
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
A-apa!
Tidak mungkin Kevin yang manis dan perhatian adalah orang jahat, aku tidak percaya. batin Azhela.
"Kau kaget?" tanya Juna.
Azhela menggelengkan kepalanya, dia menatap Juna yang kini tengah menatap nya.
"Aku tidak kaget, tapi banyak pertanyaan dalam kepala ku kenapa aku sampai bodoh menyerahkan segala nya pada mu" ucap Azhela dengan wajah menunduk.
Juna yang semula kesal pun seketika kekesalan nya mereda, dia tau jika Azhela masih labil dan tidak mudah untuk Azhela menerima hubungan nya.
"Kau ingin pembuktian?" tanya Juna lagi.
Azhela yang menunduk menatap Juna, dan dengan gerakan pelan dia mengangguk.
"Ikut aku, semuanya akan jelas setelah kau mendengar penjelasan teman-teman mu" kata Juna.
Teman?
Azhela seketika teringat akan Celine Andini dan Fara, dalam hatinya Azhela benar-benar sangat kecewa jika salah satu teman nya itu adalah pengkhianat.
Tapi dia juga penasaran siapa pengkhianat nya, apakah Celine yang nakal, Andini yang agresif atau mungkin Fara yang baik, dia tidak bisa menebak dari ketiga nya karena pertemanan mereka sudah sangat lama.
"Oke, aku ikut tapi ini bukan berarti aku mau menikah lagi" kata Azhela tegas.
Juna menghela nafas nya panjang, dia tidak ingin menjawab karena semuanya akan panjang urusannya.
Setidaknya Azhela tidak marah-marah lagi padanya, dan mungkin hari ini juga dia akan membawa istrinya ke mansion nya.
Azhela dan Juna turun bersamaan, dan disaat itu pula Syakira keluar dari kamarnya untuk mengambil minum, dia tidak berniat bertanya ataupun menegur Putri nya, Syakira malah bersembunyi di dekat guci besar nya.
*S*emoga ini adalah awal yang baik untuk putriku, aku juga berharap semoga mereka secepatnya berdamai dan memberikan banyak cucu untukku. batin Syakira sambil tersenyum.
Dia sangat tidak sabar menanti hari-hari dimana mansion nya akan penuh lagi dengan suara anak-anak, Syakira sudah siap menjadi nenek cantik.
Sedangkan Juna dan Azhela saat ini sedang dalam perjalanan ke markas nya, Juna sengaja membawa Azhela ke markas nya dia ingin menunjukkan semuanya termasuk orang-orang yang telah menargetkan Azhela karena alasan dendam di masa lalu.
"Ini tempat apa?" tanya Azhela.
"Markas ku" balas Juna singkat.
"Markas tikus?" cibir Azhela.
Huh..
Juna tidak berniat membalas, dia membawa Azhela masuk ke dalam markas nya, ketika Azhela di buat kaget karena melihat beberapa pria berbadan besar yang berdiri dengan wajah yang menunduk.
Siapa sebenarnya Juna, apa dia mafia juga?. batin Azhela.
"Kau mafia?" tanya Azhela keceplosan.
"Bukan, aku hanya seorang kakak yang mencari keadilan untuk adiknya" sahut Juna dingin.
Tentunya dia jaga image di depan anak buahnya, sampai akhirnya Aldi datang dan memberikan hormat padanya.
"Tunjukan kamar gadis itu pada istriku" titah Juna.
"Baik tuan"
"Ikuti dia" titah Juna pada Azhela.
Azhela tidak banyak bertanya dia mengikuti kemana Aldi pergi, sedangkan Juna sendiri dia mengajak semua anak buahnya ke salah satu ruangan.
"Silahkan nona" ucap Aldi sopan sambil membukakan pintu kamarnya.
"Hem" Azhela menyahut seenaknya dan masuk ke kamar di depan nya.
"Zhee" kompak keduanya kaget melihat kedatangan Azhela.
Azhela tidak mengeluarkan suaranya, dia ingin mendengar penjelasan dari kedua sahabatnya itu.
Celine menyadari jika raut wajah temannya itu terlihat berbeda, selain itu Celine juga melihat langkah kaki Azhela yang sangat pelan membuat dirinya semakin merasa bersalah.
"Zhee tolong selamatkan kami, hiks aku mau pulang" kata Andini sambil menangis.
Karena sejatinya Andini tidak tahu apa-apa, lain dengan Celine yang terlihat menunduk karena dirinya memang bersalah atas kejadian yang menimpa Azhela.
"Din, Cel siapa pengkhianat nya?" tanya Azhela.
"Bukan aku, hiks.. aku nggak tau apa-apa" Andini kembali menjawab dengan tangisnya.
"Cel" panggil Azhela menatap temannya yang menunduk itu.
Tapi lagi-lagi Andini mengeluarkan suaranya lagi.
"Fara, hiks.. Zhee Fara ternyata adik Kevin, dia mengatakan akan membunuh kita" kata Andini lagi.
Azhela menghembuskan nafasnya panjang dia mendekati Andini lalu memeluknya, Andini perlahan tenang saat Azhela memeluknya.
Mata Azhela masih melihat pada Celine yang menunduk, masih teringat jelas jika sebelum kesadarannya hilang Celine telah memintanya untuk meminum teh manis itu, dan Azhela sangat yakin bahwa Celine memiliki jawaban setiap pertanyaan yang ada di kepalanya.
Selin sadar bahwa tetapan Azhela padanya sangat berbeda, dirinya sadar bahwa dia sebenarnya tidak pantas untuk dimaafkan oleh temannya.
"Aku salah satu dari penghianat nya, maaf" ucap Celine pelan.
"Aku tau" sahut Azhela singkat, dan matanya masih menatap tajam pada Celine.
Membuat Celine menunduk lagi, tapi tiba-tiba dia merasakan sebuah usapan tangan yang membuatnya mendongkak dan melihat Azhela yang tersenyum tipis padanya.
"Kamu tau aku orangnya sangat nekat Cel?" ucap Azhela sambil melepaskan tangannya dari tangan Celine, dan mengusap punggung Andini yang masih memeluknya.
Andini tentu saja mendengar obrolan kedua temannya, hanya saja dirinya yang terlalu syok membuat Andini tidak bisa berpikir jernih selain dirinya hanya ingin bebas.
Azhela meminta Andini untuk tidur dan Andini hanya menurut karena dirinya memang mengantuk karena lelah terlalu banyak menangis.
Celine akhirnya menjelaskan semuanya, dari mulai satu tahun yang lalu di mana dirinya bermain ke rumah Fara, singkat cerita Celine diminta oleh Arga untuk menjadi antek-anteknya, apalagi Arga Om nya Fara mengancam akan membunuh keluarganya jika dirinya tidak menuruti keinginannya mereka.
Dia tidak punya pilihan selain mengikuti permintaan dari Om nya Fara, hingga akhirnya kemarin malam Kevin mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu hal pada Azhela, saat itu Celine benar-benar panik tapi Kevin menjelaskan bahwa dirinya akan menjaga Azhela dari kekejaman Arga.
Kevin memintanya untuk memasukkan obat perangsang di minuman Azhela dan membawa Azhela ke kamar yang sudah di pesan Kevin, tapi berapa Jam sebelum itu Celine mendapatkan pesan dari nomer yang tidak di kenal dan pria itu ternyata adalah Juna yang menawarkan kebebasan untuk Celine.
Celine saat itu hanya memikirkan keselamatan temannya, maka dari itu Celine pun memutuskan untuk memberikan Azhela pada Juna karena dia merasa Juna lebih baik dibandingkan Kevin.
"Maaf Zhee maaf" Celine sekali lagi meminta maaf.
Meski sebenarnya dia tahu bahwa penghianatannya ini sangat sulit untuk dimaafkan.
"Jadi Juna hanya menyelamatkan aku dari obat perangsang itu?" Azhela berucap pelan.
"Ya, dan bukan hanya itu saja, Arga Fara dan anak buah nya juga sudah ditangkap oleh anak buah Juna" jelas Celine lagi.
Dan Azhela tertegun mendengar semua penjelasan Celine, tanpa banyak bicara Azhela langsung keluar dari kamar berisi Celine dan Andini.
Azhela berjalan mencari keberadaan Juna, sampai akhirnya dia mendengar suara berisik di salah satu ruangan membuat ajalah langsung membuka pintu itu dan..
Dorr !!
"Kau pembunuh adik ku! sialannn"
"Apa yang kau lakukan!"
🌹
Tegang 😁
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏