
^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
"Siapa pembunuh nya?"
"Kevin!" balas Juna singkat padat dan jelas.
"A-apa! tapi kenapa?" Azhela semakin syok.
Air mata nya jatuh mengenai pipi nya, terlepas dari pengkhianat yang semula Celine lakukan pada nya Azhela tidak bisa membenci Celine teman nya hanya karena satu kesalahan.
Ya meski kepercayaan nya akan sebuah persahabatan itu tidak lah dia dapatkan, tapi setidaknya Azhela mendapatkan teman yang cukup menyenangkan selama beberapa tahun ini.
Juna masih setia mengusap punggung Azhela guna memenangkan Azhela, sampai akhirnya Azhela menatap Juna dengan tatapan yang penuh ketajaman.
"Apa yang di lakukan bajingan itu sehingga Celine meninggal?" tanya Azhela tegas.
Huh..
Juna menarik nafasnya panjang, dia menjelaskan semuanya di mulai tulisan Celine yang mengatakan jika dia di perko*a oleh Kevin, dan sampai akhirnya dia memilih bunuh diri.
Semuanya memang tidak masuk akal karena yang Azhela tahu Celine selalu bilang jika dia ingin merasakan sensasi bercinta, tapi dia tidak percaya jika Celine memutuskan bunuh diri hanya karena di perko*a.
"Aku tidak percaya, pasti Kevin membunuh Celine" kata Azhela wajah nya marah.
"Itu kenyataan nya, hanya ada luka sayatan di nadi dan bathub yang berisikan air berwarna merah darah" jelas Juna lagi.
"Tidak mungkin, Celine yang aku kenal tidak sebodoh itu kalau pun dia ingin mati kenapa tidak dari kemarin-kemarin saja, kenapa harus sekarang setalah luka di perut nya sembuh" Azhela sangat-sangat yakin jika ada motip lain dari meninggal nya Celine.
Azhela berdiri dia berjalan ke kamar di temani Juna, dan benar saja saat Azhela masuk dia melihat Celine yang sudah cantik dengan pakaian cantiknya.
Bukan hanya itu saja orang tua Celine juga ada, dan itu membuat Azhela merasa sesak di dada dia tidak kuat melihat teman nya sudah tiada.
"Aku tidak bisa melihat nya, maaf" Azhela langsung berlari ke luar kamar.
Air mata jatuh sepanjang dia berlari, sampai akhir nya Azhela merasa lemas dan terduduk di teras depan dengan wajah yang berderai air mata.
"Aku sudah memaafkan mu Cel, kenapa secepat ini" gumam Azhela sambil terisak.
Dia sudah berniat untuk memperbaiki pertemanan nya, Azhela bahkan berniat meminta Juna untuk melepaskan Fara dan memperkerjakan Fara di rumah nya saja.
Sejauh itu Azhela memikirkan untuk menyambung kembali pertemanan nya, dia sangat ingin geng heboh nya kembali seperti dulu lagi, tertawa bersama dan terkena hukuman bersama.
"Zhee" tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Azhela.
"Far" Azhela mendongkak dan melihat Fara di depan nya.
"Noo" Azhela langsung berdiri dan memeluk Fara.
Keduanya berpelukan sambil terisak, lama keduanya menangis sambil berpelukan sampai akhirnya terdengar suara.
"Pergi kamu orang jahat, Celine mati karena kakak mu!" teriak Mama Celine.
"Tante, maafkan kak Kevin" ucap Fara merasa bersalah.
Dia memang mengatakan ingin Celine mati, tapi kenyataanya Fara tidak benar-benar ingin itu terjadi, dia hanya kesal dan sejatinya Fara tidak sekarang tidak punya siapa-siapa lagi selain Celine.
Plakk !!
"Pergi kamu sialan, aku bersumpah kau juga akan menderita seperti apa yang Celine rasakan saat ini, kalian memanfaatkan putriku hanya karena dia menerima donor ginjal" teriak Mama Celine setelah menampar Fara.
"Donor ginjal?" Azhela menyahut.
"Iya Zhee, dulu saat Celine berusia 10 tahun Nyonya Anggelina memberikan ginjal dengan gratis pada Celine, dan bayaran nya setelah SMP Celine harus berteman dengan cucu orang jahat itu hingga akhirnya Celine memilih berkhianat karena tidak mau melukai kamu, Zhee" jelas Mama Celine yang menjadi saksi mata kehidupan sedih putrinya.
Fara hanya bisa terisak dan tertunduk sedih saat semua kejahatan keluarga nya terbongkar, sebelum nya Fara yang mendengar kabar meninggalnya Celine memohon di antarkan ke rumah ini.
Fara sangat ingat melihat Celine untuk yang terakhir kalinya, dia ingin minta maaf karena selama menjadi teman Fara selalu membuat Celine tertekan dengan segala ancaman dari nya.
"Tante aku mohon ijinkan aku melihat Celine untuk yang terakhir kalinya, aku mohon Tante" tiba-tiba Fara memeluk kaki Mama Celine.
Mama Celine ingin menendang Fara tapi di hentikan oleh suara Azhela.
"Tante alangkah baik nya Tante masuk, Celine pasti akan kesepian jika tidak ada Tante" ucap Azhela hati-hati.
"Baik Zhee, tapi Tante mohon tolong usir Gadis jahat ini" kata Mama Celine laku pergi.
Kini tinggal Fara dan Azhela, keduanya duduk di teras depan dan Fara masih menangis sesegukan karena dia sangat kehilangan.
"Fara pulang lah ke rumah kakak mu, aku merelakan semuanya kembali pada kakak mu dan katakan pada nya kalau polisi akan menunggu itikad baik nya"
"Zhee.."
"Aku tidak bohong, pulang lah kamu hanya korban ego Oma mu dan aku ingin kita kembali maka dari itu tolong kerja sama nya dan biarkan kakak kamu mempertanggungjawabkan segala hal yang telah dia perbuat selama ini"
๐น
Selamat hari raya Idul Fitri 1443 H๐ค
Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir batin ๐ Terimakasih atas dukungan semuanya mohon maaf kalau selama menulis aku sebagai penulis cerita Twins Four Azhela Oh Azhela banyak salah-salah kata atau mungkin ceritanya tidak sesuai impian dan harapan kalian๐ค
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐