Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Sapu lidi



^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Azhela terbangun saat mendengarkan alrm shalat subuh, tubuh nya terasa remuk saat ini dan semua ini karena ulah Juna yang menggempur nya sampai jam 2 malam.


Azhela baru tertidur dua jam dan sekarang kantuk nya benar-benar sangat mengganggu, Azhela perlahan turun dari ranjang dia berjalan dengan pelan karena pangkal paha nya sakit.


"Dia sangat perkasa, huh dasar Om-om " gerutu Azhela sambil berjalan ke kamar mandi.


Azhela memutuskan mandi, dia berniat membangunkan Juna nanti setelah dirinya selesai mandi.


Setelah selesai mandi Azhela langsung memakai pakaian santai nya, di luar kamar Azhela sudah mendengar suara keluarga nya yang sudah pasti sedang menunggu untuk shalat berjamaah.


"Juna bangun, sudah waktu sholat subuh" panggil Azhela.


"Suamiku ayo bangun" ucap Azhela lagi.


Dan semenit kemudian dia merinding karena memanggil Juna dengan panggilan yang menggelikan.


Apa sih kok jadi salah tingkah gini. batin Azhela pipi nya bersemu merah.


Hening tak mendapatkan sahutan, Juna masih tertidur bahkan sekarang sudah terdengar suara orang ngorok.


"Dasar kebo molor terus" Azhela mulai kesal.


Azhela memakai mukena nya dan setelah itu dia langsung mengambil sapu lidi, Azhela mendekati Juna dengan santai dia menyibakkan selimutnya.


Bukkk !!


Bukkk !!


Pantat Juna menjadi sasaran Azhela, setiap telat bangun untuk sholat Azhela selalu di gebuk menggunakan sapu lidi.


"Zhee apa yang kau lakukan" Juna yang baru membuka matanya dan menatap tajam pada istrinya.


"Akhirnya bangun juga" Azhela tersenyum, lalu menatap dingin pada Juna yang sedang menatap nya dengan tatapan tajam nya itu.


"Apa?" Azhela balas menatap tajam.


"Tidak bisa kah kau membangunkan aku dengan cara yang lebih lembut" Juna mengusap bokong nya pelan.


Terlihat jelas guratan di bokong nya karena Juna tidur dengan menggunakan boxer, dan gebukkan istrinya benar-benar menyisakan bekas.


"Suruh siapa nggak bangun" sahut Azhela tidak mau mengalah.


"Ck, kau benar-benar tidak ada manis-manis nya menjadi istri Zhee" Juna bangkit dari tempat tidur.


"Ya kalau mau manis ya minum madu aja, gitu aja sensi dasar kebo" sungut Azhela kesal. "Buruan mandi nya aku tungguin 5 menit kalau nggak cepat aku tinggalin" lanjut Azhela santai.


Juna melirik istrinya, dia ingin sekali membungkam bibir bawel itu dengan ciuman panas tapi melihat Azhela yang memakai mukena dan terlihat cantik.. huh.. Juna tidak bisa mengatakan apa-apa, Azhela sangat cantik, membuat dia merasa terpesona untuk sesaat.


"Buruan, nanti ketinggalan shalat berjamaah nya" kata Azhela menatap heran pada Juna.


"Kamu cantik" kata Juna lalu masuk ke kamar mandi.


"Apaan sih, kok aku jadi aneh gini" Azhela menepuk-nepuk pipi nya pelan.


Beberapa menit berlalu..


Juna keluar dari kamar mandi Azhela terdiam melihat Juna yang sangat tampan, apalagi dengan Koko putih yang di pilihkan nya.


Subhanallah suami siapa sih ini, tampan banget. batin Azhela terpana melihat wajah tampan suaminya.


"Ayo" Azhela berjalan duluan.


Juna mengikuti kemana istrinya pergi dan sesampainya di musholla yang ada di rumah Rayden Azhela menyuruh suaminya ikut ke jejeran Papa dan Opa nya.


"Pakai sarung mu" titah Rayden.


"Caranya?" tanya Juna.


"Seperti ini" Rayden mau tak mau memasangkan sarung untuk menantu nya.


Opa Bastian yang melihat itu tersenyum pun dengan Oma Fallen dan Syakira yang senang melihat Rayden dan Juna yang perlahan akur.


Dan sholat Subuh pun akhirnya selesai, Juna yang masih belajar masih harus banyak belajar lagi, dia berharap Azhela mau mengajari nya


Setelah sholat selesai semua orang pun kembali ke kamar nya masing-masing, termasuk Juna yang saat ini sudah tepar kembali di ranjang nya.


"Zhee ayo tidur, kemarilah" kata Juna menepuk ranjang sebelahnya.


Azhela membuka mukena nya, dan terlihat lah rambutnya yang basah yang membuat Juna sontak membulatkan matanya sempurna.


Glekk..


Juna menelan ludah nya kasar, apalagi saat Azhela membuka bra nya dan menyimpan nya di nakas.


"Zhee kau membuat aku ingin memakan mu" ucap Juna sambil menarik tangan Azhela.


Brag!


Azhela jatuh ke pelukan suaminya, dan Juna yang merasakan adik nya berdiri langsung melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.


"Aku ingin tidur" kata Azhela.


"Hem, tidurkan dulu adik ku baru setelah itu kita tidur" kata Juna santai.


"Tadi malam sudah" balas Azhela sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Itu beda lagi, kita harus banyak melakukan nya karena aku ingin kau mengandung anak ku" bisik Juna sambil mencium rakus bibir Azhela.


Tuh kan ini tubuh sama mulut nggak sinkron, di mulut mau nya nolak dan tubuh malah ingin lebih dari pelukan. batin Azhela menggerutu.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏