
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Andini harus di rawat karena syok yang berlebihan, Juna memerintahkan Aldi untuk menjaga teman istrinya sedangkan dirinya sendiri memilih pulang karena sudah sore.
"Aku tidak mau pulang" tolak Azhela saat keduanya baru sampai di lobby.
"Kau yakin? aku akan ke markas untuk kembali menyiksa Arga" kata Juna sambil berjalan duluan.
"Tunggu" Azhela berjalan sedikit berlari.
Juna yang merasakan Azhela ada di belakang nya itu dengan sengaja berjalan cepat, yang mana membuat Azhela harus sedikit berlari untuk mengejar Juna.
Brugkkk !
Azhela memukul punggung Juna dengan santai.
"Di suruh tunggu juga" kesal Azhela sambil memegang tangan Juna.
"Jadi istri harus manis, bukan galak kaya gini" kata Juna sedikit meringis karena pukulan itu.
"Kamu juga jadi suami yang peka, istri di belakang main tinggal aja, mau istrinya di culik berondong ganteng" sahut Azhela sewot.
"Emang ada berondong yang berani deketin kamu?" tanya Juna sedikit meledek.
Membuat Azhela sedikit kesal karena tidak ada yang berani mendekatinya selain Kevin, rata-rata mantan pacar Azhela selalu menciut karena selalu mendapatkan teror dari kakak-kakak nya.
"Ck, menyebalkan" Azhela melepaskan tangan Juna dengan kasar.
"Hey kenapa di lepas, aku suka saat tangan kita seperti ini, terlihat seperti suami istri" kata Juna kembali menautkan tangan nya dengan tangan sang istri.
Azhela melihat itu hanya diam, keduanya berjalan ke parkiran dan tak lama setelah itu masuk ke dalam mobil.
Seperti biasa Juna memasangkan sabuk pengaman nya, dan Azhela hanya memberikan reaksi wajah biasa saja karena sedang bad mood.
Tidak ada obrolan selama di perjalanan sampai akhirnya mobilnya kembali berhenti tepat di rumah yang di jadikan markas anak buah Juna.
"Apa Fara sudah makan?" tanya Azhela.
"Tidak nona, mereka akan makan setiap jam 10 malam" balas salah satu pria itu.
"Apa!" Azhela nampak kaget.
Lalu tatapan mata Azhela tertuju pada Juna, dia menatap Juna penuh pertanyaan, Juna tau istrinya terlihat kesal.
"Itu hanya sebagian kecil dari hukuman" kata Juna menjelaskan.
"Halah bilang aja miskin" cibir Azhela sinis.
"Enak saja, bahkan sebentar lagi aku bisa mengalahkan perusahaan Papa Rayden" sahut Juna sombong.
"Ck, kau lebih miskin dari Papa dan Opa, keluarga adalah orang yang memiliki jiwa sosial kita selalu berbagi dan kau? hanya memberi makan sekali" Azhela menatap tajam Juna.
"Apa perlu aku mendonasikan uang jajan ku untuk memberikan tahanan mu makan? tenang saja aku banyak uang" lanjut Azhela.
Juna menggelengkan kepalanya, Azhela benar-benar sosok yang memiliki kegilaan nya sama dengan nya tapi jiwa sosial nya untuk membantu seseorang benar-benar tidak bisa di ragukan.
"Tidak usah, aku bisa memberi mereka makan sendiri" sahut Juna sambil membawa Azhela masuk ke dalam.
Lama-lama dia akan kehilangan panggilan Bos galak nya jika istrinya terus seperti ini, dan juga harga dirinya tentu nya, tapi meski begitu Juna tidak marah dengan Azhela tapi mungkin dia akan memberikan Azhela pelajaran nanti saat di kamar.
Aku akan memakan mu nanti, awas kau Zhee. batin Juna gemas.
Semua anak buah Juna nampak kaget saat melihat Bos nya yang kalah dengan nona baru nya, cinta benar-benar mengalahkan segalanya termasuk jiwa gila seseorang.
🌹
telat up soalnya siang aku dari kebun 😅
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏