
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sesampai nya di kantor Azhela dan Juna langsung berjalan dengan Juna yang berjalan duluan, dan di susul oleh Azhela yang berjalan dengan wajah di tekuk nya.
Hal itu membuat semua karyawan yang melihat itu tentu saja bertanya-tanya, karena biasnya Juna Bos nya akan mengandeng mesra tangan nona muda nya.
"Aku bosan" kata Azhela saat baru masuk.
"Belum satu menit kau bilang bosan?" Juna menatap tajam istrinya.
"Ya, aku bosan apalagi melihat wajah menyebalkan mu" sahut Azhela sambil membantingkan tubuhnya ke sofa.
"Ck, kau memang minta di makan" Juna berdiri dan berjalan mendekati sofa.
Azhela yang melihat itu sontak membulatkan matanya, dia mengambil bantal sofa untuk alat yang akan dia jadikan senjata.
"Jangan coba-coba mendekat" tegas Azhela.
"Kenapa? aku ingin mendekati istri ku, dan itu bukan kejahatan" sahut Juna santai.
"Bukan kejahatan tapi aku bukan robot yang bisa terus di mainkan terus-menerus tanpa mengenal rasa lelah" sewot Azhela dengan wajah kesal nya.
Mendengar ucapan istrinya Juna menjadi gemas sendiri, dia menarik paksa bantal sofa itu dan membuang nya ke sembarang arah.
Dengan santainya Juna memeluk Azhela, dan reaksi Azhela tentu saja berontak meski lama kelamaan Azhela memilih diam.
"Maaf" bisik Juna pelan.
Azhela sampai merinding karena Juna meniupkan nafas panas nya ke leher nya yang berhasil membuat bulu kuduk nya berdiri.
"Maaf untuk apa?" tanya Azhela.
"Untuk membuat mood mu jelek, cup" Juna mengecup singkat pipi Azhela.
Deg..
Duh jantung oh jantung, terus aja detak kencang bikin malu aja. batin Azhela panas dingin.
Juna mengusap pipi istrinya, lalu mengecup kembali pipi satu nya lagi dengan penuh kelembutan.
"Kakak-kakak mu akan pulang bulan depan" lanjut Juna sambil mengusap pelan bibir Azhela yang sangat seksi.
"Kamu bohong" sahut Azhela tidak percaya.
"Aku tidak pernah bohong, tadi aku mengirimkan email dan foto seorang adik yang merindukan kakak nya pada mereka dan ya mereka akan pulang untuk memeluk adik nya" kata Juna sambil tersenyum.
Azhela juga tersenyum, dia menatap wajah Juna mencari kebenaran di mata suaminya dan ya Azhela hanya melihat wajah kejujuran yang membuat dia menyunggingkan senyuman nya.
Tapi itu hanya tertahan beberapa detik saja, perubahan di wajah Azhela kembali terlihat.
"Kenapa?" tanya Juna.
"Aku bertanya" kata Juna.
"Aku bertanya" Azhela mengikuti ucapan Juna
"Ck" dengkus Juna.
"Ck, dasar mesum" umpat Azhela sambil menahan tangan Juna yang merambat masuk ke kaos nya.
"Biarkan saja, kau tau honey tangan ku sudah memiliki tugas untuk membuat buah mu menjadi sebesar semangka" kata Juna santai.
Semangka!
Gila, Azhela tidak akan bisa membayangkan jika asetnya sebesar itu.
"Memang cucu nya kakek mesum" ketus Azhela sambil mendorong dada suaminya agar menjauh.
Juna akhirnya melepaskan tangan nya dari buah dada istrinya, senyuman terlihat di wajah nya dia merasa puas karena bisa membuat istrinya tersenyum lagi.
"Kita honeymoon yuk" ajak Juna.
"Bukan nya setiap hari kita memang selalu honeymoon" cibir Azhela dengan wajah sebal nya.
"Itu bukan honeymoon honey, tapi gali lubang" kata Juna lagi.
"Gali lubang, kamu pikir aku kebun hah?" kesal Azhela sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu bukan kebun, tapi ladang yang sangat aku sukai, dan milik ku adalah cangkul yang selalu ingin menggali lubang mu" lanjut Juna dengan senyuman smirk nya.
Azhela mendengar itu melongo, dia benar-benar memiliki suami yang sangat gila, bahkan lebih gila dari pikiran mesum Mama dan Opa nya.
"Bagiamana kamu setuju honey?" tanya Juna sambil mendekati istrinya.
Azhela terdiam nampak berpikir, lalu dia menatap Juna dengan senyuman nya.
"Aku setuju, tapi dengan satu syarat" balas Azhela dengan senyuman aneh nya.
"Apa?" tanya Juna penasaran.
Azhela mendekati suaminya, tangan nya terulur untuk meraba bagian ************ suami nya hingga akhirnya Azhela menangkap sosok yang sedang bersembunyi di balik celana suaminya.
"Kecilkan dulu milik mu, dan setelah itu aku mau honeymoon" kata Azhela sambil nyengir.
"Shitttt.. tapi sebelum itu kamu harus tanggung jawab honey, aku tidak akan bisa bekerja jika cangkul ku ingin menggali lubang mu, huh.. ayo" Juna menarik paksa Azhela, dan mendudukkan bokong Azhela di sofa.
Azhela melotot, apalagi saat Juna menarik paksa celana nya dan melemparkan CD nya ke sembarang arah.
"Aku belum sia__" Azhela membungkam bibir nya saat dia merasakan suaminya yang menciumi perut nya.
Oh aku benar-benar menikahi si mesum gila! batin Azhela ingin berteriak.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗