
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di kamar nampak Azhela yang sedang membantu suami nya membuka dasi, Juna yang di perlakukan manis seperti itu hanya diam dan membiarkan istrinya melakukan apapun yang di sukai istri nya.
"Honey" panggil Azhela.
"Hem" Juna menatap wajah istrinya yang masih fokus itu.
"Apa Aldy mengatakan suka Fara?" tanya Azhela.
"Kenapa?" tanya balik Juna.
Membuat Azhela yang akan membuka kancing kemeja suaminya menjadi menghentikan gerakan tangan nya.
"Kenapa? masih bilang kenapa setelah tadi liat yang di bawah?" Azhela nampak sewot.
Juna yang melihat itu langsung mengutuki kesalahan nya yang tadi, seharusnya dia memang tidak menjawab acuh karena sat ini mood istri nya sedang jelek.
Faktor kehamilan membuat Azhela sangat mudah kesal, dan sebisa mungkin seharusnya Juna tidak membuat istrinya kesal pada nya.
"Honey hey" Juna mengusap tangan istrinya.
Azhela menepis tangan nya, dan berjalan ke ranjang nya.
"Kamu tuh gitu, nggak peka" kesal Azhela.
"No honey, maksud aku tuh kenapa memang nya dengan Aldy dan Fara" jelas Juna.
"Hah, masih nanya kenapa lagi?" Azhela semakin kesal. "Kamu emang nggak peka sama hal di sekeliling ya, ngeselin!" lanjut Azhela sambil mengembungkan pipi nya sebal.
Huh..
Sabar, mood Baby memang aneh..
"Gini sayang" Juna memegang tangan Azhela, "Biarkan mereka menjalani kehidupan nya sesuai keinginan mereka, Fara dan Aldy sudah dewasa mereka tahu apa yang baik untuk mereka" jelas Juna lagi.
Bukan dia acuh terhadap asisten dan teman istrinya, tapi Juna juga memiliki batasan untuk ikut campur ke dalam kehidupan orang lain.
"Sama saja itu tanda kamu nggak mau ngurusin mereka, iya kan" sahut Azhela sewot.
"Tidak begitu, aku tidak mau mereka terpaksa dan untuk masalah itu biarkan Aldy yang memilih jalan hidupnya" balas Juna bijak.
Huh..
"Aku bingung honey" tiba-tiba Azhela memeluk suaminya.
"Bingung kenapa?" tanya Juna mengusap kepala istri nya lembut.
"Nggak tau, bingung aja" balas Azhela lagi.
"Apa yang sekarang ada di pikiran mu?" tanya Juna lagi.
Usapan lembut yang di berikan Juna benar-benar membuat Azhela nyaman, bahkan saat ini Azhela mengubah posisinya menjadi berbaring dengan memakai paha suaminya sebagai bantal nya.
Dan untuk Juna tentu saja dia senang saat istrinya terlihat nyaman di dekat nya, dia tau saat ini istrinya pasti sedang memikirkan sesuatu.
"Fara dan Andini adalah kedua teman ku, aku tidak bisa memilih di antara keduanya" Azhela menghembuskan nafas nya kasar, "Aku juga tau kalau Andini masih belum memaafkan Fara, yang aku takutkan adalah bagaimana kalau Andini berniat merebut Aldy dari Fara, aku tidak mau semua itu terjadi" lanjut Azhela lagi.
Juna yang mendengar itu tertegun, dia rasa apa yang di takutkan istrinya memang akan segera terjadi, Juna juga pernah melihat Andini yang nyaman di pelukan Aldy dan itu terjadi jauh sebelum Aldy mengenal Fara.
"Bagaimana kalau Aldy tidak memilih Fara" kata Azhela, itulah yang di takutkan.
"Pertemukan saja Fara dengan sepupu mu, bukan kah kamu punya banyak sepupu mungkin dari mereka bisa menjadi kekasih Fara" balas Juna asal menjawab.
Mendengar penuturan suaminya Azhela terdiam, dia seketika berpikir keras tentang siapa yang berstatus jomblo di dalam keluarga nya.
Hingga akhirnya Azhela mengingat sosok Om galak nya.
"Om Daffin" kata Azhela teringat akan Om nya.
"Dia dosen mu yang menetap di New York bukan?" tanya Juna.
Azhela mengangguk kecil.
"Om Daffin jomblo, dia sudah tua" balas Azhela, "Atau enggak Om Kenzie saja dia anak Opa Hadian, dan kalau nggak salah Om Kenzie belum menikah" lanjut Azhela ingat akan anak Opa Hadian.
Juna mendengar banyak nya calon yang bisa menggantikan Aldy hanya mangut-mangut, senyuman aneh terukir di wajah nya.
*M*ampus kau Aldy, lihat banyak kandidat yang akan di pilihkan istriku, haha..maknanya jangan so ganteng pake gebet dua teman istriku lagi. batin Juna merasa senang karena Aldy akan punya banyak saingan.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏