Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Menyakitkan



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Fara memilih ke belakang dari pada membuat Andini semakin kesal, dia memilih mengalah karena Fara tidak mau membuat suasana menjadi buruk.


Mata Andini terus melihat ke ponselnya, dan hal itu membuat Azhela yang melihat nya menjadi penasaran.


"Lihat apa sih?" tanya Azhela.


"Jam" balas Andini cepat.


"Ngapain?" tanya Azhela bingung.


Membuat Andini melirik Azhela.


"Lihat jam soalnya lagi nunggu seseorang" balas Andini lagi dengan senyuman nya.


Azhela tentu saja terkejut mendengar ucapan Andini, dia menjadi penasaran akan sosok yang sedang di tunggu Andini itu.


Semoga saja bukan Aldy, kalau iya bisa terjadi perang kedua ini. batin Azhela yang menduga jika sosok yang di tunggu Andini adalah Aldy.


"Kamu punya teman dekat? maksud aku pacar?" tanya Azhela.


"Ya tentu saja, menang nya kamu saja yang boleh menikah aku juga mau" sahut Andini sewot.


"Em, siapa nama pria itu?" tanya Azhela lagi.


Membuat Andini sekali lagi melirik ke arah Azhela, tiba-tiba Andini tersenyum dia membayangkan sosok yang menjaga nya di saat dia sedang sakit dulu.


"Dia adalah__" ucap Andini menggantung.


"Honey aku pulang" teriak Juna di teras.


"Ahk dia datang" Andini langsung berdiri.


Azhela kaget melihat itu, dia langsung ikut berdiri dan mendekati suaminya.


Aldy juga masuk membawakan tas kerja bos nya, dan dia terkejut saat melihat Andini yang tersenyum pada nya.


Dia kembali. batin Aldy langsung menghentikan langkah kaki nya.


Dulu Aldy sering menjaga Andini karena perintah Juna, hal itu membuat Aldy sering memeluk Andini karena syok yang Andini perlihatkan membuat Aldy selalu memberikan ketenangan untuk Andini.


"Hy" sapa Andini dengan senyuman nya.


Azhela mengajak suaminya pergi, dan keduanya pun akhirnya membiarkan Andini dan Aldy berduaan di dekat ruang tamu.


"Baik" jawab Aldy canggung.


"Kakak terlihat lebih tampan, semakin keren" lanjut Andini lagi.


"Hem terimakasih" Aldy melihat jam tangan nya, "Aku akan pulang karena ini sudah jam pulang" lanjut Aldy sambil berdiri.


Andini nampak kecewa mendengar itu, dia memegang tangan Aldy tapi Aldy menepis nya pelan yang membuat Andini langsung memeluk Aldy.


Aldy mencoba melepaskan pelukan nya, tapi bukan nya terlepas malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"Aku rindu kak, apa aku boleh menagih janji itu?" ucap Andini masih memeluk Aldy.


"Lepaskan dulu pelukan nya, jangan begini" kata Aldy mencoba untuk tidak marah-marah.


Dia tau Andini baru sembuh, dan itu yang membuat nya harus bisa menjaga amarah nya.


"Tidak mau, aku sudah sembuh dan sekarang aku ingin janji kakak yang akan mengajak ku ke tempat indah" Andini mengatakan nya sambil tersenyum.


Aldy menghela nafasnya, maksud dari janji itu dia memang sempat menjanjikan membawa Andini ke tempat indah, tapi dia tidak percaya jika teman istri majikan nya itu masih mengingat nya.


Di kejauhan Fara nampak mematung melihat apa yang saat ini dia lihat, pria yang di sukai nya nampak diam saja saat di peluk oleh sahabat nya.


Apa ini Far, sadar gadis seperti mu memang tidak akan mendapatkan pria hebat seperti Aldy ataupun pria lain nya, kamu harus sadar kalau keluarga mu banyak di benci orang lain, kamu tidak pantas di cintai. batin Fara merasa frustasi.


Perlahan air mata Fara jatuh ini kali pertama dia menumpahkan air matanya hanya untuk cinta, dan kenapa rasanya sangat menyakitkan.


"Go Fara, kamu harus sukses dan bukan cinta yang harus kamu pikirkan saat ini" Fara bergumam sambil menyeka air mata nya.


Tak tahan dengan apa yang dia lihat Fara pun memilih berlari ke kamar nya, dia kembali menangis di kamar nya karena semakin dia mengingat Aldy dia semakin sedih karena Fara tak sengaja mendengar obrolan mereka.


Aldy melepaskan pelukan nya, dia melihat Andini yang nampak kecewa dan itu membuat dirinya tak nyaman.


"Janji adalah hutang loh" kata Andini dengan wajah di tekuk nya.


"Iya, baiklah weekend aku akan menjemputmu" kata Aldy.


"Really?" tanya Andini.


"Hem, aku pulang dulu" Aldy berlalu pergi, niatnya mampir untuk bertemu Fara tapi dia malah harus bertemu dengan Andini.


Dia membuat persahabatan ku hancur, dan saat ini aku juga akan membuat perasaan nya hancur, Aldy milik ku bukan milik adik pembunuh itu. batin Andini sambil tersenyum menyeringai.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏