
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Di kamar Azhela menangis sejadi-jadinya, tangan nya masih menyentuh dada nya dia merasa sedih kecewa karena ternyata dia hidup bukan dengan jantung orang lain.
Tok.. tok..
"Zhee sayang buka, Mama dan Papa mau bicara sayang" kata Syakira.
Azhela mengusap air matanya dengan tangan nya, lalu membuang ingus nya yang menyumbat hidung nya dengan tisue.
Ceklek..
"Sayang" Syakira tidak bisa untuk tidak memeluk putri nya.
"Aku mau istirahat Mam Pap" ucap Azhela sambil mencoba melepaskan pelukan nya.
Tapi Syakira menahan dan menambah eratkan pelukan nya, membuat Rayden ikut memeluk putrinya bersama sang Istri.
"Jangan lakukan itu sayang, Mama tidak bisa hidup tanpa kamu" kata Syakira sambil terisak.
"Ikhlaskan aku Mam Pap, aku memang seharusnya sudah lama per__" ucap Azhela terhenti.
"Jangan mengatakan nya lagi Zhee, kamu tidak akan kemana-mana Papa tidak akan membiarkan siapapun membuat anak Papa meninggalkan Papa" tegas Rayden sambil mencium pucuk kepala sang putri tersayang.
Azhela tidak bisa berkata-kata lagi, dia menangis dalam pelukan Mama dan Papa nya, perasaan nya saat ini benar-benar tidak menentu Azhela merasa sekarang ini dia berada di titik dimana dia ingin hidup lama tapi sulit.
"Tidurlah, jangan memikirkan hal apapun bayangkan saja semua yang terjadi pada malam ini hanya mimpi buruk yang harus di lupakan" kata Syakira sambil mencium pipi Putri nya.
"Iya Mam" sahut Azhela sambil tersenyum.
"Mama dan Papa menyayangimu Zhee" kata Rayden sambil mengusap air mata Azhela.
"Love you Mama Papa" ucap Azhela lagi.
"Love you too, Love You too so much baby" balas Syakira dan Rayden kompak.
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan Azhela yang sedang memegang dada nya, dia terdiam sebentar di ambang pintu setelah lama berpikir akhirnya Azhela masuk ke dalam kamar nya.
"Jelita, apa kamu bisa mendengar ku?" tanya Azhela konyol.
"Jika kamu mendengar ku aku mau bertanya pada mu, bagaimana kalau aku egois dan tidak ingin mengembalikan milik mu pada mu? sungguh Jelita aku tidak bisa meniggalkan Mama Papa dan seluruh keluarga ku dengan kepergian ku, aku tidak mampu" Azhela menangis membayangkan satu hal yang akan menyimpannya besok.
Tubuh nya bergetar karena Azhela hanya mengatakan nya di saat dirinya merasa terancam, Azhela tidak benar-benar ingin mati sekarang.
"Jelita hiks, aku mohon aku ingin hidup 1000 taun lagi untuk keluarga ku, hiks.. aku mohon hikss aku tidak mau membuat orang-orang yang aku sayangi sedih lagi, aku mohon Jelita hiks.." Azhela menangis sambil memegang dada nya.
Tanpa Azhela sadari Juna dari tadi sudah duduk di balkon kamar Azhela, di mendengarkan semua yang Azhela ucapkan termasuk Azhela yang mengatakan jika dia ingin egois untuk hidup lebih lama lagi.
Karena lelah menangis Azhela akhirnya tertidur dengan posisi tangan yang memeluk kaki, posisi tidur seperti itu membuat Juna miris, dia masuk ke kamar Azhela saat melihat Azhela tertidur.
Seperti biasnya Juna mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri obat tidur, setelah merasa Azhela tidur terlelap Juna baru ikut merebahkan tubuhnya di samping Azhela.
Juna menurunkan sleting jaket kulit nya dan kancing kemeja nya, setalah itu dia menyimpan nya di ujung ranjang dekat kaki nya.
Juna yang dada nya sudah polos itu menatap Azhela, tanpa ragu dia mencium bibir Azhela dan menghujani wajah Azhela dengan kecupan.
"Maafkan aku, aku tidak mau kehilangan mu" ucap Juna sambil membawa tubuh Azhela agar dia bisa merasakan detak jantung Jelita.
Juna memejamkan mata nya saat merasakan detak jantung adik nya yang tidak teratur, dia membuka mata nya dan sekali lagi memberikan ciuman di bibir Azhela lagi.
"Miss you, maafkan aku" lanjut Juna sambil membelai wajah Azhela lembut.
Semalaman itu Juna tidak berhenti memberikan ciuman dan kecupan di wajah dan bibir Azhela, tapi meski begitu Juna tidak melakukan hal aneh-aneh lagi karena dia tidak mau memperlakukan Azhela seperti wanita nakal.
Kata-kata maaf terus keluar dari bibir Juna, dia merasa bersalah karena membuat Azhela menangis, Juna yang semula ingin jantung Jelita kini dia akan membuang jauh pikiran itu.
Yang Juna harapkan sekarang hanya Azhela yang hidup nyaman, jika Azhela hidup maka dia juga bisa melihat adik nya hidup dalam diri Azhela.
๐น
Sejauh ini ceritanya aman nggak? serius nanya takut nya alur cerita nya lambat๐คง
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐