
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Satu Minggu berlalu begitu saja, Azhela nampak betah tinggal di New York dan dia tidak merasa liburan karena selama di New York Azhela sering bertemu dengan keluarga nya.
Saat ini Azhela sedang nongkrong di temani Fara di cafe, keduanya bersantai karena para lelaki memang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Far.." panggil Azhela.
"Ya Zhee" jawab Fara melihat Azhela.
"Berapa target usia menikah mu?" tanya Azhela.
"What? pertanyaan apa ini Zhee" tanya balik Fara menatap penuh curiga pada teman nya.
Azhela yang di tatap seperti itu malah dengan santainya tersenyum, lalu dia menyeruput coklat panas nya.
"Aku hanya bertanya, apa sesusah itu menjawab nya?" ucap Azhela santai.
"Pertanyaan yang simpel, tapi sulit untuk di jawab" balas Fara, ikut menyeruput coklat panas nya.
"Why?" tanya Azhela penasaran.
Fara melihat Azhela lalu dia mengangkat kedua bahunya ke atas.
"Aku tidak tau, tapi aku merasa belum menjadi orang baik dan apa jadinya kalau aku menikah dan hamil, aku akan menjadi ibu yang buruk bukan?" ucap Fara panjang kali lebar.
Azhela mendengar ucapan Fara langsung bertepuk tangan, dia tidak percaya jika teman nya semakin dewasa dan sekarang memiliki pemikiran yang bijak dan cerdas.
Tapi selain itu Azhela juga sedikit tertegun dengan penuturan teman nya, ia melihat cerminan dirinya sendiri yang menikah di usia yang masih sangat muda.
Dan Azhela sebelum nya tidak memikirkan sejauh apa yang di pikirkan Fara, yang ia tau hanya Mommy dan Mama nya menikah di usia muda dan mereka hidup bahagia dengan keluarga kecilnya.
Kenapa sekarang aku jadi takut menjadi ibu, aku takut tidak bisa menjadi sosok ibu yang baik untuk anak ku nanti, bahkan untuk saat ini aku belum pandai memasak dan mencuci piring saja aku tidak bisa. batin Azhela tiba-tiba minder.
"Zhee kamu tidak apa?" tanya Fara sambil melambai-lambaikan tangan nya.
Fara tidak menjawab, di memilih meminum kembali coklat panas nya.
Seperti nya ada yang sedang Azhela pikirkan, bahkan orang seberuntung Azhela pun masih memiliki masalah apalagi dengan aku yang kurang beruntung ini. batin Fara lesu.
Selesai nongkrong di cafe Azhela dan Fara memilih belanja untuk oleh-oleh, mengingat hanya tersisa tiga hari lagi waktu mereka di New York.
Besok terakhir Juna dan Aldy menyelesaikan pekerjaan nya, dan untuk dua hari sisa nya mereka akan jalan-jalan ke tempat yang di inginkan Azhela.
Untuk Fara dan Aldy keduanya hanya mengikut saja, karena sejatinya mereka tidak memiliki satu pun reperensi tempat cantik yang akan mereka datangi.
Di tempat lain jika para wanita baru pulang nongkrong maka berbanding terbalik dengan para lelaki, terlihat Juna yang baru sampai di tempat makan siang yang di janjikan.
"Sebuah kehormatan untuk saya bisa bertemu dengan anda, tuan Arjuna" ucap seorang pria.
"Ya, begitupun dengan saya yang senang menerima undangan makan siang ini, tuan Ronal" balas Juna.
Keduanya mengobrol masalah pekerjaan nya, mereka mengobrol lama hingga akhirnya pertemuan itu di akhiri dengan makan siang.
"Jika tuan Arjuna ada waktu saya berniat akan mengundang tuan Arjuna, dan asisten tuan bisa datang untuk makan malam di rumah saya" ucap Pak Ronal.
Juna mendengar itu menaikan sebelah alisnya ke atas, ini adalah trik lama untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan, dan Juna yang sudah lama hidup dalam dunia perbisnisan sudah biasa menghadapi masalah itu.
"Mungkin kerja sama ini akan lebih aman jika kita tidak memasukan masalah pribadi tuan Ronal, bukan kah begitu lebih enak?" Juna menanggapi dengan santai.
Dia tau jika Pak Ronal memiliki anak gadis yang usianya masih 16 tahun.
"Seperti nya anda salah mengartikan tuan, maksud saya adalah__" ucap tuan Ronal terhenti karena Juna memotong ucapan nya.
"Saya sudah beristri, dan tidak berniat menambah istri" tegas Juna dengan wajah dingin nya.
Savage. batin Aldy.
🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏