
Tak terasa beberapa bulan telah berlalu tepat di suatu hari yang indah di musim semi Miho akhirnya melahirkan.
Dengan sangat panik Asahi terus menahan rasa kekhawatirannya.
"Kenapa Ayah sangat panik? apakah Ayah seperti ini juga saat Ibu Narumi melahirkan kami?" tanya Rei bingung dengan Ayahnya yang begitu panik cemas dan perasaan bercampur aduk menunggu Dokter keluar.
"Sudahlah Rei Ren Ayah kalian itu terlalu khawatir, bahkan ke khawatirannya saat ini semakin parah." Jelas Asami pada Rei and Ren.
"Ibu bukankah itu wajar?" tanya Asahi.
"Ha? Wajar? ke khawatiran mu itu sudah tidak wajar."
Asahi tidak menggubris perkataan Ibunya, ia hanya mencemaskan Miho yang berada di ruang persalinan, dan tidak berapa lama Dokter yang mengurus persalinan Miho akhirnya keluar.
Asahi langsung mencengkram Dokter tersebut tanpa mempedulikan Dokter tersebut laki-laki ataupun perempuan.
"Bagaimana dengan Istri dan anakku?" tanya Asahi.
"Ayah, apa yang Ayah lakukan? lepaskan Dokter itu." (Ren).
Dengan gemetar Asahi lalu melepaskan cengkeramannya dari Dokter tersebut.
"Tuan Saito istri anda baik-baik saja." Jawab si Dokter.
"Lalu bagaimana dengan anakku?"
"Anak anda juga sangat sehat."
"Adik ku seorang laki-laki atau perempuan?" tanya Rei pada Dokter.
"Seorang perempuan."
"Benarkah? Hore!!" teriak Rei and Ren dengan senangnya.
Mengetahui hal yang sangat menggembirakan tersebut Asahi langsung menyingkirkan Dokter tersebut dan pergi menemui Miho tanpa persetujuan siapapun.
Sesampainya Asahi di dalam ia melihat Miho tengah bersama dengan seorang bayi yang sangat menggemaskan.
Miho menatap Asahi yang datang menghampiri dirinya.
"Ya aku tau." Miho tersenyum
Tiba-tiba Rei and Ren masuk ke ruangan Miho.
"Wah dia sangat lucu, tangannya begitu kecil." (Ren).
"Aku sudah menebaknya kalau adik kita adalah seorang perempuan. Tenang saja Ayah Ibu kami akan menjaga dia dengan sangat baik." (Rei).
"Jadi Asahi nama apa yang ingin kau berikan padanya?"
"Bisakah dia masuk ke dalam marga ku?" tanya Asahi
"Tentu saja."
"Kalau begitu namanya adalah Saito Miu."
"Kami akan memanggilnya Miu." (Rei).
"Selamat datang adik Miu." (Ren).
Miho Asahi Rei and Ren tersenyum, mereka sangat bahagia atas kehadiran satu anggota baru dalam keluarga mereka.
END EPISODE.
...****************...
...Pesan Author:...
...Untuk kali ini pesan dari Author buat novel yang kali ini sangat malas karena ada suatu alasan, tapi walaupun begitu karna Author adalah anak yang baik dan rajin menabung Author akan berusaha membuat novel yang terbaik untuk kalian. Yang paling epic di novel ini adalah Rei and Ren nya dua bocah kembar yang pintarnya melebihi nalar, Author berharap Rei and Ren menjadi sukses di kemudian hari dan mendapatkan pasangan yang sangat hebat. Dan yang paling buat Author kesal itu sikap Asahi yang di awal sih, karna dia seperti menghindar dari sesuatu padahal gak apa apa dekat sama Miho....
Ngomong² Author akan buat karya baru yang berjudul Hijrahnya Seorang Pendosa yang akan tayang sekitar seminggu atau 10 hari lagi contoh cover nya ada di bawah ini 👇.
Kalau tertarik silahkan di baca. Sampai jumpa lagi di Novel Author yang berikutnya tolong berikan Kritikan yang membangunnya ya para pembaca ku hehe maaf terkadang up tak menentu.