
"Oma! Opa!" suara teriakan Zhee terdengar sangat keras.
Membuat Opa Bastian yang kebetulan masih begadang terbangun, dia langsung membuka pintu dan melihat cucu kesayangan nya yang sedang merintih kesakitan.
"Astaga Zhee" Opa Bastian sedikit berlari.
"Mana suami mu?" tanya Opa Bastian.
"Opa, suami ku sedang di kamar mandi, aku mau minum tapi tiba-tiba merasakan kesakitan" jelas Zhee.
Opa Bastian langsung berteriak, dan tak lama kemudian Juna datang dengan wajah yang tentu saja kaget.
Tadi dia ke kamar mandi sebentar, dan tidak menyangka jika istrinya akan keluar kamar hingga terlihat kesakitan seperti ini.
Suara Opa Bastian yang heboh membuat Oma Fallen juga datang, dia melihat cucu nya yang merintih sakit dan segera menyimpulkan jika Zhee akan melahirkan.
"Siapkan mobil Juna" titah Oma Fallen.
"Tapi Zhee" Juna mengkhawatirkan istrinya.
"Tidak apa, Zhee Opa yang gendong" kata Opa Bastian.
Juna akhirnya pergi menyiapkan mobil, Mom Fallen juga menyuruh bibi pembantu menyiapkan perlengkapan untuk Zhee, sedangkan dia ikut mengantarkan Azhela ke rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Azhela tidak berhenti meringis, dia merasakan sakit yang teramat apalagi air ketuban nya sudah pecah saat dia jatuh tadi.
Azhela memang jatuh dan itu karena dia tidak bisa menahan sakit yang dia rasakan, dalam kekhawatiran nya Azhela berharap persalinan nya akan lancar.
Dia takut, dan Oma Fallen melihat ketakutan di wajah cucu nya, dia memberikan semangat agar cucu nya bis kembali semangat dan i juga mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja.
"Siapa yang akan menunggu?" tanya Oma Fallen.
"Biarkan suami nya saja" kata Opa Bastian.
Dan Juna setuju, dia akan menemani istrinya berjuang.
Opa Bastian melihat Juna yang masuk bersama Azhela ke ruangan persalinan, dia sedikit ngilu mengingat kekonyolan nya di masa lalu saat menemani istrinya melahirkan.
Tepat di jam 3 malam Syakila dan Rayden datang, keduanya tidak bisa diam saja saat mendengar jika putri kesayangan nya akan melahirkan.
"Mom" Syakira langsung mendekati sang Daddy.
Yang mana hal itu membuat Oma Fallen menggelengkan kepalanya, putrinya yang satu ini memang aneh, yang di panggil nama nya yang di peluk suaminya.
"Zhee wanita kuat, dia pasti bisa tenanglah sayang" kata Opa Bastian.
"Hem, aku takut Zhee masih sangat muda" Syakira menangis karena rasa cemas nya.
"Jangan menangis sayang, Daddy jadi takut kalau begini" Opa Bastian ikut larut dalam ketakutan yang membuat nya sedikit mengeluarkan air mata.
Rayden dan Oma Fallen yang melihat hal itu hanya bisa diam, keduanya sudah biasa dengan sikap dramatis ayah dan anak itu.
"Sayang tisu" kata Syakira yang keluar ingus.
Rayden mendekat dan memberikan tisue, tapi Syakira meminta di elapkan yang membuat Rayden mau tak mau mengelap ingus istrinya.
Oma Fallen seketika menggelengkan kepalanya, Syakira yang akan menjadi nenek masih tidak bisa membuang sikap manja nya, bahkan kelucuan nya pun masih ada.
Setelah melewati satu jam pertama akhirnya semua orang yang menunggu di kursi tunggu bisa mendengar suara tangis baby, senyuman nampak merekah di wajah mereka.
"Honey, bayi kita" Zhee tersenyum.
"Dia benar-benar mirip seperti mu" kata Juna dengan senyuman nya.
"Tentu saja aku yang paling giat menggoyang, aku juga ibu nya jadi harus cantik seperti aku dong" balas Zhee sewot.
Membuat Juna serta beberapa ahli medis yang membantu proses persalinan Azhela hanya geleng-geleng kepala, mereka salut dengan perjuangan Azhela yang masih muda.
Tak lama setelah itu Azhela di pindahkan ke ruangan yang sudah di siapkan, dia menempati ruangan VIP karena keluarga Azhela banyak dan Opa nya khusus mengosongkan lantai yang sama dengan Zhee hanya untuk kenyamanan sang cucu.
Satu persatu keluarga Azhela datang menjenguk baby Guzelle, bayi cantik yang memiliki kulit seputih susu itu di beri nama Guzelle Arzhila Dinata.
Banyak kado-kado mahal yang di terima baby Guzelle, di menjadi kesayangan semua orang karenanya menjadi cucu sekaligus cicit pertama di keluarga Bastian.
5 bulan berlalu..
Keseharian Azhela hanya menjadi pengasuh bayi, tak jarang dia merasa bosan dan ingin hidup bebas tapi setelah menatap wajah terlelap putrinya rasa bosan itu menghilang dalam sekejap mata.
Azhela cukup menikmati peran nya menjadi sang ibu, Juna juga terkadang ikut sip malam agar bisa menjaga putrinya.
"Far, kau bilang kakak mu akan keluar dari penjara berapa tahun lagi?" tanya Zhee.
"8 tahun setengah" balas Fara senang.
"Waw, waktu benar-benar berlalu cepat ya" Zhee yang sedang menimang bayi nya melirik Fara yang berbadan dua.
Sebentar lagi Fara akan melahirkan mengingat kehamilan nya sudah menginjak bulan ke sembilan.
"Hem, Andini bilang dia menyukai Om Kenzie, kau tahu itu?" tanya Zhee.
"Ya, tapi Andini bilang Kenzie terlalu pelit" sahut Fara.
Yang mana membuat Azhela tertawa, itu bukan hal baru lagi jika dia mengetahui fakta jika Om nya yang satu itu sangat pelit duit.
"Kita taruhan tentang mereka mau" usul Azhela.
"Oke, aku rasa mereka tak akan berjodoh" kata Fara.
"No, aku yakin mereka akan menikah" balas Azhela kekeh.
Dan tanpa keduanya sadari Andini ada di depan pintu, dia mendekati kedua teman nya dan langsung duduk tanpa mengatakan apapun.
"Astaga aku pikir hantu" celetuk Azhela.
"Aku pikir malah setan" Fara menimpali.
Andini mendengar lelucon kedua teman nya itu menghembuskan nafas nya kasar, lalu..
"Guy aku mau menikah" ucap Andini dengan wajah yang menunduk.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏