
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sera turun dari kamar nya saat bibi pembantu menyatakan jika Kai, Key, Dion, Aquino dan Vicky datang berkunjung, sedangkan Juna tidak ikut karena setalah siang panas nya selesai Juna langsung terlelap.
Azhela tidak membangunkan nya karena dia tidak mau mengganggu tidur siang suaminya, sekesal apapun Azhela pada Juna tetap saja Azhela memiliki empati untuk suaminya.
"Vic, lama tidak bertemu" Azhela tersenyum pada Vicky.
Dulu Azhela sempat dekat dengan Vicky, tubuh Vicky yang lebih tinggi darinya membuat Azhela berpikir jika Vicky seumuran nya.
Tapi ternyata tidak seperti yang dia bayangkan, Vicky jauh lebih muda dua tahun dari nya seperti Kai dan Key, (Putra Syaka dan Ayuna)
Vicky adalah anak dari Om Willy dan Aunty Joy, tapi Vicky tinggal bersama Opa Lian dan Oma Arr yang membuat Azhela sering bertemu Vicky.
"Aku sengaja mengajak mereka ke sini, aku ingin berenang" bukan Vicky melainkan Key yang menyahut.
"Lakukan apapun yang kalian suka" kata Azhela santai.
Matanya melihat sepupunya yang tampan-tampan, benar-benar mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna.
"Oke adik ku sayang" kata Key sambil mencium pipi Azhela.
Meski usia Key lebih muda tiga tahun dari Azhela tapi Key tetap adalah salah satu Kakak dari Azhela mengingat dia adalah anak dari Om Syaka.
"Key!" kesal Azhela karena Key mencium pipi nya.
"So teriak-teriak, padahal di cium bibir juga udah sering sama suami" ledek Key yang membuat Azhela melongo.
Dan tanpa memperdulikan wajah Azhela Key, Aquino, Vicky, dan Dion pergi ke kolam, mereka memang sengaja berkunjung karena ingin tahu seperti apa penampakan rumah sepupu nya yang menikahi kolongmerat.
"Kai kau tidak ikut?" tanya Azhela.
"Tidak" sahut Kai dingin.
"Astaga kamu sangat berubah, perasaan dulu tidak seperti ini" Azhela mengajak Kai untuk duduk.
Azhela melirik sepupunya itu, dia menggelengkan kepalanya melihat Kai yang tidak melepaskan buku nya.
Apa mereka bertukar posisi? kenapa yang nakal sekarang malah Key dan yang cool adalah Kai?" batin Azhela bertanya-tanya.
Setahu nya saat kecil Kai lah yang nakal bahkan selalu bertengkar dengan nya memperebutkan perhatian saat bermain dengan Cantika, (anak Oma Tara dam Opa Darrel), tapi sekarang malah keterbalikan nya.
Key yang dulunya sangat serius dalam segala hal kini menjadi si petakilan, Key menjadi remaja yang terlalu aktif saking aktif nya Azhela bahkan gemas ingin mencubit ginjal kakak sepupunya itu.
Di kolam Key dan yang lain nya sedang berenang, hingga tak lama setelah itu datanglah Fara yang membawakan minuman dingin untuk mereka.
Seketika jiwa tengil Key muncul, dengan santai Key menyipratkan air kolam ke arah Fara, membuat gadis yang selalu menguncir rambut nya ke atas itu melirik pada ke empat remaja itu.
"Silahkan minum nya, tuan" ucap Fara mencoba sabar.
"Aku mau makan, roti" kata Key santai.
"Aku juga mau" timpal Dion.
Keduanya saling melirik dan tersenyum penuh arti, tentunya Dion dan Key tau siapa Fara sebenarnya, mereka juga mendengar cerita kegilaan Fara yang sebelumnya berniat mencelakakan sepupunya.
Dan sebenarnya alasan Key bukan semata-mata ingin berkunjung saja, tapi mereka ingin melihat Fara di gadis jahat keturunan nenek sihir itu.
"Baik akan saya buatkan, ada lagi?" tanya Fara mencoba sabar.
"Tidak hanya itu, tapi buatkan yang banyak" kata Dion.
Fara mengangguk kecil, dia pergi dan saat akan ke dapur Fara melihat Azhela yang sedang mengganggu Kai, Fara tersenyum kecil saat melihat Azhela Yan terus-terusan berbicara dan Kai malah fokus pada buku nya.
Menjadi Zhee sangat menyenangkan, dia punya banyak sepupu yang baik dan perhatian, suami yang baik dan sangat menyayangi nya dia benar-benar beruntung. batin Fara.
Fara kembali ke dapur untuk membuatkan roti bakar, hingga akhirnya Fara selesai dia langsung membawa roti bakar itu ke dekat kolam, tapi saat sampai tiba-tiba dari belalang Key mendorong Fara, hingga membuat Fara terjatuh ke kolam.
Fara yang jatuh ke dalam kolam mencoba berenang ke atas, dia sebenarnya tidak terlalu pandai berenang yang mana hal itu membuat Fara sulit mencapai ke atas.
Tuhan tolong aku. batin Fara masih mencoba tenang meski dia merasa tidak kunjung sampai ke permukaan air.
Key dan Dion tertawa melihat Fara yang jatuh ke kolam, tidak dengan Aquino dan Vicky yang hanya diam saja dan menonton.
"Dia sangat pandai acting" kata Dion.
"Kamu benar, aku rasa dua piala saja tidak cukup untuk apresiasi kepintarannya dalam memanipulasi orang lain" timpal Key.
Mereka masih diam hingga akhirnya sebuah tangan mengambang di permukaan air, Key dan Dion melihat itu dan saat mereka berdua akan turun ke air tiba-tiba seseorang menyembur ke dalam air.
"Pahlawan kesiangan" bisik Key.
"Hem, bisalah caper" timpal Dion.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏