
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Azhela masih mengikuti mobil suaminya, demi apa dia tidak akan memberikan celah untuk satu wanita pun untuk menarik perhatian suaminya.
Pelan tapi pasti waktu yang belum genap seminggu ini membuat Azhela merasa jika Juna adalah miliknya, terlepas pernikahan berawal dari keterpaksaan Azhela tahu jika dia juga masuk kedalam rasa yang bisa di bilang cinta itu.
"Tuhkan, rumah siapa itu pasti rumah simpanan nya" gerutu Azhela sambil mengendarai motor nya.
Mata Azhela dengan jeli melihat ke mobil yang masuk ke pekarangan rumah mewah, dia semakin kesal karena rumah itu bukan lah markas yang biasa mereka datangi.
Awas saja jika benar ada wanita Jala*g di sana, aku akan menghabisi nya dengan kuku panjang ku. batin Azhela dengan wajah geram nya.
Penjaga rumah mengenali Azhela, membuat mereka mau tak mau mempersilahkan istri bis nya masuk, Azhela tak mengatakan apa-apa tatapan nya yang tajam membuat ketiga penjaga itu ketakutan.
Tentu ketiga nya sudah mendengar isu akan Bos besar nya yang takluk di hadapan istrinya, dan kemarahan Azhela sekarang lengkap dengan tatapan nya yang tajam itu semakin membuat mereka merinding.
Setelah melihat mobil Juna berhenti Azhela tersenyum smirk, dan saat Juna turun saat itu juga Azhela menambah kecepatan nya sehingga Juna yang baru keluar hampir Azhela tabrak.
Citttttttt !!
Azhela mengerem saat badan depan motor nya hampir mengenai pantat suaminya, dengan santai Azhela turun dan..
Brugkkk !!
Motor itu ambruk.
Juna melongo melihat apa yang di lakukan istri kecil nya itu, dia juga tidak bisa berkata-kata untuk menanggapi sikap bar-bar istrinya.
"Zhee, aku sudah bilang tunggu di rumah" tega Juna menatap kesal istrinya bar-bar nya itu.
"Kau menyuruh ku menunggu di sana, sedangkan kamu sendiri? kamu main serong kan sama janda montok di dalam rumah mewah ini" Azhela menatap Juna dengan pandangan yang penuh kemarahan.
"Zhee kau salah paham, astaga ayo kita pulang saja" Juna menarik tangan Azhela agar istrinya tak membuat keributan.
Tapi Azhela menepis tangan Juna, saat ini Azhela ingin mencakar habis wajah wanita pengganggu itu.
Juna kembali di buat kaget dengan kelakuan istrinya, dengan cepat Juna ikut masuk ke dalam rumah nya dan dia melihat Azhela yang terlihat seperti mencari sesuatu.
"Tidak ada apa-apa di sini" kata Juna sambil mendekat.
Azhela menatap tajam suaminya, tangan nya meraba dada bidang suaminya lalu Azhela menarik kerah baju suaminya.
"Katakan pada ku dimana wanita itu" ucap Azhela dingin.
"Tidak ada wanita di sini, aku ke sini hanya untuk melihat jenazah nya__" ucap Juna terhenti, dia tidak melanjutkan ucapan nya karena melihat wajah penasaran Azhela.
"Sudahlah kita pulang saja" lanjut Juna sambil menarik Azhela tapi tangan Juna sekali lagi di tahan oleh istrinya.
"Janazah siapa?" tanya Azhela dengan wajah penasaran nya.
Tiba-tiba perasaan nya menjadi tak enak, apalagi saat dia melihat suaminya yang terlihat berat menjawab pertanyaan nya.
Juna menarik nafasnya dalam-dalam, tadi dia mendapatkan pesan singkat dari Aldi yang mengatakan jika Celine sudah tiada, dan jenazah Celine ada di rumah ini tepatnya di salah satu kamar ini.
"Katakan siapa yang meninggal" ucap Azhela lagi.
"Yang meninggal adalah Celine, teman mu" jelas Juna dengan berat hati.
"Apa Celine?" kaget Azhela.
Tiba-tiba tubuh Azhela terasa lemas, tubuh Azhela ambruk ke lantai dan Juna yang melihat itu langsung memeluk istrinya.
"Tenanglah" kata Juna sambil mengusap punggung istrinya.
Dia tau emosi Azhela saat ini sedang naik, dan terlihat jelas jika wajah Azhela masih terlihat syok.
"Siapa pembunuh nya?"
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏