, Leon dan Kai dengan sigap menarik kursi untuk Queen Zhee.


Azhela tersenyum diperlakukan semanis itu oleh kedua sepupunya, dia pun akhirnya duduk dan langsung mengambil makanan yang disukainya.


"Daging asap spesial untuk Queen Zhee" ucap Syakila sambil tersenyum.


"Sambal goreng ati kentang untuk Queen Zhee kesayangan Opa" timpal Opa Bastian.


"Lihat Zhee sayang Oma sudah membuatkan makanan kesukaan kamu loh" Oma Fallen juga ikut-ikutan menawarkan makanan yang dia masak dari pagi tadi.


Adella terdiam melihat betapa perhatiannya keluarganya, matanya mulai berkaca-kaca karena sudah tidak tahan menahan air matanya.


Ta**han Zhee tahan. batin Azhela.


"Maaf maaf maaf" hanya kata itu yang keluar dari bibir tipis gadis cantik itu.


Melihat Azhela yang sedang menahan tangisnya Syakira tidak bisa lagi lagi menahan kesedihannya lagi, ia langsung memeluk Syakila dan menangis di pelukan kakaknya.


Rayden bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati putrinya, tanpa bicara apa pun Rayden langsung memeluk putrinya, membuat Azhela yang di peluk itu langsung menangis sejadi-jadinya.


Suasana di meja makan tiba-tiba berubah menjadi haru, semua keluarga Bastian bahkan Oma Hana dan Opa Gibran pun turut menangis karena mereka juga merasakan rasa takut kehilangan cucu perempuannya.


Disaat suasana haru itu terjadi tiba-tiba bel berbunyi, Kai langsung beranjak dari duduknya dan berjalan ke pintu utama, sesampainya di depan pintu utama Kai melihat sosok yang saat ini tengah dia benci.


"Mau apa kau kesini lagi sialan!" kesal Kai dengan pandangan tak sukanya.


Juna yang melihat kemarahan Kai sudah tahu apa yang akan terjadi, dia yakin jika semua keluarga Bastian sudah berkumpul di rumah Rayden.


Tidak mau kedatangannya membuat keributan Juna akhirnya memberikan amplop kecil pada Kai, dan Kai tentu saja dia enggan menerima nya.


"Kedatanganmu sama sekali tidak diharapkan, dengar baik-baik kami tidak akan pernah membiarkan Zhee pergi hanya karena satu alasan pun" tegas Kai.


"Dan kedatanganku kesini memang bukan untuk mencari keributan melainkan untuk melepaskan apa yang yang sudah lama dilepaskan" balas Juna dengan wajah dingin nya.


Alih-alih menjawab Juna malah memberikan amplop kecil itu pada Kai.


"Berikan amplop itu pada Zhee, dan tolong sampaikan permintaan maafku pada keluargamu terutama pada Azhela" lanjut Juna dan setelah itu Juna pergi tanpa berniat menjelaskan apapun pada Kai.


Jelita berbahagia lah kamu di sana dek, Kakak sudah mengikhlaskan kan jantung milikmu untuk gadis yang kakak sukai, dan doakan moga semoga gadis itu tidak membenci kakakmu yang sempat membuat dirinya takut dan kecewa. batin Juna sambil melangkah mendekati mobil nya.


"Apa ini? apa jangan-jangan dia sudah tidak berniat mengambil jantung Zhee?" gumam Kai terlihat bingung.


Kai kembali ke kemeja makan dia melihat semua orang sudah menangis termasuk Leon Dion Key dan Ken yang sedang terisak.


(BTW yang awalan namanya nya dari huruf k itu itu anaknya Syaka dan Ayuna).


Karena ingin membuat kejutan Kai akhirnya berdiam dan melanjutkan makannya, dari semua orang yang ada di meja makan hanya Kai saja yang tidak menangis dia bahkan tersenyum karena melihat Daddy dan Mommy nya sedang makan sambil menangis.


.


.


.


Saat setelah selesai makan Kai sudah tidak bisa menahan senyumannya lagi, tanpa ragu dia berjalan mendekati sepupunya lalu memeluk Azhela dengan perasaan bahagia nya.


"Kamu ini kenapa sih" tanya Azhela bingung.


Dan bukannya menjawab Kai malah tertawa dan melepaskan pelukannya.


"Ini untuk kamu, dari pangeran kodok" ucap Kai dengan senyumnya.


Azhela menatap amplop itu dengan wajah bingung nya.


"Buat aku jangan-jangan isinya kodok" kata Azhela sambil mengambil amplop nya.


"Bukan kodok tapi surat cinta" sahut Kai lagi.


Azhela tertawa mendengar ucapan sepupunya itu, karena penasaran akhirnya Azhela membuka amplopnya dan ia sedikit terkejut melihat isi dari amplop itu yang ternyata adalah foto seorang pemuda dan gadis kecil yang sedang tertawa.


D**ia kan gadis yang selalu ada dalam mimpi ku. batin Azhela.


ragu-ragu Azhela melihat belakang fotonya dan dia melihat tulisan di belakang foto itu.


Arjuna dan Jelita


Jadi foto ini adalah foto Jelita? adiknya Juna?. batin Azhela lagi.


Azhela melihat isi di amplop tadi dan dia melihat selembar kertas yang dilipat, Azhela membuka kertas itu dan langsung membaca isi di selembar kertas itu.


*Set*elah membaca surat yang ada di amplop ini Aku harap kamu bisa memaafkan kebodohanku Zhee, aku tahu mungkin aku telah egois karena telah berniat untuk mengambil kembali hidup mu, maka dari itu lewat surat ini aku ingin mengatakan bahwa wa jantung yang ada di dalam tubuhmu itu adalah jantung mu Zhee, Jangan lakukan hal apapun yang akan menyakiti tubuhmu, tapi berbahagialah untuk menjalani hidup yang indah.


Azhela terdiam, dia merenung terlihat berpikir apa maksud dari surat yang di tulis Juna, sampai akhirnya dia mendengar suara Kai.


"Pengumuman Juna sudah mengikhlaskan jantung adik nya untuk Zhee, dan tidak akan ada pencabutan jantung ataupun segala hal mengerikan yang lain nya, queen Zhee akan selalu bersama kita" ucap Kai berteriak.


Yang mana membuat semuanya langsung melihat ke arah Azhela, dan jangan di tanyakan lagi betapa bahagia nya mereka sekarang.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏