Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Azhela ketika marah.



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Dorrr !


"Kau pembunuh adik ku! sialannn"


"Apa yang kau lakukan!"


Mendengar suara Azhela Juna seketika menghentikan kegilaan nya, dia memicingkan mata nya ke arah anak buah nya seolah mengatakan Sial kenapa kau membiarkan istriku melihat semuanya!


"Bereskan" titah Juna dingin.


Dia memberikan pistol nya pada salah satu anak buah nya, lalu menatap tajam ke arah Arga yang tersenyum miring menatap ke arah nya.


Urusan kita belum selesai sialaan! umpat Juna dalam hati.


"Zhee, kau kenapa ke sini" Juna mendekati Azhela dan memeluk pinggang istrinya, dia sengaja mengalihkan perhatian Azhela agar tidak melihat ke dalam di mana Arga sedang di sekap.


"Lepaskan" kata Azhela sedikit berbisik.


"Hem, tidak bisa sebelum kau mendengarkan penjelasan ku" balas Juna lagi.


Juna membawa Azhela keluar dari ruangan gelap itu, dalam hatinya dia benar mengumpati kebodohan anak buah nya yang telah membuat mata Azhela ternodai dengan melihat adegan penembakan yang dirinya lakukan.


"Zhee" panggil Juna.


Saat ini keduanya ada di kamar, Juna tau akan banyak pertanyaan yang Azhela ajukan padanya, dan dia akan dengan senang hati menjelaskan semuanya.


Tentu nya tanpa harus ada yang di tutupi lagi karena Juna ingin semuanya berjalan tanpa kebohongan lagi, dia tidak ingin pada akhirnya Azhela mengetahui sisi gelap nya dari orang.


"Siapa dia?" tanya Azhela.


"Dia Om nya Kevin, namanya Arga" jelas Juna apa adanya.


"Apa kesalahannya?" tanya Azhela masih dengan wajah santai nya.


"Sangat banyak, dia musuh kita" balas Juna lagi.


"Tapi aku tidak memiliki musuh" tegas Azhela.


Juna tersenyum, dia menarik Azhela dan mendudukkan nya di pangkuan nya.


Azhela mencoba memberontak tapi Juna menahan nya dan membisikkan kata-kata yang membuat Azhela seketika diam.


"Jangan bergerak atau kau ingin kembali merasakan sensasi bercinta lagi?" bisikan Juna dengan senyuman nya.


"Baiklah, ayo jelaskan semuanya padaku kenapa dia bisa menjadi musuh ku" Azhela tidak berontak lagi.


"Dia berniat membunuh mu" ucap Juna santai.


"A-apa? kenapa?" tanya Azhela kaget


Juna tidak menjawab dia malah melingkarkan tangannya di perut Azhela dan mencium leher Azhela lembut, sangat lembut hingga membuat Azhela di buat merinding.


Tidak mendapatkan penolakan Juna pun langsung membalikan tubuh Azhela hingga menghadap ke arah nya, Azhela masih duduk dan merasakan ciuman di leher nya.


Ciuman itu langsung turun ke dada nya, Azhela memejamkan mata nya saat merasakan geli dan rasa aneh yang baru dia rasakan.


"Juna.." desaaah Azhela panjang.


"I love you" kata Juna sambil meremas dada Azhela pelan.


Dan mencium bibir Azhela lembut, yang lagi-lagi membuat Azhela terhipnotis dan entah kenapa dia malah membalas ciuman itu.


Hemphh...


Tok..tok..


"Zhee, Zhee Celine Zhee" teriak Andini di luar kamar.


"Andini" Azhela langsung mendorong dada Juna dan dia melepaskan diri nya dari pangkuan Juna.


Shhittt


Juna mengumpat kesal, dia langsung berdiri dan mendekati Azhela yang sedang membuka pintu nya.


"Ada apa?" tanya Azhela melihat Andini.


"Celine di tusuk Fara" histeris Andini.


"Tenanglah Din, bicara pelan-pelan jangan seperti ini" Azhela memeluk Andini, dia mencobanya menenangkan sahabatnya itu.


Andini perlahan tenang, Juna tertegun melihat sisi lain dari Azhela yang keras kepala yang ternyata memiliki sikap yang lembut dan penyayang.


"Celine meminta ke kamar Fara, dan aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, dan saat aku masuk ke kamar itu Celine sudah tertusuk oleh Fara" jelas Andini kembali menangis.


Azhela mengeratkan pelukannya, matanya melirik Juna seolah meminta Juna untuk mencari tahu, tapi sebelum Juna pergi tiba-tiba Aldi datang.


"Din kamu ikut ke rumah sakit bersama dia, urusan Fara biar aku aja" kata Azhela.


"Hati-hati" kata Andini yang melepaskan pelukan nya.


Azhela hanya mengangguk, dia membiarkan Aldi membawa Andini ke rumah sakit, meski Andini memiliki sifat yang cukup liat tapi Azhela tau kalau sahabatnya itu memiliki riwayat penyakit panikan.


Dan Azhela tau sebelum Andini bisa memastikan jika Celine baik-baik saja Andini pasti akan selalu menangis, seperti yang di melakukan Andini saat sebelum dirinya ke sini.


"Antar aku" kata Azhela menatap Juna.


"Hem, ayo" Juna mengarahkan jalan ke mana kamar Fara.


Dan sesampainya di depan kamar Fara Azhela bahan pangan Dina untuk tidak ikut masuk ke dalam, dia ingin menyelesaikan semuanya sendiri termasuk beberapa pertanyaan yang ingin dia dengar dari mulut sahabatnya itu.


Ceklek..


Pintu tertutup, Juna memilih pergi ke ruangan Arga melanjutkan kembali penyiksaannya, dia meminta beberapa anak buahnya untuk menjaga di luar kamar Fara karena takut terjadi apa-apa pada istrinya.


Saat masuk ke dalam kamar Azhela di perlihatkan Fara yang terduduk di lantai dengan darah yang mengotori tangannya yang di borgol, melihat itu sungguh dirinya merasa bodoh karena tidak bisa memilih teman yang baik.


"Mau apa kau kesini?" tanya Fara sinis.


"Jadi ini wajah Fara Santika yang asli?" bukannya menjawab Azhela malah balik bertanya.


Fara memicingkan mata nya untuk menatap wajah sahabatnya, tidak bukan sahabatnya melainkan musuh bebuyutan nya karena keluarga Azhela adalah musuh Oma nya.


"Kau senang dengan kejutan ini?" Fara kembali bertanya.


"Hem, ini membuat aku terkejut sekaligus sadar kalau yang polos bukan berarti BODOH dan yang nakal bukan berarti LIAR" Azhela menekan kata bodoh dan liar.


Dan hal menarik perhatian Fara yang langsung bangkit dari duduk nya, Azhela hanya diam dia menunggu penjelasan Fara.


"Aku membenci mu dan keluarga mu Zhee, kau tau aku ingin sekali mengambil jantung mu dan mengirimkan mayit mu ke rumah Bastian? aku sangat ingin hal itu terjadi" Fara berbicara dengan suara nya yang terdengar lirih.


"Aku melupakan Celine si pengkhianat itu, seharusnya dari awal aku tau kalau Celine hanyalah benalu yang licik, dan seharusnya juga kau sudah menjadi mayit sialan!" teriak Fara dengan tatapan tajam nya.


Azhela mencoba memejamkan mata nya, sekali lagi dia tidak percaya bahwa dia memiliki sahabat yang gila seperti ini.


"Jadi kau ingin membunuh ku?" tanya Azhela.


"Ya! aku ingin membunuh mu demi keluarga ku, aku akan membunuh mu" teriak Fara lagi.


"Kau melupakan persahabatan kita? dulu kau malah pernah mengatakan jika aku hidup kalian dan queen di geng kita" Azhela mundur karena Fara mendekati nya.


"Itu hanya masa lalu, dan aku senang karena bualan ku di percayai oleh mu" Fara masih berjalan mendekati Azhela.


Sampai akhirnya..


Brugkkk !!


Fara terjatuh karena sebuah tendangan yang di layangkan Azhela.


"Sialan!" umpat Fara.


Fara langsung berdiri kembali dan berniat menyerang Azhela, tapi bukannya dia berhasil Azhela malah kembali membuat dirinya terjungkal sebagai tendangan nya.


Plakk !


Sebuah tamparan keras melesat tempat di pipi Fara, membuat Fara sedikit meringis sakit.


"Kau memang bodoh Fara, kau melupakan siapa pemegang sabuk hitam di sekolah SMA kita, dan sangat disayangkan sekali aku memiliki teman bodoh seperti mu yang mampu melakukan segala hal hanya untuk membalaskan dendam yang tidak penting"


Azhela merenggakan otot-otot nya, matanya menatap tajam ke arah Fara yang kini terlihat ketakutan.


Plakkkk !!


"Ini untuk pengkhianatan mu bodoh"


Plakkkk !!


"Dan ini balasan karena kau telah melukai sahabat ku"


"Bunuh saja aku!" kata Fara sambil menangis.


Azhela melihat kuku-kuku nya yang cantik yang sudah menjadi kotor, dia tersenyum miring ke arah Fara.


"Seperti nya kamu melupakan perampok yang kaki nya patah itu Far, emmm atau bagaimana kalau kau juga merasakan nya? mungkin kalian akan sangat cocok Far" Azhela tersenyum smirk ke arah Fara.


Deg..


"Zhee.. jangan"


"Kau takut?"


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏