Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Akhir



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Akhirnya Fara sampai di rumah Azhela, demi apa dia benar-benar merasa sesak nafas terus bersama Kenzie yang menurutnya sangat ekstrim.


Bahkan 2000 kali lebih menyebalkan di bandingkan Aldy, Fara pikir Aldy adalah satu-satunya pria menyebalkan tapi Fara salah, Aldy lebih menyenangkan meski saat bersama Aldy keduanya lebih banyak berdebat dari pada mengobrol senang.


"Om" panggil Fara.


"Panggil Kenzie saja" titah Kenzie karena usianya masih 28 tahun.


"Oke, maaf aku hanya bisa menjadi teman apa tidak apa" ucap Fara takut.


Dan tanpa Fara duga Kenzie malah tersenyum santai.


"Tidak apa, lagi pula aku belum berniat memiliki kekasih, aku masih ingin mencari pengalaman yang lain" balas Kenzie terlihat tanpa beban.


Fara sedikit lega, setalah ini tinggal dia mengatakan pandangan nya terhadap Kenzie pada Azhela, dan Fara harap Zhee bisa menerima keputusan nya.


"Menurut mu bagaimana hari ini?" tanya Kenzie.


"Seru, apalagi noton nya" sahut Fara bohong.


Padahal jelas-jelas Fara sedari tadi tidak benar-benar menonton, Fara lebih banyak melihat ponsel di bandingkan menonton film nya.


"Benarkah?" tanya Kenzie lagi, dan Fara mengangguk cepat. "Baiklah lain kali aku akan mengajakmu kembali menonton" lanjut Kenzie.


"Hem, aku tunggu" balas Fara tersenyum di paksakan.


Dan maaf ini yang terakhir, aku merasa was-was berlama-lama dengan pria aneh. batin Fara merinding karena Kenzie memiliki humor yang terlalu tinggi.


Setelah obrolan itu Fara keluar dari mobil Kenzie, dia berdiri sebentar untuk melihat mobil Kenzie keluar dari area rumah teman nya.


Huh..


"Akhirnya selamat" gumam Fara sambil menepuk dada nya pelan.


Dan saat akan berbalik tiba-tiba tangan Fara di tarik seseorang membuat Fara reflek meninju sosok itu.


Brugkkk !


Awww !


Ringis Aldy mendapatkan tinjuan dari Fara.


"Maaf" kata Fara sambil mengusap lebam akibat tinjuan nya.


"Sakit!" kata Aldy mengusap pipi nya yang terasa nyeri.


Fara mengusap lebam nya, dia terkekeh melihat tinjuan yang dia berikan ternyata sangat kuat sehingga membuat Aldy terlihat menyedihkan seperti ini.


Dan saat Fara akan bersuara tiba-tiba terdengar suara dari atas balkon.


"Dasar lemah, di tinju dikit aja langsung awww" cibir Juna yang sedang duduk santai di balkon.


Aldy menatap tajam ke atas balkon, ingin rasanya dia balik mencibir Bos nya, dan mengatakan jika pertemuan pertama Bos nya dengan si nona muda juga tidak jauh lebih buruk dari dirinya.


"Ayo" Aldy membawa Fara ke arah motor nya.


Juna melihat itu dan langsung mengeluarkan suara nya lagi.


"Jangan telat dari jam 10 malam, inget anak gadis orang!" teriak Juna. "Telat 5 menit di potong 5 persen dan begitupun seterusnya!" lanjut Juna berteriak.


Aldy mengembungkan pipi nya sebal mendengar ucapan Bos nya, dia melihat jam dan menghembuskan nafasnya kasar saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul 9 lebih.


"Hanya 32 menit" gumam nya.


"Memang nya mau kemana?" tanya Fara kepo.


Aldy melirik Fara, lalu dia melepaskan pegangan tangan nya.


"Tidak jadi, ayo duduk di sana" ajak Adly menunjuk kursi di teras rumah.


Fara mengikuti Aldy tanpa banyak tanya, sebenarnya saat ini dia bingung karena tidak biasanya Aldy ada di sini malam-malam seperti ini.


Apa dia ingin mengatakan sesuatu yang serius? jika iya bagaimana dengan nasib Andini. batin Fara teringat akan sosok teman nya.


Aldy menarik kursi dan meminta Fara untuk duduk di sebelahnya, tapi Fara masih diam dengan pikiran yang berkecamuk.


"Aku tidak menyukai Andini, tapi aku menyukai mu" kata Aldy sambil memegang tangan Fara.


"Tapi Andini__" ucap Fara terhenti karena Aldy menyimpan satu jari nya di depan bibir Fara.


"Andini tahu itu, dan aku ingin menikahi mu Minggu depan, tenang saja semuanya akan aku tanggung" kata Aldy dengan penuh percaya diri.


Fara nampak bingung, dan yang dia bingungkan sekarang adalah Aldy yang tiba-tiba mengajak nya menikah, bukan itu terlalu cepat.


"Andini akan terluka, aku tidak bisa menyakiti nya" Fara menunduk.


"Kata siapa terluka? aku bahkan senang jika sahabat ku bisa mendapatkan kebahagiaan nya" pintu terbuka dan memperlihatkan Andini.


"Din.." Fara kaget melihat jika Andini ada di rumah Azhela.


Sebenarnya Andini sudah pulang, tapi dia di minta bumil untuk menginap yang membuat Andini saat ini ada di rumah Azhela.


Dan selama mengobrol di rumah Azhela Andini banyak tahu fakta baru, termasuk Fara yang sudah banyak berubah.


"Aku benar-benar tidak apa, bahagia lah kamu pantas bahagia" lanjut Andini sambil tersenyum.


Dia akan mengubur perasaan nya karena cinta di paksakan itu tidak baik, dan Aldy menyukai Fara di bandingkan dirinya, Andini menerima nya karena dia tidak mau membuat masalah semakin runyam.


Damai lebih baik, meski setelah ini Andini akan memutuskan untuk pergi ke kota C karena dia harus meneruskan kuliah nya, Andini akan pindah lagi karena Papa nya di pindahkan ke kota C pekerjaan nya.


Keduanya pun akhirnya berpelukan, Azhela yang baru turun tersenyum senang melihat Andini dan Fara bisa kembali berdamai.


"Lihat sayang ku, Mommy kalian hebat kan bisa membuat aunty-aunty kalian jadi damai tanpa pertengkaran" gumam Azhela sambil mengusap perut nya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏