
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Azhela dan ketiga temannya benar-benar menikmati suasana di kelas yang sangat menyenangkan, jiwa muda ke empat gadis cantik itu terlihat sangat menonjol apalagi Andini yang baru merasakan pertama kalinya minum alkohol.
"OMG Astaga ini benar-benar sangat menyenangkan! " teriak Andini sambil berjoget di ruangan yang hanya berisi empat gadis cantik itu.
"Zhee kau ingin minum?" tanya Celine.
Azhela yang sedang berjoget itu melirik ke samping dia terdiam sebentar lalu menggelengkan kepalanya.
"Maaf, Aku tidak ingin mabuk karena Mama Papa dan ketiga kakak ku pasti akan memarahiku jika aku melakukan kenakalan yang lebih dari ini" balas Azhela menolak secara halus.
Celine hanya mengangguk mendengar penolakan Azhela, Iya tahu temannya itu memang apa-apa selalu memikirkan keluarganya dahulu.
Ketiganya kembali berjoget lagi setelah lagu baru kembali di putarkan, Fara yang dari tadi berjoget memilih duduk karena merasa lelah.
"Far Ayo ini seru loh" teria Andini sambil berjoget.
"Biarin aja guys mungkin Fara kelelahan" kata Celine seolah membela Fara.
"Ya itu benar, aku akan ke toilet sebentar ya" kata para sedikit berteriak agar teman-temannya mendengar.
Celine melihat kepergian Fara, dia langsung menarik Azhela agar mau meminum minuman itu.
Azhela masih kegel menolaknya, Celine terus memohon untuk cheers sehingga membuat Azhela mau tak mau mengambil salah satu minuman itu.
"Ini bukan minuman mabuk kan?" tanya Azhela.
"Itu teh manis, tenang aja aku nggak akan buat kamu mabuk kok" balas Celine lagi.
Tanpa curiga Azhela pun meleguk minuman nya, dan ya rasanya memang seperti teh manis pada umumnya hanya saja teh manisnya sedikit pahit menurut Azhela.
Andini masih berjoget ria, pengaruh mabuk membuat dia tidak sadar jika jogetan nya benar-benar seperti gadis nakal pada umumnya.
Azhela kembali minum dan menghabiskan teh manisnya, Sampai akhirnya dia merasakan rasa pusing yang mulai menyerang kepalanya.
"Cel, kepalaku kok jadi pusing ya" Azhela memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing.
"Masa sih, padahal kan itu cuman teh manis" balas Celine dengan wajah gugup nya.
"Iya, kamu enggak nyampurin sesuatu kan ke minumanku?" tanya Azhela.
"Nggak lah, ya kali aku jahat sama kamu Zhee" Celine terlihat semakin gugup.
Maaf Zhee, maaf. batin Celine.
"Cel, anterin aku ke toilet dong" kata Azhela lagi, dia merasa harus mencuci wajahnya agar rasa pusing ini secepatnya hilang.
Mata Celine melihat ke club' yang penuh dengan orang yang sedang bersenang-senang, dengan langkah cepatnya dia membawa Azhela ke jalan pintu belakang.
Dan sesampainya di di pintu belakang Celine masih membopong tubuh Azhela ke luar dan mendekati mobil hitam Yang Sudah dari lama menunggunya.
Tok..tok..
"Zhee sudah pingsan, tapi aku harap kamu bertindak cepat karena aku memberikan terlalu banyak obat perangsang di minuman Azhela" tas Celine.
"Hem, terima kasih" kata pria itu masih dengan wajah dingin nya.
Celine hanya mengangguk, setelah itu dia langsung kembali ke ruangannya tadi karena Andini masih tertinggal disana.
Sedangkan di luar club, Fara nampak seperti mencari seseorang dan senyuman yang mengembang saat melihat Om nya Arga yang datang dengan beberapa pria bertubuh besar di belakangnya.
Mereka langsung bergegas ke ruangan yang di sewa oleh Celine, dan sesampainya di ruangan itu mereka tidak melihat siapapun disana terkecuali tas Fara yang berantakan di lantai.
"Mana mereka?" tanya Arga.
"Tadi mereka di sini sumpah" kata Fara syok, "Atau jangan-jangan semua ini adalah ulah kak Kevin yang membawa kabur Azhela, dia akan sangat terobsesi pada gadis itu" lanjut Fara.
"Sial, dia pengkhianat keluarga kita ternyata!" Arga mengeraskan rahangnya menahan kesal.
"Cepat cari Kevin! dia pasti tidak jauh dari sini" tegas Arga dingin.
Dan disaat anak buah harga akan berpencar mereka seketika dihadang oleh beberapa pria yang memakai baju serba hitam juga, baku hantam pun tidak bisa terelakkan lagi.
Keributan itu membuat suasana di club' malam itu menjadi sangat menakutkan apalagi ditambah, lawan memakai senjata sebagai alibi untuk meruntuhkan perlawanan Arga dan anak buahnya.
"Bawa mereka ke bescamp" kata Aldi pada anak buahnya.
"Baik tuan" sahut anak buahnya yang langsung meringkus Arga dan anak buahnya.
Dan sekarang tinggalah Fara yang ketakutan karena Aldi menatapnya dengan tatapan tajam, dengan kasar Aldi menarik tangan gadis itu agar mau mengikutinya.
"Lepaskan aku sialan!" teriak Fara mencoba berontak.
"Tidak akan, setelah apa yang keluargamu perbuat pikir kau bisa selamat begitu saja" sinis Aldi masih menarik Fara dengan kasar.
"Tahu apa kau tentang keluargaku, kau hanya orang asing yang menjadi kacung dari pria-pria bodoh itu" teriak Fara lagi.
"Baiklah kau akan melihat bagaimana kacung ini mengambil satu persatu organ tubuh mu seperti yang dilakukan keluargamu pada anak-anak yang tidak berdosa itu" dingin Aldi yang seketika membuat wajah Fara pucat.
*K*ak Kevin tolong, hiks aku nggak mau mati!
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏