
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Juna melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat cepat, saat ini ini dia sedang bimbang untuk membawa Azhela ke rumahnya atau ke mansion nya.
"Tubuh ku sangat panas" gurau Azhela dengan mata terpejam.
"Hem, salahmu meminum minuman itu" kata Juna hanya tersenyum kecil.
"Kamu siapa?" tanya Azhela.
"Seorang pria" balas Juna.
"Oh pria tampan? tidak punya nama?" lanjut Azhela.
"Nama ku adalah___" ucap Juna terhenti karena Azhela kembali bersuara.
"Kepala ku terasa hampir pecah, tapi tubuhku terasa sangat panas" teriak Azhela dengan mata terpejam.
Mendengar itu Juna sedikit melirik ke arah Azhela, seketika dirinya memiliki ide yang sangat cemerlang.
"Gadis nakal kau membuat aku jalanku untuk memilikimu semakin mudah" kata Juna sambil senyum kecil.
Sebelumnya dirinya memang menjauhi Azhela karena merasa bersalah akan kejadian di kamar mandi waktu itu, sampai akhirnya dirinya mendengar kabar Jika harga dan anak buahnya akan menculik Azhela di salah satu club'.
Juna langsung memerintahkan anak buahnya untuk menggagalkan penculikan itu dengan melakukan pembekuan Arga dan anak buah nya.
"Halo"
"Arga dan anak buahnya sudah sampai di markas, hanya saja Kevin masih belum tertangkap karena keberadaannya tidak diketahui"
"Shhittt cari dia, kalau perlu serahkan semua anak buah kita untuk mencari Kevin"
"Baik tuan"
Juna diam sebentar lalu..
"Aku punya tugas yang lebih menantang untukmu"
"Tugas apa?"
Dan Juna mengatakan semua keinginannya, yang membuat Aldi sedikit syok karena bosnya benar-benar sangat nekat.
Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi Azhela dan Juna sudah sampai di rumah besar Rayden.
Ting tong..
"Zhee sayang!" Syakira langsung memeluk putri nya.
Rayden yang melihat itu melotot dia langsung berdiri dan siap menghajar Juna tapi tangan nya ditahan oleh Opa Bastian.
"Lepaskan Dad, aku harus menghajar bajingan itu" berontak Rayden.
"Dengarkan dulu penjelasan nya jangan main hakim sendiri" tegas Opa Bastian.
"Tapi Dad__" Rayden kesal.
"Tidak ada tapi-tapian, disini kita tidak tahu yang salah siapa dan yang benar siapa jadi kita harus mendengarkan dulu penjelasan Arjuna" tegas Opa Bastian lagi.
Juna melihat kemerahan di wajah Rayden, dia menghela tasnya panjangnya lalu mulai menceritakan semuanya, tentunya tanpa ada yang dilebih-lebihkan.
Oma Fallen dan Syakira sedih melihat wajah memerah Azhela, apalagi tubuh Azhela saat ini terlihat seperti cacing kepanasan.
"Zhee sayang apa yang terjadi padamu, kenapa sampai seperti ini" Syakira tidak bisa menahan tangis nya.
Dia tidak menyangka jika banyak sekali orang yang ingin mencelakai putrinya, dadanya terasa sesak karena Azhela yang manis memiliki banyak musuh.
"Mama hiks, aku merasa panas" Azhela tidak bisa diam.
"Apa yang panas sayang" tanya Syakira panik.
"Tentu saja tubuh nya, Kira kita harus membuat tubuh Zhee tidak kepanasan" jelas Oma Fallen.
Sontak hal itu membuat Syakira dan Oma Fallen langsung berinisiatif untuk membawa Azhela ke kamar mandi, keduanya akan meredam tubuh Azhela di kamar air dingin agar obat perangsang nya hilang.
Opa Bastian dan Rayden melihat kepergian Azhela dengan wajah yang kesal tentunya, tapi tidak dengan Arjuna yang terlihat santai.
"Kenapa aku curiga bahwa dalang dari semua ini adalah dirimu" Rayden menatap tajam Juna.
"Tidak, untuk apa aku ingin melukai gadis yang aku suka" balas Juna masih terlihat santai.
Yang membuat Opa Bastian terdiam nampak sedang berpikir, tentunya dia tahu akibat dari obat perangsang itu.
"Seberapa besar cinta mu?" tanya Opa Bastian.
"Dad!" Rayden tak suka saat mertuanya menanyakan pertanyaan itu.
"Kau ingin putri mu mati? kau tau apa efek dari perangsang tidak?" tanya Opa Bastian.
"Berapa banyak orang itu memasukkan obat perangsang nya?" tanya balik Rayden.
Dan dengan santai nya Juna menjawab..
"Celine bilang Kevin memintanya memasukkan semuanya itu artinya __" ucap Juna terhenti karena suara jeritan Oma Fallen.
"Ray panggilkan dokter! cepat tubuh Zhee memberikan reaksi yang hebat" teriak Oma Fallen.
Rayden kaget, dia berniat ingin menelpon Uncle Toni tapi langsung di tahan oleh Opa Bastian.
"Apa yang kau ingin lakukan?"
"Tentu saja menelpon uncle Toni, Zhee harus segera di tangani"
"Obat mujarab hanya satu, dan itu adalah Juna"
"Dad!"
Mata Rayden menatap tak suka pada mertuanya, lain dengan Juna yang terlihat senang karena Opa Bastian mendukungnya.
"Aku tidak akan__"
Ting tong..
"Itu pasti penghulu nya, aku sudah menyuruh penghulu datang ke sini" santai Juna.
"Apa!" Opa Bastian dan Rayden kaget.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏