
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Juna pulang cepat karena kondisi Azhela yang mengkhawatirkan, Azhela tak henti-henti nya mual dan hal itu membuat Fara dalam bahaya karena Aldy saat ini sedang mengintrogasi nya.
"Dokter sedang kesini, jangan marah padaku" kata Fara tidak mau di salahkan.
"Cepat kau katakan apa yang kau berikan pada nona Zhee, kenapa dia sampai mual seperti itu" kata Aldy dengan tatapan tajam nya.
"Kami hanya makan bakso, hanya itu" balas Fara jujur apa adanya. "Dan kalau Zhee mual karena makan bakso seharusnya aku juga merasakan hal yang sama, tapi ini tidak bukan? itu tandanya mual Zhee bukan karena makan bakso" lanjut Fara berapi-api.
Dia tidak terima di salahkan oleh Aldy, karena Fara memang tidak bersalah dan saat ini juga sebenarnya Fara sudah harus pergi ke kantor polisi.
Kakaknya pasti sudah menunggu makanan kesukaan nya, dan itu semua gara-gara Aldy yang tidak mau melepaskan nya.
"Kau tau karena kejadian ini aku dan tuan muda kehilangan satu kontrak kerja, dan itu karena gangguan ini" Aldy menatap kesal pada Fara yang menurut nya sangat teledor.
"Ck, kamu terlalu bawel, tuan Juna saja tidak bawel seperti kamu, minggir!" Fara menubruk Aldy dan setelah itu dia berjalan cepat ke kamar nya.
Aldy mengikuti kemana Fara pergi, sampai akhirnya Fara berhenti di kamar nya dan tubuh Aldy langsung menubruk Fara.
Yang mana hal itu membuat Fara terjatuh begitupun dengan Aldy yang jatuh menimpa tubuh Fara.
Awww !
Ringis Fara, sudah jatuh ketiban tangga pula.
"Hey tubuhmu berat, minggir" kata Fara menatap tajam Aldy yang di atasnya.
Aldy menatap ke wajah yang saat ini dia kungkung tubuhnya, tangan nya menahan tangan Fara yang berontak.
"Hey kamu mau ap__" ucap Fara terhenti karena Aldy mendekatkannya wajahnya ke wajah Fara.
Hembusan nafas panas nya bisa Fara rasakan, Fara memejamkan matanya apalagi saat ini wajah mereka sangat dekat.
"Kamu sangat berisik" ucap Aldy sambil mengusap pipi Fara.
"Dan kau juga selalu galak" sahut Fara sewot.
"Ck, kau memang harus di bungkam dengan ciumaan" kata Aldy semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Fara.
Aldy menempelkan bibirnya dengan bibir Fara, dan itu dia lakukan cukup lama hingga mata keduanya saling menatap.
"Ck, apa kalian tidak bisa menunda hasrat kalian? istriku sedang sakit dan kalian sedang enak-enak kan di kamar" kata Juna berapi-api.
"Tuan" kaget Aldy dan Fara bersamaan.
Dan keduanya langsung berdiri, wajah keduanya memerah karena malu.
Dasar Aldi sialan, dia mengecup bibir ku dan membuat aku penasaran akan ciuman. batin Fara kesal.
"Mana dokter nya!" kesal Juna.
"Sedang dalam perjalanan tuan, dan jarak dari rumah sakit ke sini adalah 20 menit" jelas Aldy menahan kesal nya.
Dia heran dengan Bos nya, selalu saja datang di saat yang tidak di harapkan, dan bisa-bisa nya Juna mengintip saat dia akan mencium Fara, membuat nya kesal bukan main karena dia gagal mencium Fara.
Juna melihat gelagat asisten nya itu, lalu memutar bola matanya malas.
"Jika kau serius sudah ku bilang langsung nikahi dia, bukan terus menerus mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti bukan lelaki normal saja" kata Juna dingin, lalu pergi meninggalkan Aldy dan Fara.
Dia harus menunggui istrinya yang sedang tidak enak badan di kamar, dan sepeninggal nya Juna Aldy dan Fara terlihat saling mendiamkan hingga akhirnya..
"Aku akan ganti baju, sana keluar" ketus Fara tanpa berani melihat wajah Aldy.
Kali ini Aldy pergi dia berjalan meninggalkan kamar Fara dengan perasaan aneh, kata-kata sang Bos terus terngiang di telinga nya.
Jika kau serius sudah ku bilang langsung nikahi dia, bukan terus menerus mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti bukan lelaki normal saja.
"Jelas aku normal karena aku pria sejati" gerutu Aldy kesal karena secara tidak langsung Bos nya menyindir jika dia tidak normal.
Sedangkan di kamar Fara sedang mengganti pakaian nya, Jantung nya berdebar tak karuan saat mengingat kejadian di mana dia di kecup oleh pria galak itu.
"Astaga Fara apa yang pikirkan, stop membayangkan pria galak itu dia bukan tipe mu" ucap Fara mencoba menyadari diri nya.
Tapi semakin Fara mencoba sadar dari pikiran nya semakin besar pula rasa penasaran nya akan sosok galak itu.
Huh, apa aku harus bilang pada nya kalau aku menyukai nya, oh tidak! aku tidak bisa melakukan itu. batin Fara merasa prustasi.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏