
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sesuai dengan janji nya Azhela harus ikut ke kantor, keduanya saat ini sedang berpakaian setelah melepaskan hasrat percintaan keduanya di pagi hari.
"Apa?" tanya Azhela menatap suaminya dengan wajah di tekuk.
"Dasi nya, ayo pasangkan" kata Juna santai.
"Ish, pakai sendiri dong, manja banget" sahut Azhela sebal.
"Ya ngapain punya istri kalau apa-apa harus sendiri, termasuk memuaskan diri mu" balas Juna menatap istrinya dengan tatapan tajam nya.
Huh..
Azhela menghembuskan nafas nya kasar, dia berjalan mendekati suaminya lalu dengan santainya menarik keras dasi nya hingga membuat Juna tercekik.
"Honey!" pekik Juna sambil menatap istrinya tajam.
"Jangan memoloti ku!" kata Azhela tak suka.
"Dan kamu juga jangan mencekik ku, atau jangan-jangan kau ingin membunuh ku" tuduh Juna sambil menelan ludah nya kasar karena cekikan nya semakin terasa.
"Maaf" Azhela nyengir dan melepaskan tangan nya dari dasi nya.
Setelah itu Azhela pun mulai membenarkan dasi nya, untuk soal memasang dasi Azhela cukup pandai karena dulu dia sering memasangkan dasi untuk kakak-kakak nya.
Mengingat itu Azhela jadi teringat akan sosok kakak nya, dia merindukan ketiga bodyguard tampan nya yang selalu memberikan perhatian pada nya.
Sejak menikah dengan Juna, Azmi Azriel dan Azzam jarang mengabari nya, mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri dan tidak lagi memberikan ceramah atau nasihat agar Azhela tak nakal lagi.
Cup..
Juna mengecup kening Azhela lembut.
"Modus!" kesal Azhela sambil melotot.
"Wajah mu kenapa?" tanya Juna.
"Tidak apa" sahut Azhela dingin.
Dan saat Azhela akan berjalan pergi Juna menahan pinggang istrinya, dengan santai Juna memeluk dan mencium leher istrinya.
"Jangan bohong, aku melihat wajah sedih mu" kata Juna sambil membalikan tubuh istrinya dengan perlahan.
Huh..
"Aku merindukan kakak-kakak ku, mereka sibuk sendiri dan tidak memperhatikan ku lagi" ucap Azhela dengan wajah malas nya.
"Jadi karena itu wajah mu terlihat sedih?" tanya Juna dengan alis terangkat sebelah ke atas.
Dan Azhela hanya mengangguk kecil, dan setelah itu dia melepaskan pelukan nya Azhela memilih keluar dengan menenteng tas kecil nya.
Juna melihat kepergian istrinya dengan pandangan tak biasa, sampai akhirnya terdengar suara teriakan istrinya.
"Honey cepat aku lapar!"
"Ya"
Azhela dan Juna makan dengan khitmat, tanpa obrolan karena mood Azhela saat ini sedang buruk lagi.
Setelah beberapa menit akhirnya keduanya selesai makan, dan Azhela yang akan pergi melihat Fara.
"Jangan cape-cape, istirahat lah nanti kamu sakit" kata Azhela.
"Tidak apa Zhee, aku akan melakukan tugas ku dengan baik, jangan khawatir" balas Fara sambil tersenyum.
Dua hari ini Fara memang sudah mulai bekerja di rumah Azhela, dan Fara bekerja sebagai tukang bersih-bersih bersama ke tiga pekerja lain nya.
"Satu hal yang harus kamu ingat kita sahabat, aku tidak mau kamu kelelahan" lanjut Azhela, tangan nya terulur untuk mengusap lengan teman nya.
Fara mendapatkan perhatian Azhela hanya tersenyum, dia beruntung karena memiliki teman yang pemaaf seperti Azhela.
"Terimakasih Zhee" hanya kata itu yang Fara ucapakan.
"Hem, aku pergi dulu kalau mau apa-apa nanti bilang saja pada bibi, ingat kamu di sini bukan pembantu tapi teman ku" kata Azhela.
Dan setelah itu Azhela pergi meninggalkan Fara yang menatap nya dengan wajah haru nya.
Terimakasih Zhee, aku janji akan membalas semua kebaikan mu, aku janji. batin Fara.
Sedangkan di perjalanan nya Azhela dan Juna masih saling mendiamkan, Juna yang fokus dengan tablet nya dan Azhela yang fokus melihat ke luar kaca mobil.
Hal itu tentu saja membuat supir yaitu Aldi merasa tak nyaman karena tidak biasanya kedua pasutri itu saling mendiamkan, dia lebih suka istri Bos nya itu cerewet karena hal itu membuat Bos nya terlihat konyol.
Apa keduanya sedang sariawan? atau mungkin sakit gigi?. batin Aldi bertanya-tanya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏