
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kedatangan penghulu ke rumah besar Rayden tentu saja membuat semua orang yang ada di rumah geger, Juna benar-benar memanfaatkan situasi ini untuk memiliki Azhela seutuhnya.
Tentunya dengan caranya yang sangat terbilang nekat, yang membuat semua orang geleng-geleng tidak percaya karena pria itu sekolah sudah merencanakan semuanya dengan matang.
"Tidak ada pilihan lain, Zhee harus hidup" kata Opa Bastian.
"Tidak, putri ku masih 18 tahun" Rayden masih kekeh untuk menolak.
Dia tidak mau membuat masa depan putrinya hancur, dia berharap Azhela bisa menemukan kebahagiaannya sendiri dan itu bukan bersama Juna.
"Sayang Zhee sangat kesakitan" kata Syakira.
"Dimana Zhee?" tanya Rayden.
"Di kamar, baru di pindahkan tolong selamatkan Zhee" sahut Syakira sedih.
Di tempat kan di posisi ini Rayden benar-benar merasa frustasi, satu sisi dia ingin putrinya nya bahagia tapi satu sisi lainnya dirinya juga tidak bisa membiarkan putrinya kesakitan seperti itu.
Argh..
Rayden mengacak rambutnya frustasi, sekarang dirinya benar-benar di hadapkan dengan jalan buntu di mana dirinya tidak bisa mencari jalan yang terbaik.
"Apalagi yang kau pikirkan kau memperlambat jalan penyembuhan putrimu" kesal Opa Bastian.
Menurut nya lebih baik Azhela di nikahkan bandingkan dia harus mendengar cucu nya kehilangan kesucian nya tanpa ikatan pernikahan, tidak dia tidak ingin keturunannya seperti itu.
Masa lalu nya sudah dia kubur sedalam-dalamnya dan dia berharap karma baik masih berlaku untuk dirinya dan keluarga besarnya.
"Maaf ini jadi tidak pernikahan nya?" tanya Pak penghulu.
"Jadi tidak!" Juna dan Rayden menjawab dengan jawaban yang berbeda.
Lalu keduanya bertatapan tentunya dengan Rayden yang menatap Arjuna dengan tatapan ingin membunuhnya, lain dengan Juna yang masih bisa bersikap santai.
"Tuan, semuanya sudah beres" kata Aldi pada Juna.
"Terimakasih, kalian jangan dulu pulang karena kalian harus menjadi saksi di pernikahanku" titah Juna tegas.
"Hey! kau benar-benar tidak tahu malu seenaknya ingin menikahi anak gadis orang tanpa seijin orang tuanya" kesal Rayden.
Emosi nya kini sudah di ubun-ubun, rasanya dirinya sekarang ini ingin membunuh Juna yang sangat membuat dirinya emosi.
Sampai akhirnya sebuah usapan terasa di punggungnya membuat dirinya melirik ke belakang, dan terlihatlah sosok istrinya yang sedang menangis.
"Turunkan ego mu, Putri kita sedang kesakitan" kata Syakira.
"Dengar itu, jika kau tidak mau menjadi wali nikah biar aku saja menjadi wali nikah nya toh aku adalah Opa nya" timpal Opa Bastian.
"Tidak, aku aku Papanya dan masih hidup tentunya suatu kebanggaan untukku bisa menikahkan putri kesayangan ku, meski terpaksa" tegas Rayden menatap tajam mertuanya lalu melirik Juna dengan tatapan yang sama pula.
Setelah drama itu mereka pun akhirnya sepakat untuk menikahkan Azhela dan Juna, ya meskipun Rayden masih memiliki kesal yang teramat dalam pada Juna.
Tapi demi putrinya dia pun menurunkan ego nya dan mau menjadi wali nikah untuk putrinya, Rayden juga menelpon ketiga putranya yang lainnya dan mereka juga setuju untuk hal itu karena mereka juga ingin Azhela sehat.
Pernikahan dadakan dan sangat sederhana pun akhirnya di akhiri dengan kata SAH dari beberapa saksi yang diantaranya adalah anak buah Juna.
"Kalian kenapa masih ada di sini? pulang sana tidak acara makan-makan di sini" kata Juna dingin.
"Baik bos, selamat untuk pernikahan anda tuan" ucap Aldi memberi selamat, lalu ia memberikan kode pada anak buahnya untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
Ternyata cucu mantuku benar-benar gila, huh.. tapi tidak apa setidaknya dia lebih gentleman daripada pria-pria luaran sana yang hanya ingin celap celup tanpa ikatan pernikahan. batin Opa Bastian.
Juna memangku tubuh Azhela, dia hanya melirik mertuanya dan Opa Bastian sekilas, lalu berjalan menaiki tangga dengan wajah senangnya.
"Malam ini kau milik ku gadis nakal" bisik Juna di leher Azhela.
Syakira memeluk suaminya saat melihat tubuh putri nya yang dibawa pergi oleh menantu nya, dia masih tidak percaya bahwa malam ini adalah malam dimana dirinya benar-benar Putri kesayangannya.
Azhela si gadis kecil nya kini sudah menjadi milik orang lain, dan bukan biasa lagi Kalau nantinya Azhela akan pergi dari rumahnya dan tinggal bersama pria yang menjadi suaminya.
"Dia benar-benar menang banyak, awas saja jika dia berani membuat queen kesayangan kita menangis" ucap Rayden dengan wajah kesal nya.
"Jangan seperti itu, kita harus doakan semoga pernikahannya menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warohmah, selalu bersama dengan kebahagiaan" Kata Oma fallen mengingatkan.
"Mommy benar, tapi aku masih belum percaya Zhee menikah, ini seperti mimpi." Syakira sambil melepaskan pelukannya dari suaminya.
Awww !
"Mom!" Syakira manyun karena mendapatkan cubitan keras di lengan nya, tentunya pelaku nya adalah Oma Fallen.
"Bagaimana?" tanya Oma Fallen.
"Sakit lah" sahut Syakira semakin manyun.
"Kalau sakit berarti ini bukanlah mimpi, jadi sekarang lebih baik kalian tidur dan menutup pintu kalian rapat-rapat agar tidak mendengarkan pasangan pengantin baru yang akan berisik" kata Oma Fallen lagi.
Yang mana hal itu membuat Syakira langsung terdiam, dia melirik suaminya dan langsung menarik tangan suaminya untuk kamar nya, dia rasa kesedihannya yang tadi adalah kesalahan.
Kenapa aku harus sedih, justru harus nya sekarang ini aku bisa bernafas lega karena putriku yang nakal sudah ada yang menjaga, hihi malam ini tidak boleh kalah dari pengantin baru pokoknya. batin Syakira.
"Lihat dia putri mu, penuh drama" kata Oma Fallen sambil berlalu meninggalkan suaminya.
"Putri kita sayang, kan kita membuatnya bersama" sahut Opa Bastian sambil berjalan mengikuti kemana istrinya pergi.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏