
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Juna mencoba membuka pintu nya setelah tidak mendengar suara lagi, dan sialnya dia harus terjebak di dalam kamar mandi yang di kunci dari luar.
"Ck. kenapa harus di kunci" kesal Juna sambil mencoba membuka pintunya.
Juna mengusap wajahnya kasar karena pintunya tidak mau terbuka, matanya melihat ke kamar mandi yang yang cukup luas itu.
"Harusnya aku bersembunyi di lemari atau kau bawah ranjang saja" lanjut Juna sambil menggerutu kesal.
Merasa menyesal karena memilih kamar mandi Padahal tadi sebenarnya dia memiliki banyak pilihan tempat persembunyian.
Tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur, dan dia sudah memilih kamar mandi sebagai tempat persembunyiannya, dan sekarang ia mau tak mau harus tidur di kamar mandi.
"Kalau aku berteriak pasti semua orang akan tahu keberadaan ku, dan hal itu mungkin akan membuat kesan buruk diri ku di keluarga Azhela" ucap Juna sambil berjalan mendekatinya bathub.
Sebenarnya Juna bisa saja menyuruh seseorang untuk naik ke kamar Azhela, tapi dia tidak akan melakukan hal itu karena dia tidak ingin seseorang melihat wajah cantik Azhela yang sedang tertidur.
Tidak ada pilihan lain Juna akhirnya memilih tidur di dalam bathub, beruntung bathub nya kering dan Iya juga memakai jaket kulitnya sehingga Juna tidak khawatir akan kedinginan.
Seharusnya Malam ini aku bisa memeluk nya dan mencium bibir manis nya lebih lama lagi, tapi semuanya harus gagal karena calon ibu mertua ku. batin Juna teramat kesal.
.
.
.
Azhela terbangun dari tidur nya, dan lagi-lagi Azhela harus menghembuskan nafas nya panjang karena lagi-lagi Azhela kesiangan lagi.
"Kenapa akhir-akhir ini aku selalu bangun telat sih, perasaan malam tadi aku tidur nggak malam banget" gumam Azhela bingungnya.
Azhela terbiasa bangun jam 5 pagi dan sekarang dia terus menerus bangun siang bukan kah itu perubahan yang cukup aneh?.
Tok..tok..
"Siapa?"
"Saya non"
Azhela bangkit dari tempat tidur nya, sambil berjalan Azhela meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal.
"Kenapa mbak?" tanya Azhela.
"Di tungguan sarapan sama nyonya dan tuan non" jelas bibi pembantu.
Hoam..
Azhela menguap lebar.
"Tolong bilangin ke mama dan papa kalau aku akan mandi dulu dan untuk sarapan mungkin akan menyusul" jelas Azhela.
"Baik non" sahut bibi pembantu mengangguk paham.
Setelah melihat bibi pembantu pergi Azhela pun langsung masuk ke kamar, dia berjalan mendekati ranjangnya dan duduk sambil memainkan ponselnya.
Lama Azhela bermain ponsel, dia melihat pesan ucapan selamat pagi dari kakak-kakak nya yang romantis, dan Azhela membalas semua pesan dari kakak nya dengan perasaan bahagia, Kakak-kakak nya memang sangat sweet padanya, dan hal itu membuat Azhela merasa menjadi Queen di keluarga nya.
Drettt.
"Halo"
"Zhee, Miss you"
"Kevin?"
"Ya, ini aku Zhee.. kamu kemana saja kenapa tidak pernah membalas pesan dari ku?"
"Aku sibuk, maaf aku matikan aku mau mandi bye"
Tut !
Azhela mematikan panggilan nya sepihak, dan setelah itu dia menyimpan ponselnya di ranjang nya.
"Yang jahat itu Kevin? tapi kenapa Kevin masih perhatian pada ku?" gumam Azhela sambil membuka pakaian nya di dekat pintu kamar mandi.
Azhela menutupi tubuh nya dengan kimono, dan setalah itu dia memasukkan pakaian kotor nya ke dalam keranjang yang ada di pojokan dekat ruang ganti minimalis nya.
Ceklek..
Azhela berjalan mendekati bathub, niat nya dia akan berendam agar pusing di kepala nya menghilang dan di gantikan dengan rasa tenang karena harum sabun aroma terapi nya.
Azhela membuka kimono nya dan menyimpan nya di gantungan yang ada di kamar mandi, dengan senyuman nya Azhela berjalan berniat menyalakan air bathub.
Aaaaa !
Teriak Azhela melihat Juna yang tertidur di bathub, dengan cepat dia berlari untuk mengambil kimono nya, tapi karena berlari Azhela malah terjatuh.
"Awwww ! Mama sakit!" Azhela menangis karena tangan nya yang terluka membentur lantai.
Juna yang tertidur mendengarkan suara teriakan Azhela seketika membuka matanya, dan saat dia akan berdiri alangkah kagetnya dia melihat Azhela yang terjatuh dengan darah yang mengalir di tangan nya.
Ralat perhatiannya bukan terfokus pada darah yang keluar dari tangan Azhela, melainkan pada tubuh polos Azhela yang seputih susu dan sangat seksi.
Glekk !
Juna menelan ludahnya kasar melihat itu, beberapa kali dia mengerejapkan matanya karena iman nya semakin menipis saja setelah melihat tubuh polos Azhela.
Oh Zhee kau membuat adik ku ingin terbang. batin Juna sambil menggelengkan kepalanya.
"Hiks sakit, tolong" Isak Azhela yang seketika membuat Juna tersadar dari pikiran liarnya.
"Zhee kau tidak apa?" Juna mendekati Azhela.
"Tetap di tempatmu jangan sesekali berani mendekatiku!" teriak Azhela sambil menangis.
"Zhee aku ingin menol__" ucap Juna terhenti karena Azhela bersuara lagi.
"Kau membuat diriku terlihat menjijikkan karena memperlihatkan tubuh ku pada orang asing, jika kau pria yang memiliki hati balikan tubuhmu jangan menatap tubuh ku" tegas Azhela dengan Isak tangis nya.
Entah kenapa Juna merasa jika Azhela semakin takut padanya, dia tidak merasa Ini adalah sebuah keberuntungan melainkan hambatan untuknya mendapatkan hati Azhela.
Mau tak mau Juna pun membalikkan tubuhnya agar tidak melihat ke arah Azhela.
"Aku sudah berbalik silakan pakai kembali kimono mu, dan maaf" hanya itu yang keluar dari bibir Juna.
Sebelum berdiri Azhela melihat ke belakang untuk memastikan jika Juna sudah berbalik, dan setelah memastikan Juna sudah berbalik akhirnya Azhela dengan gerakan pelan nya langsung berdiri.
Azhela memakai kembali kimono nya, dan setelah itu dia berbalik dan mendekati Juna dengan langkah yang pelan karena masih merasakan sakit di tangannya.
"Zhee maa_"
Plakkkk !
Sebuah tamparan keras berhasil Azhela daratkan ke pipi Arjuna.
"Zhee"
"Diam! jangan panggil namaku, kamu menjijikan kamu menakutkan, dan aku membencimu!" kata Azhela yang masih menangis.
Dia tidak menyangka jika Juna senekat itu, jelas-jelas semalam Azhela melihat Juna yang menuruni balkon, tapi yang Azhela tidak pikirkan mengapa dia itu masih ada di kamar nya bahkan tidur di kamar mandi nya.
Sungguh Azhela saat ini benar-benar membenci pria bernama Arjuna Wiraguna Dinata itu, bagi nya Juna tak lebih dari pria mesum yang gila, menghalalkan segala cara hanya untuk mendekati nya.
"Sekarang aku minta kamu pergi dari rumahku, aku akan mengalihkan perhatian Mama dan Papa, PERGI!" usir Azhela lagi.
Juna menatap sendu gadis yang disukainya itu, melihat Azhela yang menangis sungguh dia ingin membawa tubuh itu ke pelukannya, memeluk Azhela dengan lembut meski hanya sebentar saja.
"Zhee apapun yang terjadi sekarang, aku mohon jangan membenci ku" kata Juna sebelum pergi.
Azhela tidak menjawab dia memilih keluar dari kamarnya dan pergi menemui Mama dan Papanya untuk mengalihkan perhatian agar Arjuna bisa pergi dari rumah nya.
Maafkan kebodohanku, maaf. batin Juna sangat menyesal.
Sedangkan di ruang bersantai semua pekerja termasuk satpam masuk ke rumah, Azhela sengaja mengumpulkan mereka agar Juna bisa pergi tanpa ada yang melihat keberadaannya di rumah.
Syakira dan Rayden benar-benar shock saat melihat darah yang masih bercucuran di tangan putrinya, dan beberapa bibi pembantu langsung membersihkan darah darah yang sengaja Azhela buat berantakan agar semuanya sibuk.
*E*ntah bagaimana caranya aku bisa melupakan kejadian memalukan ini, tapi yang jelas saat ini aku sangat membenci mu Arjuna Wiraguna Dinata. batin Azhela sambil menyeka air mata nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏