Twins Four Azhela Oh Azhela

Twins Four Azhela Oh Azhela
Maling?



^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Azhela seharian ini berdiam di kamar, semua keluarga nya yang semula cemas kini sudah pulang dengan kabar baik tentunya.


Tangan nya yang terbuka membuat Azhela harus banyak istirahat, dia ingin segera sembuh dan tentunya agar dia bisa kembali ke aktivitas nya.


"Mama dan Papa akan ke panti asuhan, kamu mau ikut sayang?" tanya Syakira.


Setelah mendapatkan kabar bahagian dia merasa harus membaginya dengan orang yang membutuhkan, terutama anak yatim.


Syakira dan Rayden berencana untuk membagikan sembako dan yang lain nya sore ini, lebih cepat lebih baik apalagi kabar bahagia juga mereka dapatkan secepat ini.


"Tidak Mam, aku akan istirahat di rumah saja" balas Azhela sambil melihat apa yang sedang dilakukan kedua orang tuanya.


Syakira dengan Rayden mendengar itu hanya mengangguk.


"Ya sudah Mama dan Papa akan pergi dulu, Kamu hati-hati di rumah ya" lanjut Syakira lagi


"iya Mam, Mama dan Papa juga hati-hati di jalan nya" balas Azhela.


Cup..


"Mama menyayangimu Zhee" kata Syakira lagi.


"Aku juga Mam, Pap" Azhela tersenyum.


Kini hal-hal yang menurutnya sangat kecil dan tidak penting akan selalu Azhela terapkan pada kesehariannya di rumah, begitupun dengan Syakira dan Rayden yang akan selalu memperlihatkan perhatiannya pada sang Putri.


karena mereka tidak tahu Sampai kapan mereka bisa memperlihatkan rasa sayangnya, kejadian hari ini benar-benar membuat mereka overprotektif pada sang Putri tersayang.


Setelah itu keduanya memutuskan untuk pergi karena hari sudah hampir sore, meninggalkan Azhela yang kini tinggallah seorang diri.


kini tinggallah Azhela seorang diri, karena bingung ingin melakukan apa akhirnya Azhela memutuskan untuk berdiam di kamarnya sambil menonton film kesukaannya.


Malam harinya Azhela mendapatkan telepon dari Mama dan Papanya bahwa mereka akan pulang telat, hal itu membuat Azhela harus makan malam sendiri.


"Bosen banget, tadi sing rame dan sekarang sepinya udah kaya kuburan" gumam Azhela yang baru selesai makan.


karena sepi memilih kembali ke kamarnya, dan saat ia masuk Azhela di dibuat kaget karena melihat seseorang yang sedang berusaha naik ke balkon kamarnya.


"Siapa dia" gumam Azhela sambil mengambil sapu lidi di sudut kamarnya.


"Jangan-jangan maling" lanjut Azhela kembali bergumam pelan.


Kaki Azhela melangkah mendekati jendela jendela kamarnya dan sesampainya di depan jendela Azhela sekali lagi dikagetkan dengan sosok misterius jangan tiba-tiba membuka jendelanya.


Bukkk Bukkk !


"Maling kau maling!" teriak ajalah sambil menepuk nepuk tubuh pria itu dengan sapu lidi yang ada di tangannya.


Awww !


Ringisan sakit pria itu saat merasakan pukulan dari yang diberikan Azhela.


Mendengar suara yang tidak asing ditelinga nya Azhela langsung membulatkan matanya sempurna, dan betapa shock-nya Azhela karena dia melihat sosok pria misterius itu ternyata adalah Arjuna Wiraguna Dinata.


"Ya aku kau kaget?" saut Juna acuh.


"Kenapa kamu bisa masuk ke sini?" tanya Azhela sambil perlahan mundur ke belakang.


Juna melihat reaksi berlebihan yang di perlihatkan oleh Azhela, dia pun semakin tertantang untuk mendekati Azhela hingga tubuh Azhela hampir terjatuh.


Tapi tapi beruntungnya dengan sigap Juna langsung menahan tangan Azhela hingga akhirnya Azhela tidak jadi terjatuh.


"Lepaskan!" ketus Azhela dingin.


Dia takut saat melihat mata Juna yang sedikit aneh, apalagi kedatangan Juna di malam hari dan langsung ke kamar nya membuat Azhela takut.


Juna tidak mau melepaskan Azhela dari pelukannya, dia malah semakin mempererat pelukannya hingga membuat Azhela meringis karena tangan nya tersenggol lengan Juna.


Awwww !


"Lepaskan tangan ku sakit!' kesal Azhela sambil berontak.


Jun akhirnya melepaskan Azhela, tapi baru Azhela bisa bernafas lega sekarang Azhela malah di buat bungkam dengan tangan Juna yang menyentuh bibirnya.


"Maaf Zhee" ucap Juna masih dengan mengusap lembut bibir Azhela.


Jantung Azhela berdetak kencang saat merasakan usapan di bibir nya, dia mengerejapkan matanya berkali-kali sampai akhirnya Azhela sadar dari kegilaan nya.


"Jangan macam-macam, aku berterimakasih pada mu untuk keikhlasan mu memberikan jantung adik mu, tapi meski begitu bukan berarti kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, aku tidak ingin menikah dengan mu" tegas Azhela sambil mencoba melepaskan dirinya dari Juna.


Azhela ingin berlari ke arah pintu, tapi dengan cepat tangan nya di tahan oleh Juna yang memegang tangan nya yang tidak sakit.


"Tidak bisakah kamu diam saat aku ingin mengenal mu lebih dalam?, berikan aku waktu untuk membuat mu jatuh cinta pada ku, seperti aku yang jatuh cinta pada mu setelah kebersamaan kita" kata Juna lagi.


Azhela yang mendengar itu cukup kaget, dia perlahan menurunkan emosi nya dan mau tak mau Azhela mengajak Juna duduk di sofa nya.


Juna tersenyum saat Azhela tidak terlihat takut lagi padanya, niatnya ke sini adalah seperti biasnya untuk tidur dan memeluk Azhela, tapi niatan nya keburu ketahuan Azhela karena Juna memang melakukan aksi nya terlalu siang.


"Apa yang kamu mau dari ku?" tanya Azhela mencoba membuang rasa takut nya.


"Kesempatan untuk mencintai ku" balas Juna cepat.


"Itu pemaksaan" Azhela menatap Juna tidak suka.


"Bukan pemaksaan tapi kesempatan" lanjut Juna lagi.


Azhela menggelengkan kepalanya, dia bangkit dari duduknya lalu melihat ke sembarangan arah, dan saat Azhela kembali melihat Juna Azhela di buat bungkam dengan sebuah ciuman mendadak yang di lakukan Juna pada nya.


Hemphh..


Azhela mencoba berontak sebisanya..


Dan..


๐ŸŒน


Kaya nya masih belum banyak yang tau cerita Azhela, Soalnya like nya dikit banget๐Ÿฅด tapi nggak apa sih dengan dukungan kalian yang sudah baca aku jadi semangat buat bikin karya-karya yang berbeda dari season 1 2 dan 3๐Ÿค—


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™