
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Azhela sampai di halaman rumah Opa nya, dia tersenyum senang karena berhasil mengelabuhi Juna dengan bantuan Kevin.
"Aku yakin dia akan terkena omelan karena membiarkan Queen Zhee pergi sendiri" gumam Azhela sambil merapihkan penampilan nya.
Setelah di rasa dia sudah rapih dan cantik Azhela memencet bel rumah, dan seolah kebetulan yang membuka nya adalah Leon.
"Kau telat Zhee, ayo semuanya sudah menunggu" Leon menggandeng tangan Azhela.
Azhela tidak menolak, dia berjalan dengan anggun nya mengikuti kemana Leon membawa nya, hingga akhirnya mereka sampai di halaman belakang.
Acara makan malam keluarga Bastian memang lain dari yang lain, di mana jika keluarga lain makan malam di ruangan tertutup lain dengan keluarga Bastian yang makan malam di taman samping.
"Maaf aku telat" kata Azhela sambil menatap satu persatu keluarga nya yang sangat banyak itu.
"Zhee kemarilah" panggil Opa Bastian.
"Night Opa" kata Azhela manis.
"Night too princess, kamu semakin cantik Zhee" balas Opa Bastian sambil tersenyum.
Azhela hanya tersenyum, sudah bukan cerita lagi kalau Azhela selalu mendapatkan perlakuan manis dari keluarga nya.
Entah itu karena dia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga besar nya, atau mungkin karena memang keluarga nya yang sangat romantis, Azhela tidak ingin memikirkan semua itu.
Makan malam pun di mulai, Azhela duduk di dekat Aunty Nuna, anak bungsu dari Opa Darrel yang sebentar lagi akan melepaskan masa lajang nya.
Sedangkan Aunty Cantika tidak bisa datang karena dia masih di New York, Aunty Cantika menikah dengan orang luar dan menetap di sana bersama suami dan putri nya, Sabrina.
"Mama berhutang penjelasan padaku" bisik Azhela pada Syakira.
"Masalah bodyguard itu hanya kakak, Papa dan Opa mu yang tau, Mama tidak" jelas Syakira pada putri nya.
"Aku tidak percaya" sahut Azhela lagi.
"Terserah, tapi yang jelas Mama setuju jika gadis nakal ini memiliki penjagaan ketat" balas Syakira lagi yang di balas dengan wajah tekuk putri nya.
Mama benar-benar menyebalkan. batin Azhela sambil kembali makan.
Setelah selesai makan seperti biasa mereka berkumpul dan bercerita, dan semuanya berpecah tergantung obrolan mereka seperti Para Opa yang membicarakan bisnis, anak muda yang membicarakan game.
Juga para Oma yang nampak asyik dengan dunia arisan nya, dan jangan lupakan juga para ibu-ibu milenial yang sedang tertawa membicarakan fashion dan beauty.
"Papa" panggil Azhela.
"Ya" sahut Rayden.
"Aku mau dia di pecat Papa, dia tidak bisa menjaga ku masa iya tadi dia nggak nganterin aku ke sini" ucap Azhela berusaha menjelekkan nama bodyguard nya.
"Benarkah?" Rayden nampak serius mendengarkan putrinya berbicara.
"Hem pokok nya Papa harus pecat dia aku nggak mau ya punya Bodyguard yang cupu dan murah senyum kaya dia, ogah pokoknya" balas Azhela lagi.
Rayden membelai pipi Putri nya, lalu jari nya itu turun ke bibir putrinya yang sedikit bengkak bekas tindik itu.
"Jangan merusak kecantikan mu Zhee, Papa akan menangis jika melihat putri Papa berkelakuan jelek, You can be naughty but you have to know the limits" kata Rayden sambil tersenyum.
Azhela menatap mata teduh yang selalu di perlihatkan Papa nya, ia akui dia lebih dekat dengan Papa nya di bandingkan dengan Mama nya, keduanya selalu berbeda pendapat akan fashion dan beauty.
"Don't worry Papa, I can take care of myself" balas Azhela sambil tersenyum.
"Papa percaya itu, My girls" mengusap lembut pipi Azhela.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, satu persatu pulang tapi tidak dengan Mama dan Papa nya yang harus menginap karena permintaan Opa nya, Azhela juga sebenarnya di larang pulang tapi karena besok dia masih ada kuliah jadi Azhela akhirnya pulang.
"Jangan nakal" kata Syakira pada sang putri.
"Iya Mama ku sayang yang bawel" sahut Azhela dengan senyuman menyebalkan nya.
"Zhee Mama mu menyayangimu" kata Oma Fallen.
Azhela mangut-mangut karena dia juga paham dengan hal itu, tidak ada satu pun ibu di dunia ini yang tidak menyayangi anak kandung nya sendiri bukan?.
"Baiklah Oma Mama aku pergi dulu" kata Azhela sambil tersenyum.
Dia sedikit lega karena kedua sepupunya tidak memberitahu akan masalah tabrakan tadi, Leon dan Kai memang sepupunya yang terbaik.
"Hati-hati" kata Oma Fallen dan Mama Syakira bersamaan.
"Bye semuanya" Azhela melambaikan tangan nya.
Saat sudah keluar rumah Azhela berpapasan dengan sang Om, Om Daffin menatap nya dengan tatapan lembut dan jauh dari tatapan dingin seperti di kampus tadi siang.
"Zhee nilai mu sangat turun apa kamu memiliki masalah dalam pelajaran Om?" tanya Daffin.
"No, hanya saja aku malas karena melihat Om ku yang berwajah datar dan so cool" balas Azhela tersenyum meledek.
"Anak ini, awas ya" Daffin berniat menangkap Azhela tapi Azhela langsung menghindar.
Brugkkk..
Azhela yang lincah menubruk Juna, membuat pria berkacamata itu ambruk di teras dengan posisi terduduk.
Tapi alih-alih menolong bodyguard nya Azhela malah tertawa, dia bahkan menjulurkan lidahnya pada Juna yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Ck, dasar lemah!" cibir Azhela sambil melewati Juna begitu saja.
Juna menghela nafasnya panjang melihat sikap Azhela yang benar-benar sangat mengesalkan itu, dia bangkit dan berniat berjalan ke arah mobil di mana Azhela sudah duduk cantik di jok tengah.
Juna masuk dan langsung menyalakan mesin mobilnya, dia memasangkan sabuk pengaman nya lalu melihat ke spion yang memperlihatkan Azhela yang sedang menghapus make up nya.
Dia manis saat diam dan menyebalkan setelah berbicara. batin Juna.
"Cepat jalan! ck, dasar mesum" sinis Azhela masih dengan menghapus make up nya.
"Baik nona" balas Juna mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Terlalu lambat" kata Azhela.
Membuat Juna langsung menambah kecepatan laju kendaraan nya, dan hal itu membuat Azhela melotot.
"Kau ingin membuat aku jantung ya, aku adukan pada Papa dan kakak-kakak ku baru tau rasa kau!" teriak Azhela karena Juna benar-benar melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Nona bukan kah anda sendiri yang meminta jalan nya cep__" ucap Juna terhenti karena Azhela berteriak lagi.
"Kau salah, kau yang salah aku akan adukan ini pada Papa jika kau ingin membuat ku jantungan dengan laju kendaraan yang sangat cepat seperti ini" balas Azhela panjang kali lebar.
Membuat Juna yang menyupir benar-benar prustasi, tapi meski begitu Juna mencoba tenang karena ini semua demi misi besar nya dan ini baru awal dari proses yang harus di lewati.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏