
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Rahasia apa yang kalian maksud? apa yang seharusnya tidak boleh aku tahu?"
Azhela berjalan menuruni tangga, lalu mendekati Mama dan Papa nya juga Juna yang pipi nya sekarang terlihat lebam.
"Bukan apa-apa sayang, ayo istirahat Mama bacakan dogeng mau ya" ucap Syakira mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya, ayo Papa temani tidur" Rayden ikut-ikutan mengalihkan perhatian.
Juna mendengar itu melongo, dia tidak percaya jika Azhela di perlakukan layak nya anak kecil oleh orang tuanya.
"Tidak Mama dan Papa harus menjelaskan semuanya pada ku tentang rahasia yang kalian sembunyikan dari ku" sahut Azhela kekeh.
"Zhee itu sama sekali tidak penting, lebih baik kita tidur saja ya ini sudah sangat malam" jelas Syakira masih mencoba untuk tidak memperpanjang masalah.
Syakira memegang tangan putri nya, tapi Azhela dengan pelan melepaskan tangan sang Mama dan menatap Papa juga Juna yang terlihat saling mendiamkan.
"Kenapa diam? apa yang kalian sembunyikan dari ku?" tanya Azhela sekali lagi.
"Zhee masuk kamar!" tegas Rayden.
Untuk pertama kalinya dia menaikan suara nya karena tidak mau membuat putrinya tahu akan kebenarannya.
Tapi Azhela menyalahkan arti dari suara keras Papa nya, dan air mata Azhela mengalir tanpa di minta karena Azhela tidak suka di bentak ataupun di marahi dengan suara yang keras.
"Papa memarahi ku hanya karena ini?" Azhela mundur. "Aku hanya ingin tau apa yang kalian sembunyikan dari ku, apa salah?" lanjut nya dengan air mata yang masih terus mengalir di wajah cantik nya.
"Sayang maksud Papa tidak seperti itu, jangan menangis maafkan Papa karena bicara sedikit keras pada mu" Syakira mendekati putrinya dan memeluk sang putri dengan lembut.
Huh..
Papa rayden menghela nafasnya panjang, dia melirik Juna yang masih terdiam.
"Biarkan Zhee tau semuanya sayang" kata Rayden.
"Tidak Pap, jangan sekarang" Syakira memeluk putrinya, ekor mata nya melihat ke arah suaminya memohon agar semuanya tetap seperti ini dan tidak ada yang harus di lanjutkan.
Azhela yang menangis perlahan menghentikan Isak tangis nya, matanya menatap Papa nya dengan wajah yang meminta penjelasan.
"Juna adalah calon suami kamu Zhee" ucap Rayden akhirnya.
"Papa bercanda kan?" tanya Azhela sambil menyeka air mata nya.
"Tidak apa yang Papa mu bilang adalah benar aku adalah calon suami mu maka dari itu kamu harus menurut pada ku karena jantung Jelita ada pada mu" Juna yang dari tadi diam saja akhirnya mengeluarkan suara nya.
Jelita lagi !
"Siapa Jelita? kenapa Juna selalu membawa nama itu? sebenarnya apa hubungan Jelita dengan ku" tanya Azhela dengan wajah kesal nya.
Dia merasa ini sudah waktunya yang tepat untuk Azhela mengetahui semua kebenarannya, dia ingin Azhela tau dari keluarga nya sendiri bukan dari orang lain.
"Zhee sebenarnya Arjuna bukan calon suami kamu, kami terpaksa merestui niatan nya untuk menikahi mu karena jantung itu, Maaf sayang Papa baru tau kalau transplantasi jantung tujuh tahun yang lalu adalah jantung yang di perjual belikan oleh Mafia, dan Arjuna adalah kakak dari gadis yang jantung nya ada di dada mu" Rayden menjelaskan panjang kali lebar.
Azhela terdiam saat mendengarkan penjelasan sang Papa.
Jadi jantung ini? jantung gadis yang tidak berdosa yang kehidupan nya di renggut oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab?. batin Azhela terasa teramat sakit.
Deg..
Jantung Azhela serasa sakit mengetahui fakta jika dia hidup di atas derita anak yang tidak bersalah, tubuh nya seketika ambruk dengan pandangan nya yang kosong.
"Sayang" Syakira membawa tubuh ambruk putrinya ke pelukan nya.
"Jika aku memakai jantung orang lain dan kakak nya tidak ikhlas aku tidak apa tidak memiliki jantung, berikan jantung ku pada Juna, aku tidak mau hidup di atas derita orang" ucap Azhela sambil memegang dada nya.
"Tidak Zhee kamu tidak bisa melakukan itu sayang" Syakira mempererat pelukannya dan menciumi wajah putri nya.
"Jangan buang air mata mu Mam, Pap, mungkin ini sudah takdir karena tanpa jantung ini aku memang seharusnya sudah meninggal sejak lama" lanjut Azhela.
Air mata nya mulai jatuh dia tidak bisa membayangkan untuk hidup tanpa putri nya, tidak Syakira tidak akan pernah bisa melakukan semua itu.
Azhela melepaskan pelukan dari Mama nya dia berdiri dan melewati Rayden yang menangis karena tidak akan pernah bisa membiarkan putri nya meninggalkan nya begitu saja.
"Ambil jantung ini, kedatangan mu hanya untuk ini kan? semoga kau bahagia dengan kembali nya jantung adik mu, dan maaf karena aku adik mu pergi" ucap Azhela pada Juna.
Dan entah kenapa Juna yang selalu bersemangat untuk mengambil jantung Jelita pun kini menjadi terdiam, hati nya terasa teriris karena melihat Azhela dengan pandangan kosong nya mengatakan akan memberikan kembali jantung Jelita.
"Zhee..." panggil Juna tertahan.
"Aku akan melepaskan semuanya besok, terimakasih untuk 17 hari mu menjadi bodyguard gadis menyebalkan seperti ku, kamu bisa mengambil jantung nya" ucap Azhela dan tanpa menunggu jawaban dari Juna Azhela berlari menaiki tangga dan masuk ke kamar nya.
Rayden dan Syakira melihat kepergian Azhela, hati keduanya teramat sakit sangat sakit.
"Pergi kamu! kamu puas kan sudah membuat Zhee melepaskan jantung nya" teriak Syakira sambil memukul dada Juna.
Rayden menarik istrinya ke pelukan nya, dan Syakira menangis berontak di pelukan sang suami.
"Pergilah, kau sudah mendapatkan jantung adik mu kembali besok dan saya harap kau tidak memperlihatkan wajah menyeramkan mu itu di depan mata keluarga ku" usir Rayden dengan wajah dingin nya.
Juna yang di usir mau tak mau dia pergi, sebelum benar-benar pergi Juna melihat ke arah kamar Azhela dan seperti biasnya dia melihat sosok yang sedang duduk di balik garden itu.
Apa ini sudah benar dengan mengambil jantung Jelita?, apa aku sanggup melihat jantung adik ku dan melihat gadis lain mati sia-sia hanya karena menolak aku nikahi?. batin Juna di landa kebingungan mendalam.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏