
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai makan Azhela dan Juna kembali ke kantor, Azhela tidak mengganggu Juna yang sedang bekerja, dia memilih tiduran di sofa sambil memainkan ponselnya.
Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Juna dan Azhela langsung pulang dan sekarang keduanya dalam perjalanan pulang.
"Mau beli makanan?" tanya Juna.
"Boleh?" tanya balik Azhela.
"Tentu, kamu mau beli apa?" tanya Juna lagi.
"Tidak makanan, hanya ingin bertemu Andini" sahut Azhela.
"Andini sudah pulang kerumahnya, tapi menurut info yang Aldi berikan Andini pindah" jelas Juna.
Yang mana penjelasan itu membuat Azhela kaget, dia tidak tahu kabar Andini karena selama beberapa hari ini Andini memang di rumah sakit.
"Kapan Andini pindah?" tanya Azhela.
"Kemarin, keluarga nya menitipkan Andini di asrama agar Andini kembali sehat" jelas Juna lagi.
"Separah itu?" Azhela semakin kaget.
"Hanya dirinya sendiri yang bisa membantu, Andini masih menolak untuk percaya jika Celine meninggal" jelas Juna lagi.
"Siapa yang memberitahu nya?" Azhela menatap Juna penuh selidik.
"Jangan menetap ku seperti itu, bukan aku yang memberi tahu pada teman mu, Aldi adalah pelaku nya dia yang membuat Andini tahu" balas Juna tidak menerima wajah yang menuduh istrinya.
Huh..
Azhela menghembuskan nafas nya kasar, Andini benar-benar menjadi korban akan persahabatan nya yang hancur.
"Aku merasa bersalah untuk sakit Andini, seharusnya dia tidak seperti ini" Azhela menunduk.
"Itu bukan salah mu, semua ini tidak akan terjadi jika Kevin dan keluarga nya tidak melakukan kejahatan" balas Juna lagi.
Azhela hanya mengangguk, niat nya ingin menjenguk Andini tapi tidak jadi karena Andini pindah.
Juna melihat wajah sendu Azhela, dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan setelah itu Juna membawa Azhela ke pelukan nya.
Jika biasnya Azhela akan menolak kali ini berbeda, Azhela diam dan membalas pelukan yang di berikan Juna bahkan tak hanya itu Azhela juga menangis di pelukan suaminya.
"Menangis lah jika dengan menangis perasaan mu lebih lega" ucap Juna sambil mengusap punggung istrinya.
Srekkk !!
Azhela mengeluarkan lendir di hidung nya, dan setelah itu dia melepaskan pelukan nya.
Juna melihat Azhela yang masih menangis, dia masih belum sadar jika kemejanya sudah kotor akibat ingus istrinya.
"Mau pulang" kata Azhela.
"Zhee!" Juna mengeretakan gigi nya menahan kesal.
Ingus istrinya nampak jelas di kemeja nya, membuat Juna sedikit jijik karena ingus ini.
"Apa?" tanya Azhela santai.
Huh..
"Lap pakai tisue" titah Juna.
"Nggak mau jijik" sahut Azhela masih santai.
"Zhee!"
"Usap aja sendiri, kamu kan nggak jijik an malahan tiap malam kamu kan suka jilat__" ucap Azhela terhenti karena Juna membekap mulut istrinya dengan tangan nya.
Juna memilih mengelap nya sendiri, menyuruh istrinya hanya akan membuat dia gemas karena istrinya selalu bicara tanpa filter.
Setelah selesai mengusap Juna melepaskan tangan nya dari bibir istrinya, dan kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Selama di perjalanan Azhela tidak banyak bicara, dia akan meminta nomer telpon Andini pada Juna nanti, tapi Azhela harus memikirkan cara pintar ia sangat yakin jika suaminya akan memanfaatkan situasi ini.
Din, aku harap kamu cepat sembuh, maafkan aku yang nggak bisa ada di saat kamu merasa ketakutan. batin Azhela.
Tak lama kemudian mobil pun sampai, Azhela langsung masuk begitu saja ke rumah nya meninggalkan Juna yang masih berjalan di belakang nya.
"Mandi bersama" kata Juna yang baru sampai di kamar.
"Ada syarat nya" sahut Azhela yang sedang membuka semua pakaian nya.
"Apa?" Juna ikut membuka pakaian nya.
Azhela mengigit bibir bawahnya melihat itu, suaminya terlihat seksi dengan belalai besar itu, membuat Azhela merinding sebelum merasakan nya.
"Mintakan nomer keluarga Andini, aku ingin melihat Andini" kata Azhela.
"Itu sangat mudah, aku bisa melakukan nya, ayo" Juna langsung menarik pinggang Azhela dan mencium leher istrinya lembut.
"Tubuh mu benar-benar candu ku honey" Juna mencium pipi Azhela lalu ciuman itu turun ke bibir istrinya.
Keduanya berciuman selama yang mereka mampu, tangan Azhela melingkar di leher Juna sedangkan tangan Juna tentu saja liar ke area dada Azhela.
"Di kamar mandi?" tanya Azhela pada suaminya.
"Di sofa, aku ingin mengajari gaya baru" balas Juna sambil meremaas dada sang istri.
"Baiklah, aku ingin di atas" kata Azhela sambil tersenyum.
"Tentu, lakukan apapun yang kamu suka honey" balas Juna yang langsung membaringkan tubuh istrinya dan memulai kegilaan nya untuk membuat Azhela terangsang.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏