Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Gali lubang



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹.


"Ada apa?" Azhela yang baru bangun melihat Juna yang tiduran di samping nya.


"Kenapa? aku hanya ingin menatap wajah cantik istri ku" sahut Juna sambil menatap wajah istrinya nya.


Azhela mengerejapkan matanya berkali-kali, rasa kantuknya masih ada dan Azhela merasa ingin tidur kembali.


Juna melihat kantuk Azhela yang masih ada, dia tersenyum karena Azhela sangat lucu di matanya apalagi di bagian mata dan bibir nya itu, sungguh Juna tidak tahan untuk tidak mencium bibir manis Istri nya..


"Apa masih mengantuk?" tanya Juna.


Azhela hanya mengangguk kecil, dan tak lama kemudian kembali memejamkan matanya lagi.


Cup..


Cup..


Juna memberikan kecupan di bibir Azhela, membuat Azhela yang baru saja memejamkan matanya itu membuka kembali mata nya.


"Jangan ganggu" kata Azhela malas.


"Tidurlah, tapi jangan salahkan aku kalau saat bangun nanti kamu melihat tubuh mu yang polos tanpa sehelai benang pun" santai Juna sambil tersenyum smirk.


Bukkk..


Azhela memukul pelan dada Juna.


"Oh astaga apa kau ingin menggoda ku sayang?" Juna mengusap lembut pipi istrinya.



"Apa aku? sama sekali tidak" sahut Azhela sambil menggaruk mengusap rambut nya.


"Bibir mu, bisa tidak manyun seperti itu? membuat aku ingin mencium mu saja" Juna mencubit gemas bibir Azhela yang terus manyun itu.


"Ck, memang sangat-sangat mesum" Azhela mendorong Juna agar tidak membuat nya tersudutkan, Azhela beranjak dari ranjang.


"Kemana?" tanya Juna melihat Azhela berjalan.


"Ke kamar mandi, kenapa mau ikut?" tanya balik Azhela.


"Boleh?" tanya Juna sumringah.


Azhela berbalik dan tersenyum miring, "Boleh, nanti cium bau Poop sekalian ya, kalau perlu cebokin juga mau?" celetuk Azhela tanpa filter.


Astaga..


Juna menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang istri yang tanpa filter itu, tapi sedetik kemudian Juna mengangguk kecil dia tau ini hanyalah salah satu taktik istrinya agar dia jijik.


"Aku akan ikut sekalian pipis juga" balas Juna santai.


Bukan nya tambah mules malah hilang selera kalau gini. batin Azhela bergedik.


Karena sudah tak tahan Azhela memilih ke kamar mandi dan mengunci pintu dari dalam, Juna yang mendengarkan suara pintu terkunci hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa yang harus di tutupi lagi aku bahkan sudah melihat semuanya, dasar Zhee pasti dia masih berasa gadis" gumam Juna sangat gemas dengan tingkah istrinya.


Sambil menunggu Azhela keluar dari kamar mandi Juna melihat ponselnya, dia melihat banyak pesan dari ketiga kakak ipar nya.


Ketiga nya selalu kompak menanyakan hari-hari Azhela, mengancam Juna untuk tidak membuat queen Zhee menangis dan sedih, dan Juna menanggapi keposesifan ketiga kakak ipar nya santai.


Azmi Azriel dan Azzam, ketiga kakak Azhela itu sekarang sudah tidak mengkhawatirkan adik bungsu nya itu, karena sekarang Azhela memiliki pawang yang akan menjaga Azhela dari kejahatan.


"Aku lapar" Azhela keluar dari kamar mandi.


"Aku sudah memasakan makanan, ayo" Juna berjalan duluan.


Azhela mengikuti kemana suaminya berjalan, sampai akhirnya di meja makan dan keduanya mulai makan.


"Kapan memesan nya?" tanya Azhela.


"Tadi" sahut Juna singkat


Azhela tidak menjawab lagi, dia memilih fokus makan apalagi makanan yang Juna pesan adalah makanan kesukaan nya.


Setelah selesai makan Azhela dan Juna tidak memiliki aktivitas lain, jam sudah menjelang malam dan Azhela memilih menonton sambil menunggu rasa kantuk nya.


Saat sedang menonton tiba-tiba Juna berdiri, membuat Azhela yang menonton mengalihkan pandangannya pada suaminya.


"Ada apa?" tanya Azhela bingung.


"Tidak ada, tunggulah sebentar aku akan keluar" kata Juna.


"Mau kemana?" tanya Azhela lagi.


"Ada pekerjaan mendadak" balas Juna lagi.


"Malam-malam begini? pekerjaan apa? jangan-jangan kamu mau ke club' cari wanita dan main serong, iya kan" tuduh Azhela dengan menatap tajam Juna.


Dan sebelum Juna akan menjawab Azhela sudah kembali mengeluarkan suaranya lagi.


"Dasar laki-laki, dia kasih gadis yang masih seger masih aja kurang, mau nya apa coba udah bikin istri nggak perawan ehk malah mau nyari lubang lain" kesal Azhela semakin melebar kemana-mana.


Astaga, ingin sekali Juna membungkam bibir bawel istrinya yang selalu berbicara tanpa filter itu, tapi dia tidak melakukan nya karena dia harus segera pergi.


"Aku janji akan pulang cepat, jangan khawatir aku setia pada lubang mu" kata Juna sambil mencium bibir Azhela sekilas, dan setelah itu Juna pergi meninggalkan Azhela yang menatap nya dengan wajah kesal.


"Modus, bilang aja mau gali lubang lain, Nggak bisa di biarin enak aja seorang Zhee di duakan" geram Azhela sambil meregakan otot-otot nya yang terasa pegal.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏