Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Belajar



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Azhela langsung mandi setelah selesai melakukan permainan panas nya, dan lagi-lagi Azhela menjadi sasaran empuk Juna yang sangat candu akan tubuh istrinya.


Juna bukan hanya menggempur nya di dua tempat, seolah tak ada cape nya Juna kembali melakukan nya dan Azhela tidak bisa menolak karena dia juga menikmati permainan nya.


"Sudah aku lelah" kata Azhela saat Juna menatap nya penuh gairah.


"Baiklah, tapi nanti malam aku tidak akan melepaskan mu" sahut Juna sambil berjalan mendekati almari.


Azhela hanya duduk dengan handuk yang menutupi sampai paha nya saja, Juna melihat istrinya kelelahan merasa kasihan maka dari itu dia berinsiatif menamakan pakaian untuk sang istri.


"Ngapain?" tanya Azhela saat melihat Juna mendekati nya.


"Aku akan memakai pakaian untuk mu ya" tawar Juna dengan senyuman nya.


"Nggak usah, aku males wudhu lagi" sahut Azhela menolak.


Azhela memang sangat lemas, bagaimana tidak Juna menggempur nya bebarapa jam yang membuat Azhela sangat lelah.


"Baiklah" Juna menyimpan baju nya di dekat sang istri.


Setelah itu Juna memakai pakaian nya, begitu pun dengan Azhela yang memakai pakaian nya sendiri.


Azhela memimpin sholat karena Juna masih belum bisa bacaan sholat.


Setalah beberapa menit akhirnya sholat ashar nya selesai, Azhela langsung memilih tidur karena dia sangat lelah.


"Jangan macam-macam, aku cape" tegas Azhela mengingatkan.


Juna yang memeluk Azhela perlahan melepaskan pelukan nya, dia mencium pipi Azhela dengan gemas.


"Iya nggak macam-macam hanya satu macam" balas Juna dengan santainya.


"Ck, sama saja awas kalau tidak diam aku akan pulang ke rumah Mama" sahut Azhela lagi dan setelah itu memejamkan matanya.


Juna melihat Azhela yang terlihat kecapean akhirnya dia pun mengalah, Juna mencium pipi Azhela dengan lembut.


"I love you sayang" bisik Juna.


Juna melihat Azhela yang tertidur pulas pun menyunggingkan senyuman nya, Azhela tidak memberikan balasan cinta nya, dan itu bukan masalah besar untuk Juna karena dia akan selalu menunggu cinta Azhela.


"Aku sangat mencintaimu Zhee, sangat" ucap Juna sambil mengusap punggung Azhela dengan penuh kelembutan.


Setelah itu Juna langsung beranjak dari ranjang dan berjalan ke luar kamar, kaki nya melangkah menuju ruang bersantai dan Juna duduk sambil memainkan ponselnya.


"Halo"


"Bagaimana dengan guru agama yang aku minta?"


"Sudah ada tuan, apa saya harus membawa nya ke mansion?"


"Tidak, aku sedang di rumah ku yang baru, kau bisa mengantarkan guru agama nya ke rumah baru ku"


"Baik tuan, ada lagi?" tanya Aldi.


Bukan tanpa sebab Aldi bertanya seperti itu, kebiasaan Bos nya yang selalu berubah-ubah pikiran membuat dia harus memastikan apa saja yang di inginkan Bos nya.


Percayalah memiliki Bos yang sedang bucin itu lebih mengerikan di banding kan memiliki Bos yang memiliki misi besar untuk memberantas kejahatan.


"Istri ku akan bangun sekitar satu atau dua jam lagi, aku butuh makanan agar saat bangun nanti istriku tidak kelaparan" kata Juna.


"Hanya itu tuan?" Aldi sekali lagi memastikan.


"Ya, dan jangan bertanya apa yang di sukai istriku jika kau tidak ingin aku potong gaji mu" sahut Juna lagi dingin.


Terdengar helaan nafas kasar Aldi, bos nya kembali mengaitkan hal-hal yang sangat Aldi benci, mana tau dia makanan kesukaan istri Bos nya.


Tut !


Juna menarik panggilan nya sepihak.


Setelah itu Juna memilih menunggu Aldi dan guru agama nya, Juna ingin menjadi imam untuk Azhela, saat melihat Opa Bastian yang menjadi imam dari keluarga besar nya di saat itulah Juna memiliki keinginan jika suatu saat dia juga akan menjadi imam untuk anak istrinya.


Semua itu terasa indah saat di bayangkan, Juna bahkan masih tidak percaya jika pada akhirnya dia menikahi gadis yang memiliki jantung Adiknya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏