Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Pasangan yang serasi



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di ruangan yang penerangan tidak terlalu jelas nampak Juna yang sedang memegang pisau, dia dengan santai nya menyayat pipi Arga sehingga daerah segar langsung keluar dari pipi pria 35 tahun itu.


"Sialan kau Arjuna!" teriak Arga meringis sakit.


"Setidaknya aku bisa membuat mu merasakan sakit yang sama dengan anak-anak yang kau culik" ucap Juna dengan wajah dingin nya.


"Aku akan pastikan Kevin akan membalaskan dendam pada kalian, dia tidak akan terima jika adik nya si sakiti" kata Arga lagi.


Juna tertawa mendengar hal itu, dia memainkan pisau nya dan dengan sengaja diarahkan ke mata Arga.


"Justru itu sangat bagus, dengan begitu aku tidak perlu repot-repot mencari bajingan itu" ucap Juna sambil tersenyum smirk. "Seperti nya kau lebih cocok jika tidak memiliki mata, bagaimana kalau kau memberikan mata mu untuk yang lebih membutuhkan?" lanjut Juna sambil menurunkan pisau nya ke satu pipi Arga lagi.


Dan dengan wajah dingin nya Juna menggoreskan luka lagi di pipi Arga, yang membuat darah segar kembali keluar dari pipi Arga.


"Lakukan apapun yang kau mau, tapi satu hal yang harus kau tau kalau aku adalah satu-satunya orang yang melihat Jelita mati, haha dia menangis meminta di lepaskan, kakak tolong..kakak tolong" Arga berbicara dengan tawa nya.


Dia sengaja mengatakan semua itu agar Juna mau membunuh nya langsung karena setelah itu setidaknya dia tidak akan mendapatkan rasa sakit lagi.


"Sialan!!"


Brugkkk !


Satu tinjuan mendarat di wajah Arga, pria itu tersenyum dan kembali mengatakan kata-kata yang tentunya kembali membuat Juna marah.


"Kau tau aku mengambil semua organ nya di saat dia sadar, bahkan tanpa obat penenang, aku membuat nya kesakitan dan jeritan nya terus menggema di ruangan ku" kata Arga lagi.


"Anj*** kau, biadabbb aku akan membunuh mu!" teriak Juna.


Brugkkk..


Juna kembali meninju wajah Arga, dia terus memberikan pukulan itu sehingga darah segar benar-benar menutupi wajah Arga.


Tangan Arga masih terlihat berdarah meski sebelumnya sudah di balut dengan perban, setelah anak buah Juna melepaskan peluru nya.


Dengan santai nya Juna memukul keras tangan Arga, membuat pria itu menjerit sakit apalagi tangan nya sekarang kembali berdarah banyak.


"Bunuh saja aku" kata Arga sambil meringis sakit.


"Ya aku akan membunuh mu, tapi dengan cara yang akan membuat mu terlihat menyedihkan" kata Juna sambil menendang perut Arga, dan hal itu sekali lagi membuat darah segar kembali keluar dari perut Arga.


Kemarin peluru juga melesat di perut nya, dan Juna yang tidak mau Arga mati dengan mudah langsung menyuruh anak buah nya mengeluarkan peluru nya, dia harus memastikan Arga tetap hidup meski pada akhirnya akan kembali mendapatkan siksaan dari nya.


"Kau pikir aku akan perduli dengan semua bualan mu itu? tidak, aku akan masih akan tetap membuat mu hidup dan merasakan sakit yang lebih dari adik ku, dan anak-anak lain nya" tegas Juna sambil menatap tajam Arga.


"Bereskan semua nya, dan pastikan jika Arga tidak mati cepat karena aku masih ingin bermain-main dengan pria itu" perintah Juna dingin.


"Baik tuan" sahut anak buah Juna menunduk hormat.


Juna keluar dari ruangan itu, dan dia berjalan ke arah kamar yang di tempati Fara di mana ada Azhela di kamar itu.


"Nona masih di dalam tuan" jelas anak buah Juna.


"Hem, kalian kembali ke tugas utama kalian, temukan Anggelina dan Kevin" titah Juna pada anak buah nya.


"Baik tuan" sahut mereka kompak.


Ceklek..


Juna membuka pintunya, dan saat masuk alangkah kaget nya Juna melihat Azhela yang sedang duduk membelakangi nya, dan di depan nya terlihat Fara yang meringkuk.


"Zhee, kau tidak boleh mengotori tang__" ucap Juna terhenti karena melihat tangan Azhela yang banyak darah.


Juna mendekati Azhela, dan dengan santai nya Azhela memberikan pisau yang berlumuran darah pada Juna.


"Aku sedikit memainkan pisau, minta dokter kesini seperti nya Fara sangat kesakitan karena tidak sengaja menggoreskan nama ku di paha nya" jelas Azhela santai.


"Astaga" Juna tidak bisa berkata-kata, dia melemparkan pisau yang entah dari mana Azhela dapatkan.


Azhela berdiri, dia mengusap rambut Fara dengan lembut lalu mendekatkan wajah nya ke telinga Fara.


"Sebenarnya aku ingin mematahkan kaki mu tapi aku tidak mau memiliki teman yang tidak bisa berjalan, jadi aku harap kau mengingat selalu nama ku meski sudah mati sekalipun" bisik Azhela dengan senyuman menyeramkan nya.


Fara hanya diam karena dia merasakan perih di paha nya, Azhela benar-benar tidak mengampuni nya.


Setelah itu Azhela berbalik, lalu dia menatap Juna dengan mata nya yang tertuju pada tangan Juna yang berdarah.


"Aku ingin ke salon sebelum kita menikah kembali, kuku cantik ku sudah sangat kotor bisakah kau mengantar ku?" tanya Azhela dengan wajah santai nya.


"Tentu" Juna yang masih terpaku dengan apa yang di lakukan Azhela pada Fara hanya menjawab cepat.


Seperti nya aku bukan menikahi gadis manja yang ada dalam bayangan keluarga Bastian, aku menikahi gadis gila yang menyukai hal menantang. batin Juna.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏