Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Anak banyak.



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Selesai sarapan Azhela dan Juna langsung duduk di sofa, keduanya menonton TV sambil menikmati waktu berdua.


"Film nya benar-benar lucu, ahk aku ingin punya banyak anak juga" kata Azhela sambil menonton.


"Tidak boleh, aku hanya ingin punya dua anak" balas Juna.


"Itu terlalu sedikit honey" sahut Azhela sewot.


"Ya tapi aku tidak ingin membuat istriku kelelahan" lanjut Juna yang membuat pipj Azhela memerah.


Dia merasa sangat di cintai oleh suami nya yang tampan, Azhela tidak bisa berkata-kata lagi karena Juna mencintainya lebih dari apapun.


"Aku tidak ingin kamu terlalu sering merasakan sakit saat melahirkan honey" lanjut Juna lagi.


"Melahirkan tidak sakit, itu adalah perjuangan" balas Azhela.


"Aku melihat Mommy ku menangis bahkan hampir tak selamat karena pendarahan, dan sejak saat itu aku tidak ingin membuat istriku kelak melahirkan banyak anak, bahkan jika kamu tidak siap melahirkan aku bisa mengadopsi anak untuk kita" tambah Juna lagi.


Mendengar ucapan suaminya Azhela langsung tersenyum, tangan nya terulur untuk merangkup kedua pipi suaminya.


Cup..


Azhela mengecup bibir Juna singkat, lalu menatap Juna dengan penuh cinta.


"Aku sangat strong, kau akan tau nanti setelah aku melahirkan banyak anak untuk mu Honey, percayalah" Azhela meyakinkan.


Meski dia tidak tau apa dia bisa atau tidak, tapi Azhela sangat yakin jika dia bisa melahirkan banyak bayi untuk mengisi semua rumah suaminya.


Juna melihat kesungguhan di wajah istrinya, seketika dia tergelak karena melihat tubuh kecil Azhela yang ingin punya banyak anak dari nya.


"Jangan menertawakan ku" Azhela tahu jika Juna menertawakan nya.


"Baiklah, aku percaya jika perut kecil ini bisa mengandung banyak bayi, I Love You, Honey" Juna menghujani wajah Azhela dengan ciuman.


"Honey wajah ku basah! stop" teriak Azhela sambil tertawa.


"Haha perlihatkan dulu penolakan mu baru aku akan melepaskan mu" sahut Juna sambil tersenyum menyeringai.


"Honey! haha" Azhela kembali berteriak karena kini Juna mengelitiki perut istrinya.


Fara kebetulan melihat ke arah pasutri itu, di wajah nya terlihat jelas jika Fara juga menginginkan kehidupan yang sempurna seperti Azhela.


Suami tampan yang perhatian, tapi Fara sekali lagi menggelengkan kepalanya dia tidak bisa iri pada Azhela yang telah berbaik hati padanya.


"Fara" panggil Azhela.


Ketahuan !


Astaga bagaimana ini. batin Fara malu ketahuan mengutip.


"Tidak boleh, kemarilah dan duduk di sini" kata Azhela tidak mau mendapatkan penolakan.


Huh..


Fara akhir nya berjalan mendekati Azhela, tentunya dengan wajah menunduk karena Fara tau posisinya sekarang hanyalah pelayan.


"Ini untuk mu" Azhela memberikan amplop coklat pada Fara.


"Ini apa?" tanya Fara tidak mengerti.


"Itu uang jajan untuk mu" jelas Azhela.


Sebelumnya Azhela memang sudah menyiapkan uang jajan untuk Fara, Azhela melakukan itu karena dia tau kalau Fara tidak punya uang sepeserpun apalagi semua harta nya di sita oleh kepolisian.


"Zhee.." Fara menatap Azhela dengan wajah sendu.


"Jangan menangis, jika kamu tidak mau jajan sebaiknya uang itu di tabung ya, terus jangan cape-cape ingat itu ya" kata Azhela sambil tersenyum.


Azhela melepaskan pelukan dari suaminya, Juna membiarkan istrinya melakukan apapun yang Azhela lakukan, Juna bangga karena dia memiliki istri yang memiliki hati yang cantik seperti Azhela.


Fara memeluk Azhela, dia benar-benar bukan hanya berhutang banyak hal pada Azhela, kebaikan Azhela dalam hidupnya tidak bisa Fara tuliskan dalam satu buku.


"Terimakasih" kata Fara.


"Sudahlah aku bosan mendengar ucapan yang itu itu terus, sekarang kamu mandi dan pakai-pakaian cantik karena kita akan pergi ke Mall" kata Azhela sambil tersenyum.


"Ke mall?" beo Fara.


"Ya, pergilah dan dandan yang cantik" jelas Azhela lagi.


Fara dengan wajah binggung nya akhirnya pergi ke kamar nya, meninggalkan Juna yang menatap Azhela dengan tatapan meminta penjelasan nya.


"Apa?" tanya Azhela tidak ada manis-manis nya.


"Honey" Juna menatap Azhela tak suka.


"Aku mau mentraktir teman ku shopping, suami ku yang tampan dan kaya raya ini pasti baik bukan? dan sudah pasti akan memberikan kartu tanpa batas nya bukan?" Azhela memasang wajah imut nya.


Oh shiittt wajah imut itu lagi. batin Juna menahan kesal.


"Baiklah aku juga akan pergi bersama teman-teman ku, kita impas bukan?" Juna tidak mau kalah.


"Oke, tapi kalau kamu bohong dan ketemuan sama cewek lain jangan salahkan aku kalau terong kamu harus di potong lagi, biar kecil" kata Azhela santai, lalu pergi meninggalkan suaminya sendirian.


Juna melihat ke bawah dan dia langsung merinding karena teringat akan ucapan istri nya.


"Biar kecil?" beo Juna semakin merinding di buat nya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏