Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Juna #2



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Juna mengusap lembut rambut pendek Azhela, sekali lagi dia mencium bau rambut Azhela dengan mata yang terpejam tentunya.


"Jelita kau mendengar suara kakak kan?" tanya Juna dengan bodoh nya.


Dan tentu saja dia tidak mendapatkan jawaban apa-apa yang membuat Juna tersenyum kecut, karena apa yang dia ucapkan adalah kebodohan.


Jelita adiknya sudah lama tiada lebih tepat nya 7 tahun yang lalu, jelita di temukan di sungai dengan luka jahitan di dada nya dan dokter yang menangani nya mengatakan jika Jelita kehilangan banyak organ tubuh nya.


Hati, ginjal, mata dan juga jantung, semua nya hilang karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab, Juna yang saat itu sedang meneruskan S2 nya di luar negri sangat hancur mendengar fakta jika adik bungsu nya itu meninggal dengan cara tragis.


Satu persatu anggota keluarga nya meninggal karena merasa kehilangan, di mulai dari Mama nya yang bunuh diri, Papa nya yang mabuk-mabukan dan berakhir meninggal karena kecelakaan lalu lintas, semuanya benar-benar membuat Juna sakit.


"Maaf karena kakak baru menemukan jantung kamu Jelita, kakak janji setelah ini kakak juga akan mengumpulkan semua milik mu yang telah hilang, kakak akan menguburkan nya bersama dengan mu" ucap Juna dengan sorot mata nya yang tajam menatap wajah Azhela.


Tangan nya terulur kembali memegang dada Azhela, detak jantung itu berdebar dengan kencang membuat Juna merasa tenang dan tanpa sadar Juna pun akhirnya tidur di ranjang yang sama dengan Azhela, dia memeluk Azhela sebagai rasa rindunya pada Jelita sang adik.


Dan Jelita adik nya hidup dalam diri Zhee, yang membuat Juna mampu melakukan segala cara hanya untuk mencari keberadaan jantung adik nya yang telah di rampas seseorang.


Tepat jam empat pagi Juna terbangun karena alrm di ponselnya, dia tidak membuka matanya dan melihat Azhela yang masih tidur karena efek obat tidur yang Juna pakai.


"Kakak akan menguburkan jantung mu, jangan sedih Jelita itu akan kakak lakukan" ucap Juna sambil menatap Azhela.


Setelah itu Juna pun akhirnya keluar dari kamar dengan langkah yang mengendap-endap, sampai akhirnya Juna sampai di kamar nya dan sekali lagi Juna di buat syok dengan kondisi kamar nya yang berantakan.


"Siapa yang berani mengacak-acak kamar ku!" geram Juna sambil mendekati laptopnya.


Juna membuka laptopnya dan langsung mengecek Cctv yang ada di kamar nya, dan ya dia melihat Azhela yang masuk dan mengacak-acak kamar nya.


"Gadis itu benar-benar tidak bisa diam, dia selalu bertingkah seenaknya membuat ku geram saja" kesal Juna sambil membereskan satu persatu- satu barang nya.


Dia tau setelah ini Azhela akan semakin liar dan juga menyebalkan, apalagi Azhela sudah tau siapa dirinya dan Juna tau semua itu karena dia melihat pesan yang masuk ke ponsel Azhela.


Tanpa sepengetahuan gadis itu Juna juga telah menyadap ponsel Azhela yang membuat dia tau banyak hal tentang Azhela, termasuk pesan yang di kirimkan Kevin untuk Azhela.


"Aku penasaran apa yang akan Zhee lakukan setalah ini, gadis itu pasti akan bertingkah lagi" ucap Juna lagi.


.


.


.


"Aaa kenapa nggak ada yang bangunin sih! nggak sholat kan" kesal Azhela sambil berlari ke kamar mandi.


Senakal-nakal nya Azhela dia tidak pernah telat untuk ibadah, apalagi Mama nya akan marah besar jika Azhela melewatkan shalat subuh nya.


Azhela membuka satu persatu kancing piyama nya, dan saat semuanya sudah terlepas Azhela di buat kaget saat melihat noda darah di piyama nya.


"Aaa_apa ini!" Azhela melemparkan piyama nya ke sembarang arah.


Mata nya langsung turun ke dada nya, dan Azhela tidak melihat darah di dada nya yang membuat Azhela terdiam dengan tubuh yang sudah polos tanpa sehelai benang pun itu.


"Kenapa darah mimpi ku menjadi nyata, apa tadi malam ada hantu yang masuk ke kamar ku?" gumam Azhela bertanya-tanya.


Karena tidak mau menduga-duga Azhela akhirnya memilih mandi, lagi pula dia harus berangkat kuliah karena dia tidak mau kembali telat lagi seperti kemarin-kemarin.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Azhela turun ke lantai bawah, dia sarapan sendirian karena Azhela tau Mama dan Papa nya belum pulang.


Azhela terlihat tidak seceria biasanya, bahkan sapaan good morning dari ketiga kakak nya pun tidak Azhela balas karena mood nya sedang jelek.


Apa tadi malam dia melihat hantu? tumben sekali garis licik itu tidak bersikap seenaknya lagi. batin Juna heran.


Sepanjang perjalan Azhela tidak bersuara sedikitpun, dia masih memikirkan darah yang ada di piyama nya.


Jujur saja Azhela trauma dengan darah di dada nya, dalam mimpi nya Azhela selalu di bayang-bayangi kejadian mengerikan di mana dia melihat gadis yang merintih kesakitan dengan dada yang berdarah-darah.


"Awww " Azhela tiba-tiba merasakan sakit di dada nya.


Juna yang mendengar suara itu langsung menghentikan mobil nya, dia melihat ke belakang dan matanya langsung melotot saat Azhela sedang memegang dada nya dengan eskpresi seperti orang yang sedang kesakitan.


Jelita!


"Apa anda tidak apa nona?" tanya Juna berusaha tenang.


Azhela tidak menjawab, dia memukul-mukul dadanya karena jujur saja saat ini dada nya terasa sangat sakit.


"Nona apa yang kau lakukan! hentikan kau menyakiti Jelita!" teriak Juna sambil menahan tangan Azhela agar Azhela menghentikan kegilaan nya.


"Siapa Jelita?"


🌹


Masih bingung nggak?


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏