
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Juna kembali ke kamar nya dan dia melihat istrinya yang ternyata baru keluar dari kamar mandi.
"Sayang, ini minum nya" kata Juna mendekati Azhela.
"Dari mana saja?" tanya Azhela sedikit kesal.
"Dari bawah kamu tau Fara dan Aldy mereka berdua__" ucap Juna terhenti karena Azhela memotong ucapan nya.
"Aku tidak ingin tahu, harusnya kamu cari dokter" kata Azhela sedikit sewot.
Juna mendekat dan membantu istrinya duduk, Azhela mengambil minum nya dan meminum air nya sedikit.
"Tidak ada rasanya" lanjut Azhela memberikan gelas nya pada Juna.
"Mau air gula?" tawar Juna mencoba untuk tidak kesal dengan sikap istrinya yang sedikit sensitif itu.
Azhela melirik Juna lalu menggelengkan kepalanya, "Kamu mau aku diabetes ya, gimana kalau nanti gigi aku bolong dan aku sakit gigi" cerocos Azhela sedikit sewot.
Astaga..
Juna mengusap dada nya menahan kesal, dan Azhela melihat itu malah tak perduli dan memilih berbaring di ranjang.
"Ingin sesuatu?" tanya Juna mencoba untuk mengganti topik pembicaraan.
Azhela melirik suaminya lalu menepuk ranjang di sebelah nya.
"Tidur di sini, aku ingin di peluk" ucap Azhela santai.
Juna tidak banyak tanya, dia langsung melakukan apa yang di inginkan sang istri dan saat ini Juna memeluk tubuh istrinya dari samping.
Tangan Juna mengelus perut rata istrinya, membuat Azhela sedikit kegelian tapi bersamaan dari itu dia merasa nyaman di perlakukan seperti ini.
"Terus seperti ini" kata Azhela sambil memejamkan matanya.
"Tidurlah, dokter akan kesini sebentar lagi" balas Juna masih mengusap perut istrinya.
Azhela tidak tidur melainkan dia membalikkan tubuhnya hingga menghadap ke arah suaminya.
"Kamu kenapa semakin tampan sih" Azhela meraba bewok suaminya yang mulai memanjang.
"Jangan menggodaku sayang" jakun Juna naik turun karena apa yang di lakukan istrinya.
"Hem, aku tidak menggoda hanya berkata jujur jika suami ku ini sangat tampan dan gagah, membuat aku bernafsu saja" kali ini Azhela meraba dada suaminya dan jangan lupakan mata sayu Azhela yang membuat nya terlihat bergairah.
Juna melihat itu paham jika saat ini istrinya bukan membutuhkan dokter, dia pun akhirnya balas meraba bagian kesukaan nya yang membuat tubuh Azhela mengeliat.
Suara desahaaan pun tak bisa tahan lagi, Azhela menyukai semua permainan tangan suaminya ataupun permainan ranjang sang suami tercinta.
"Bagaimana kalau dokter datang?" tanya Juna masih memiliki kesadaran nya.
"Aku tidak perduli, dia kan bisa menunggu sebentar lagi pula tidak akan sampai dua jam, hanya setengah jam kan" balas Azhela sambil membuka satu persatu pakaian nya.
"Baiklah, tapi aku tidak janji kalau hanya setengah jam sayang, aku sangat merindukan wangi tubuh indah mu" ucap Juna yang langsung mengambil andil besar dalam permainan nya.
Azhela tersenyum kecil mendengar ucapan suaminya, dan dengan santainya dia mengatakan..
"Lama juga tidak apa, aku suka long time honey" sahut Azhela lagi.
Membuat Juna gemas dan langsung mencium bibir sang istri, dan Azhela tak kalah diam dan membalas ciuman panas sang istri.
Suara desahaaan menggema di ruangan itu, keduanya melupakan orang-orang yang menunggu di luar pintu.
Satu jam berlalu..
Aldy menatap jam tangan nya, lalu dia menghembuskan nafas nya kasar.
"Apa masih lama tuan?" tanya dokter wanita itu.
"Tunggu 15 menit lagi" balas Aldy singkat.
Aldy sekali lagi menarik nafasnya panjang, dalam hatinya dia bertanya-tanya apa yang sedang di lakukan Bos nya itu sehingga tidak mendengar suara ketukan pintu nya.
Apa yang di lakukan mereka di dalam kamar, jangan bilang kalau tuan muda bernafsu setelah melihat aku dan Fara yang hampir berciuman, CK.. jika itu benar aku rasa tuan muda pantas di panggil dengan sebutan si Nafsu ranjang. batin Aldy dalam hati yang menebak apa yang sedang di lakukan sang Bos.
Tok..tok..
"Tuan, dokter sudah datang" teriak Aldy.
Tidak ada sahutan sama sekali, membuat Aldy hanya bisa melirik dokter dengan wajah yang mengandung arti Tunggu beberapa menit lagi.
Satu jam berlalu lagi..
Sudah dua jam Aldy menunggu di depan pintu, bahkan untuk membuat dokter nyaman menunggu Aldy meminta dokter untuk makan dulu, dan sekarang dokter nya pun sudah selesai makan.
Dan aneh nya tidak ada tanda-tanda kedua Bos nya keluar, membuat Aldy kesal bukan main.
Tiba-tiba..
Ceklek..
"Kau kemana saja? mana dokter nya?" dengan santainya Juna yang baru selesai mandi bertanya demikian.
Ingin sekali Aldy mengatakan jika dia sudah menunggu dua jam lebih, tapi itu hanya akan sia-sia karena Aldy tahu kalau Bos nya itu sangat menyebalkan dan selalu punya alasan yang akan membuat nya terlihat salah.
"Dokter sudah sampai tuan" kata Aldy akhirnya tidak mau memperpanjang urusannya.
"Suruh dia masuk" titah Juna yang kembali menutup pintu.
"Jika bukan Bos anda sudah saya tendang ke lautan yang paling dalam tuan" batin Aldy menggerutu kesal.
Selama pemeriksaan wajah takut di perlihatkan Juna, dia takut sakit jantung istrinya kambuh lagi.
Juna tidak akan bisa hidup tanpa Azhela, apalagi Azhela adalah satu-satunya alasan dia bisa tersenyum dan menata hidupnya lebih baik dari sebelumnya.
"Bagaimana dok?" yang Juna sangat cemas.
"Tidak ada penyakit apapun tuan, nona sedang hamil dua Minggu" jelas dokter sambil tersenyum.
"Apa! hamil" kaget Azhela dan Juna bersamaan.
"Iya, kehamilan nona masih sangat muda dan saya harap tuan bisa selalu menjaga kesehatan nona karena kehamilan nona masih sangat rentan" jelas dokter lagi.
Juna tidak bisa berkata apa-apa bahkan sekalipun dokter sudah pergi sekalipun, Juna merasa ini seperti mimpi karena pada akhirnya Azhela hamil dan dirinya otomatis akan menjadi seorang Ayah.
"Selamat tuan, anda akan menjadi Ayah" kata Aldy memberikan selamat.
"Ya, terimakasih, tapi ingat urusan kita belum selesai masalah ciuman tadi kau harus memperjelas hubungan kalian" balas Juna terlihat cuek tapi perduli.
Aldy tidak menjawab dia memilih keluar menyusul dokter untuk menebus vitamin kehamilan yang harus di beli.
"Aku hamil? astaga aku tidak sabar menjadi sumo, pasti lucu" ucap Azhela tertawa geli.
Dia tidak bisa membayangkan badan nya yang kecil akan mengandung seorang bayi, Azhela sangat yakin jika dia akan segendut Mama nya dulu.
"Sayang kamu hamil satu bayi jadi tidak akan gemuk" kata Juna.
Biasanya para wanita sangat takut jika tubuhnya menjadi lebar dan besar, dan Juna memilih menenangkan sang istri.
"Aku ingin melihat tubuh ku yang gendut" ucap Azhela lagi.
"Nanti akan besar pada waktunya" balas Juna cepat.
"Kapan?" tanya Azhela penasaran.
"Mungkin empat atau lima bulan lagi, aku tak tahu" balas Juna terlihat bingung karena sejatinya dia tidak paham bagaimana proses kehamilan seorang wanita.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏