
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti yang dijanjikan setelah pulang dari kampus Azhela meminta izin pada Mama dan Papanya untuk main ke rumah Fara.
Sebenarnya Azhela tidak mendapatkan izin, tapi dia merengek seperti anak kecil sehingga membuat Mama dan Papanya akhirnya memberikan Azhela izin asal jam 9 atau 10 malam sudah pulang ke rumah.
Dan untuk masalah bodyguard-nya, Azhela berjanji akan selalu mengabari kemana dirinya pergi dan mengirimkan share lock lokasi dirinya agar Mama dan Papanya tidak terlalu khawatir.
Tring..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Azhela.
"Lakukan apapun yang mereka lakukan, jangan sesekali menolak ataupun bersikap mencurigakan, percayalah"
"Apa maksud nya?" gumam Azhela yang membaca pesan dari nomer tidak di kenal.
Azhela mengacuhkan pesan dari nomor yang tidak dikenal itu, dia memilih membalas pesan-pesan dari ketiga kakaknya yang yang memintanya untuk tidak bermain-main.
Tapi tiba-tiba pesan dari nomor tidak dikenal pun kembali ia dapatkan.
"Zhee ini aku Kevin"
Kevin?.
"Mau apa dia dan apa maksud dari pesan yang dikirimkan nya itu" gumam Azhela pelan.
Tring..
"Apa tidak mungkin!" pekik Azhela kaget.
"Zhee are you ok?" tanya Celine menatap Azhela aneh.
Pun dengan Andini dan Fara menatap bingung pada Azhela yang sedang berdiri dengan wajah kaget nya.
"Ahk tidak, hanya kaget karena melihat foto penampakan hantu di ponselku saja" jelas Azhela bohong.
Kenapa dia bisa memiliki fotoku, apa jangan-jangan Kevin ada di di rumah ini? tapi itu mustahil tidak mungkin Kevin berada di sini karena sedari tadi aku tidak melihat Kevin. batin Azhela.
"Huh, aku pikir kamu melihat tikus atau kecoa di rumahku" timpal Fara.
"Loh memangnya ada?" tanya Andini takut.
Fara hanya menganggukan kepalanya kecil, membuat Andini bergedik ngeri membayangkan dua hewan yang sangat ditakuti nya itu.
Azhela kembali duduk, dan sekali lagi dia melihat pesan lagi dari Kevin,
"*A*ku pernah mencintaimu jadi percayalah padaku, Zhee jangan melakukan apapun sebelum aku aku menemukanmu"
Lagi-lagi pesan dari Kevin itu membuat Azhela semakin bingung, dia tidak merasa pesan itu berisi tentang teka-teki yang harus dipecahkan atau sebuah tanda peringatan, yang Azhela rasa hanya Kevin yang sudah gila seperti Arjuna Wiraguna Dinata.
Kenapa pria-pria yang ada di dekatku semuanya gila, em tidak maksudku hanya mereka berdua tapi tidak dengan Papa Opa dan kakak-kakakku. batin Azhela.
"Aku tidak percaya bahwa Mama dan Papa mu benar-benar sangat posesif ya Zhee" kata Andini yang sedang membersihkan kuku-kukunya.
Dia melihat Azhela yang terus fokus pada ponselnya, bahkan tadi dia juga sempat mendengar betapa hawatir nya keluarga Azhela saat mengijinkan Azhela pergi bersama teman-teman nya.
"Tentu saja orang tuanya Zhee sangat posesif kan Zhee anak bungsu" balas Fara.
"Hah? kok tau sih? cenayang ya?" Azhela sedikit syok karena Fara tau akan dirinya yang seorang anak bungsu.
Fara sedikit gelagapan saat mendengar balasan dari Azhela, dan Azhela melihat itu yang mana membuat dirinya tertawa kecil.
"Bercanda Far" sahutnya masih dengan tawanya.
"Hem tadi aku cuman nebak" balas Fara sambil membenarkan kaca mata nya.
"Guys mending sekarang kita pilih baju yuk, di kamar Fara sudah banyak baju-baju punyaku loh" kata Celine dengan senyumannya.
Azhela yang sedang duduk itu akhirnya memilih berdiri dia menyimpan ponselnya di meja dan setelah itu mengikuti teman-temannya yang masuk ke kamar tamu.
Celine memang sering menginap di rumah Fara, hal itu karena Celine dan Fara sudah berteman sejak kecil sehingga membuat keduanya sangat akrab bahkan Celine memiliki kamar khusus di rumah Fara.
.
.
.
Malam pun tiba Azhela teman-temannya sudah tampil dengan cantik, keempatnya kompak memakai dress yang membuat penampilan semakin wow apalagi dengan bantuan make up.
Fara juga melepaskan kacamata besarnya, karena menurut ketiga temannya Fara terlihat cantik tanpa kacamata besarnya itu, dan Setelah itu mereka pun akhirnya pergi ke club yang sudah dijanjikan.
Celine menyewa satu ruangan untuk mereka berempat agar tidak ada satupun dari mereka yang hilang ataupun diculik oleh hot Daddy, dan mereka setuju karena tidak ingin mengenal pergaulan bebas.
"Guys kumpulkan ponsel dan tas kalian padaku" kata Celine.
"Harus ya?" tanya Fara.
"Buat apa sih?" tanya Andini bingung.
Celine pun menjawab dengan wajah santainya bahwa jika mereka masih menyalakan ponselnya itu akan membuat kesenangan mereka berhenti karena pasti akan ada gangguan.
"Baiklah, ini punya ku" Azhela memberikan ponsel dan juga tasnya kepada Celine.
Dan diikuti oleh kedua temannya yang juga melakukan hal yang sama dengan dirinya, Celine menghela nafasnya panjang saat menyimpan tas tas itu di di meja yang ada di pojokan ruangannya.
*S*orry, Zhee aku tidak punya pilihan nyawa keluargaku taruhannya jika aku tidak melakukan perintah mereka.
🌹
Mulai tegang
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏